TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 11 Di Rumah Pak RT


__ADS_3

“Ini rumah saya, Assalamu’alaikum mari masuk Mas!” Ajak Pak RT. Terdengar suara sahutan dari dalam rumahnya.


“Wa’alaikumsalam, oh Bapak sudah pulang, ini siapa Pak?” Tanya perempuan paruh baya tersebut.


“Oh ini namanya Nak Zaini, dia anak dari Pak Junaidi,” terang Pak RT.


“Perkenalkan Bu, saya Zaini, saya baru tiba di sini,” ucap Zaini mencoba menyalami isteri Pak RT.


“Oh iya, saya Bu Yanti,” ujar Bu Yanti mengulurkan tangan menyambut salam dari Zaini.


“Begini Bu, karena sudah mau sore bentar lagi azan magrib, Bapak sengaja ajak Zaini nginap di rumah kita dulu, sebab rumah Pak Junaidi benar-benar tidak belum bisa dihuni,”


“Oh begitu, nanti Ibu siapkan kamar tamu kalau Nak Zaini mau istirahat, hayo sini ibu antar nanti Nak Zaini, biar bisa bersih-bersih terus ikut bapak ya ke mushola,” ujar Bu Yanti ramah dan Zaini pun mengangguk.


“Maaf ya merepotkan Bapak dan Ibu,” ucap Zaini sungkan.


“Tidak apa-apa hayo siap-siap kita ke mushola,” kata Pak RT.


“I-iya Pak.” Walau Zaini dari dulu tidak pernah minum-minuman keras dan bermain wanita padahal dulu, ia sering diajak teman-temannya ke clab atau bar-bar malam, namun ia selalu menghindari yang namanya alkohol. Hal itulah yang menjadi prioritasnya dalam menjaga stamina dan kejeniusannya tetapi, untuk shalat ia baru kali ini mempelajarinya, sebab ia sadari kecil tidak pernah diajarkan menyembah Tuhan.


...****************...


“Huhuhu... Bu-Pak,” teriak seorang gadis dari ruang tengah sambil nenghentaj-hentakan kakinya. “Ada apa sih Mina? Malam-malam begini teriak,” ucap Bu Yanti heran dengan kelakuan anak gadisnya.


“Itu Bu coba deh Ibu tonton tuh berita, bahwa ada kecelakaan pesawat yang tewas salah satunya Ceo Muda perusahaan Hwang Grup yang terkenal itu,” jelas Mina.


Saat itu pula Bapak RT yang merupakan Ayah Mina dan Zaini datang dari Mushola ikut menyaksikan acara berita, “Pemirsa, sekarang upaya pencaharian korban terus dilanjutkan, bahkan anak buah dari Hwang Grup Corporation juga turut menurun 34 kapal laut dan 50 orang penyelam untuk mencari para korban, namun sampai saat ini jenazah dari Alexander Thomas yaitu Cucu dari ketua Hwang Grup Corporation belum dapat di temukan, seperti yang kita ketahui pesawat LucyJ445 mengalami kecelakaan saat melakukan penerbangan dari rute kota Bandung menuju Hongkong, terbakar dan lepas landas di laut Y, pesawat LucyJ455 membawa sebanyak 150 penumpang, demikian...,” papar pembawa acara berita tersebut.


Mendengar itu wajahnya Zaini langsung berubah pucat pias, ia mengepal tangan kanannya.


“Huwaa...huhuhu Pak-Bu itu calon bos Mina, yang cakep, keren dan sultan udah meninggoy aja, padahalkan kita belum ketemu,” Kata Mina terisak.


“Ya elah, orang yang gak di kenal juga kamu tangisi sih Mina? Toh laki-laki Sultan belum tentu juga naksir sama kamu,” ejek Bi Yanti.

__ADS_1


“Ya Bu, kali aja nanti ketemu Mina dia suka sama Mina, kan seminggu lagi Mina mau interview kerja ke sana, berharapnya sih bisa ketemu sama bos ganteng itu,” ujar Mina senyum-senyum cenggesan.


“Ngimpimu ya neng terlalu tinggi entar kalau jatuh sakit, lagian nih ya mana mau tuh cowok tajir suka sama kamu yang tak setara, bagaimana bisa?” Bu Yanti ingin menyadarkan anak perempuannya yang tergila-gila sama Alex.


“Kan, gak ada yang gak mungkin Bu, Mina kan cantik, baik, pintar, dan rajin menabung,” bela Ayah Mina.


“Tuhkan, Cuma Ayah yang selalu pengertian dengan putrinya ini,” ujar Mina memeluk ayahnya.


“Udahlah Hayo, kita makan malam dulu Pak, pasti tamunya juga sudah laparkan?” goda Bu Yanti melirik anak gadisnya yang cemberut.


“Ini siapa Bu?” celetuk Mina yang heran baru lihat ada pemuda yang ikut masuk kedalam rumahnya.


“Oh ini Nak Zaini, ia anak Pak Junaidi yang rumahnya diujung sana,” jawab Bu Yanti.


“Kok mirip ya dengan foto pencaharian Alexander Thomas, yang di televisi tadi?” tanya Mina menyelidik.


“Kamu ini ada-ada saja ya Mina, mana mungkin toh si Alexander nyasar kemari? Ini Zaini ayah yang ajak dia ke sini, karena rumahnya itu masih belum dibersihkan jadi lebih baik dia istirahat di sini dulu,” ungkap Ayah Mina.


“Ho,oh ni anak matanya sudah rabun dekat kali, karena kebanyakan nonton drakor, jelas-jelas berita tadi menerangkan bahwa si Alex itu tewas,” sambung Bu Yanti


“Iya sudah, lebih baik kita makan malam, hayo Pak ajak Zaini,” usul BU Yanti.


Mereka berempat pun ke meja makan disana sudah tersedia berbagai macam lauk dan sayuran. Zaini yang sedari tadi lapar ia makan dengan lahapnya. Tak pernah ia mencicipi masakan rumahan yang sederhana dan menggugah selera.


...****************...


Selesai makan malam diruang tamu, duduklah Ayah Mina dan Zaini.


“Oh ya, Nak Zaini ini dulunya tinggal dimana?” tanya Ayah Mina memulai pembicaraan. “Sa-saya dari kota Pak, saya diadopsi oleh sepasang suami istri di sana,” jawab Zaini gugup seakan-akan dia sedang di Intrograsi oleh calon mertua.


“Ooh iya, kami juga dulu sempat mendengar kalau anak Pak Junaidi diadopsi orang kota, tetapi kalau tentang anaknya itu siapa kami tidak tahu,” sambung Bu Yanti.


“Memangnya Nak Zaini ini kemana saja, kok baru sekarang mencari Pak Junaidi?” tanya Bu Yanti penasaran.

__ADS_1


“Saya dari dulu sudah berusaha mencari informasi tentang Ayah saya Bu, tetapi tidak mendapat info apa-apa, jejaknyapun tidak ada,” kata Zaini.


“Memang sejak kejadian itu Pak Junaidi seakan menghilang, tidak ada yang tahu pasti di mana keberadaannya sampai sekarang,” lirih Ayah Mina sambil meminum kopi.


“Memang apa yang terjadi dengan Ayah saya Pak saat itu?” tanya Zaini semakin ia ingin tahu.


“Kami mengenal Ayah dan Ibumu adalah orang yang baik, namun semenjak Ibumu meninggal ada sekelompok orang-orang semacam genk yang terus datang dan mengancam keselamatan Pak Junaidi, mereka berbadan besar dan memakai senjata api, kami tak ada yang berani menolong Pak Junaidi awalnya kami kira mereka hanyalah para dep-kolektor yang menagih utang, namun makin hari sepertinya, mereka memang sengaja ingin Ayahmu menderita,” papar Ayah Mina.


“Lalu apa yang terjadi apakah jangan-jangan Ayah saya sudah meninggal Pak?”


“Tidak ada yang pasti tahu Nak, karena jenazah Pak Junaidi pun tidak ditemukan kami hanya melihat ia dibawa oleh sekelompok orang itu, dan hanya ada rumah yang di propagandakan mereka serta gerobak Ayahmu yang hancur.” Seputing rokok terus mengeluarkan asapnya dari mulut Ayah Mina saat ia menjelaskan hal yang terjadi pada Junaidi. Zaini hanya terdiam mematung duduk, tangannya mencekram erat ganggang kursi.


“Sebaiknya kamu istirahat saja dulu Nak Zaini, besok Ibu dan Mina akan membantu membersihkan rumah Ayah kamu itu,” sahut Bu Yanti.


“Terima kasih banyak Bu, maaf merepotkan lagi,” ujar Zaini kembali merasa sungkan dengan kebaikan mereka.


“Tidak apa-apa sesama tetangga saling menolong,” kilah Bu Yanti.


Visualisasi Zaini El Farizi



...****************...


Hai teman-teman reader's paling aku sayang, hari ini rekomendasi novel teman aku yang kece abis, jangan lupa mampir ya sertakan like, coment, and vote kalian. fighting!



...sinopsis;...


Putri seorang gadis cantik, sangat pintar dan dari keluarga kaya raya di tambah mempunyai seorang tunangan yang sangat tampan dan juga kaya raya.


Orang mengira hidupnya sangat sempurna namun di balik itu semua ternyata Putri tidak bahagia karena sahabat baiknya mengkhianati dirinya dengan cara berselingkuh dengan tunangannya.

__ADS_1


Rasa kecewa teramat sangat membuat Putri tidak percaya dengan yang namanya cinta dan membenci semua pria.


Adakah pria yang bisa mengobati luka hati Putri dan menjadikan Putri sebagai istrinya? Ikuti Yuk novelku yang ke - 31.


__ADS_2