TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 22 Pertemuan Makan Malam


__ADS_3

Rahmina mengobrak-abrik semua lemarinya, ia benar-benar bingung mau memakai pakaian apa yang pantas untuk makan malam bertemu dengan Ketua Hwang Group. Ini adalah moment bersejarah baginya. Ia tidak mungkin mau melewatkan kesempatan ini, sebab mimpi-mimpinya bekerja di perusahaan besar sebagai ahli programmer akan terwujud.


“Duh gimana sih ini? aku gak punya gaun,” rutuk Mina, ia menyesal tak memiliki beberapa lembar gaun, hampir semua pakaiannya selama ini adalah pakaian cassual dan selalu memakai celana jeans kemana-mana, “Ahaa... gue pinjam sama si Mega aja,” ide Mina, ia pun bergegas nelpon Mega. Tuuut! Tuuutt! Telpon terhubung, “Hallo... ?” suara diujung telpon.


“Mega gue minta tolong pinjam baju dress dong,” pinta Mina.


“Ada entar gue ambilin yang cocok untukmu, kok tumben sih elu kemana?” tanya Mega.


“Gue diundang makan malam sama Ketua Hwang Group,” ujar Mina.


“Whatt? Jadi... berita tentang elu yang selamatin program ETO itu benar?”


“Iya, entar gue jelasin buruan elu pulang ya jangan lupa beliin gue seblak di ujung gang,”


“Oke siap Bieste,”


Mina mengakhiri telpon dan sambil menunggu Mega pulang ke kost, ia merebahkan diri sebentar di kasurnya. ‘Kok gue jadi deg-degan ya, semoga aja ini hari keberuntungan gue,’ lirih Mina.


...****************...


Sementara itu Zaini alias Alexander ia gelisah tak karuan, memikirkan Mina yang akan pergi ke rumah kakeknya. ‘Bagaimana jika nanti Mina keceplosan ngomong tentangku? Semoga kamu baik-baik saja Mina, sebaiknya aku harus segera pergi dari sini,’ gumamnya.


...****************...


Tepat pukul delapan malam Abraham menjemput Mina, ia sempat terpukau dengan penampilan yang berbeda dari Mina. Memakai dress white selutut bermotif bunga. Rambut yang terurai gaya corling iron membuat penampilannya semakin manis. Untung ia meminjam dress dan didandani oleh Mega lebih dulu jadi setidaknya jika ia bertemu dengan Ketua Hwang Group tidak malu-maluin.


“Hallo Nona Mina, Anda sangat cantik sekali,” puji Abraham.


“Terima kasih atas pujian Pak Abraham, apakah kita langsung pergi?” tanya Mina.


“Iya, ayo silakan naik!” ajak Abraham.


Merekapun pergi menuju kediaman Tuan Besar, mereka disambut langsung oleh Jhon, “Kalian sudah ditunggu oleh Tuan Besar Thomas, mari ikut saya ke ruang makan,”


Rahmina ikut serta dengan Abraham yang selalu menemaninya disamping, “Tuan Besar, Tuan Abraham dan Nona Rahmina sudah datang,” ucap Jhon.


“Hallo selamat malam Nona manis saya Adalah Tuan Thomas Ketua Hwang group Corporation, dan ini isteri dan anak saya tentu kamu sudah kenal dengan dia di perusahaan, ” ujar Tuan Thomas memperkenalkan diri sambil menunjuk ke arah Nyonya Widya dan Candra yang ikut menanti.


“Oh Hallo selamat malam juga Tuan Thomas, Nyonya dan Tuan Muda, saya Rahmina, mahasiswi magang di perusahaan, terima kasih atas undangannya,”


“Ayo mari silakan duduk, kita nikmati hidangan malam ini,” ujar Kakek Thomas.


Mereka semua pun duduk di kursi di atas meja sudah tertara rapi berbagai macam makanan,


“Oh ya, Nona Rahmina?” tanya Tuan Thomas.


“Iya, panggil saja saya Mina Tuan,” jawab Mina.


“Oh begitu, baiklah Nona Mina, kalau boleh tahu kamu berasal dari kota mana?” tanya Tuan Thomas.

__ADS_1


“Dari kota B Tuan, saya berasal dari desa X,” jawab Mina.


Tuan Thomas memandangi Jhon yang berdiri disampingnya dan diangguki oleh Jhon.


“Kamu sangat genius sekali nona Mina, terima kasih telah menyelamatkan program ETO, dari mana kamu mempelajari semua itu?”


“Oh itu, sa-aaya belajar dari Universitas Tuan, di sana juga pernah di ajarkan mengenai Sistem Program ETO ini,” jawab Mina gugup


“Wow saya benar-benar kagum dengan kepintaran anda Nona Mina,” puji Tuan Thomas.


“Ah biasa saja Tuan, jangan terlalu berlebihan,” senyum Mina.


“Ayo mari semuanya kita makan, jangan sungkan,” bujuk Tuan Thomas.


Abraham yang sedari tadi diam mendengarkan perbincangan, ia hanya melirik Mina sekilas, dan tersenyum mengangguk meyakinkan Mina untuk makan bersama.


Selesai acara makan malamnya,


“Terima kasih banyak atas jamuan makan malamnya Tuan, Nyonya dan Tuan Muda,” ucap Mina sopan.


“Terima kasih pula Nona Mina yang cantik dan pintar mau berkenan memenuhi undangan kami,” Ujar Tuan Thomas.


“Abraham, tolong antarkan dan jaga Nona Mina,” sambung Tuan Thomas.


“Baik Tuan Besar,” Ketika mereka mau pergi.


“Tunggu, ada yang ingin saya tanyakan pada Nona Mina,” cegat Jhon.


“Begini, apakah benar ini postingan anda Nona Mina?” tanya Jhon memperlihatkan isi postingan Mina di media sosial tentang pencaharian Junaidi.


“Iya benar kenapa ya?” tanya balik Mina.


“Apakah kamu mengenal orang yang didalam foto pencaharian ini?” tanya Jhon memastikan.


“Tidak, aku hanya membantu tetangga mencari orang ini,” jawab Mina.


“Oh ya, siapa tetangga Nona itu? Apa hubungannya dengan orang ini?” cecar Jhon seakan menginterogasi Mina.


“Katanya sih Anaknya, dia sedang mencari Bapaknya itu,” ungkap Mina polos.


“Terima kasih informasinya Nona,” senyum Jhon mengembang, Mina kena pancingannya.


Pembicaraan mereka masih didengar oleh Tuan Thomas, Nyonya Widya dan Chandra, mereka terkejut dengan jawaban dan penuturan dari Mina.


...****************...


Di perjalanan pulang ke kost, Abraham bertanya pada Mina, “Memang apa yang kamu posting itu tadi Mina? Sepertinya itu informasi yang penting.” Abraham sambil fokus menyetir, ia benar-benar tidak tahu tentang Junaidi Ayah dari Alexander itu.


“Itu orang hilang tetangga minta tolong untuk melakukan pencaharian melalui brosur, karena aku kasihan aku postinglah di media sosial, ” ungkap Mina binggung.

__ADS_1


“Memang dia mencari siapa?”


“Mencari keberadaan Bapaknya,”


“Nama anaknya siapa?”


“Zaini,” jawab Mina keceplosan.


Shiiittt!


Abraham menginjak rem mendadak, “Apa... Zaini? Zaini El Farizi?” tanya Abraham sekali lagi.


“Iya Zaini El Farizi,” jawab Mina mantap.


“Benarkah? Astaga bagaimana mungkin itu Tuan Alexander,” ujar Abraham, karena mereka sedari kecil tumbuh besar bersama, maka Abraham tahu tentang nama kecil Alexander itu.


“Ayo kita harus segera menemuinya sebelum anak buah Tuan Thomas menemukannya.” Abraham langsung tancap gas untuk menuju ke perkampungan Mina.


“Memangnya apa yang terjadi?” tanya Mina binggung.


“Dia dalam bahaya, nanti kau akan tahu sendiri,” ucap Abraham banting stir menuju ke jalan tol.


...****************...


“Apakah yang mencari Junaidi itu Alexander?” tukas Tuan Thomas.


“Kemungkinan iya Tuan Besar,” sahut Jhon.


“Tetapi bukankah ia sudah meninggal? Jangan-jangan anak itu membohongi kita, cepat kamu cari dia dan kerahkan semua anak buah,” perintah Tuan Besar.


“Siap Tuan,”


Bersambung...


Visualisasi Rahmina



Visualisasi Abraham.



...****************...


Hai mampir ke sini juga ya jangan lupa like, comment and votenya



Daily adalah gadis pendiam yang tidak banyak ulah bahkan jarang sekali keluar rumah. Berbeda dengan saudara kembarnya yang bernama Daisy, gadis itu adalah gadis liar yang kerap kali keluar malam dan pulang begitu larut.

__ADS_1


Lalu bagaimana jadinya? Jika Daily harus menderita karena hukuman atas apa yang di lakukan oleh saudara kembarnya?


Gadis malang itu berakhir di lecehkan oleh seorang Casanova yang tidak di kenalnya. Tak hanya itu, gadis malang itu harus terima nasip di asingkan dan juga di siksa di tempat yang jauh dari keramaian oleh Frans Nicolas sang Casanova gila yang memiliki dendam pada kakak kembarnya.


__ADS_2