TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 42 Alexander Menjadi Ketua Geng


__ADS_3

Handphone Mina bergetar dan berdering karena tidak ingin menganggu sahabatnya yaitu Mega yang tidur disamping, Mina mematikan Handphonenya dan menarik selimut untuk tidur.


“Ck! Chatt gak dibalas, telpon juga gak diangkat, malah sekarang gak aktif,” keluh Alexander dan meletakkan handphonenya.


Ia masih ada diruang kerjanya, villa ini terdiri dua tingkat, Alexander dapat memandang langit malam, angin berhembus dari balik tirai jendela kaca dan menampakkan pemandangan hamparan laut nan eksotis di sebelahnya.


“Tuan Alexander memanggil saya? Ada apa Tuan Muda?” tanya Jhon yang datang dari balik pintu.


“Iya saya ingin tanya seberapa besar pengaruh Geng Harimau Putih?”


“Cukup berpengaruh Tuan, kita memiliki anggota yang bekerjasama dalam bidang apapun mereka tersebar luas diberbagai negara, kelompok geng macan putih terkenal sebagai kelompok kriminalisasi kita menjual dan menukar senjata api ilegal tetapi semuanya masih tersembunyi rapat dan rahasia berkat Tuan Thomas, sekarang para anggota kelompok geng menginginkan Anda menggantikan kepemimpinan Tuan Thomas,” tutur Jhon.


“Baiklah kalau begitu mulai sekarang aku akan menjadi pemimpin geng harimau putih dan perintahkan pada anggota yang berada di Tiongkok untuk melacak dan menangkap Prof. Gorgio di sana,” perintah Alexander.


“Baik Tuan Muda akan saya laksanakan,” jawab Jhon sebagai kaki tangan dari Alexander.


...****************


...

__ADS_1


Pagi hari sang surya teriknya sudah begitu menyengat, pukul setengah delapan Mina bersiap ingin pergi ke kampus, dengan outfit sederhana namun modis Mina sangat cantik sekali.


Ia tidak mengira bahwa Alexander dari tadi telah menantinya di luar kost, ‘Astaga ngapain tu orang di sini?’ Mina ingin segera menghindari Alexander, tetapi Alexander lebih dulu melihat dan mengejarnya. “Mina tunggu...!” seru Alexander.


“Tunggu Mina!"


“Ada apa sih?”


“Kenapa elu tidak angkat telpon guehah?”


“Jadi Anda ke sini hanya untuk menanyakan perkara telpon?”


“Tidak Mina, gue bingung kenapa elu jadi marah-marah gak jelas begini sih?”


“Mina berhenti bicara formula denganku! dengarkan dulu penjelasanku," Alexandre mencegat Mina dengan menarik tangan Mina sehingga jatuh dalam dekapannya.


“Lepaskan Tuan! Anda tidak bisa mencegah saya seperti ini, permisi saya mau ke kampus!” ujar Mina berontak untuk melepaskan diri dari pelukan Alexander.


“Gue tidak akan melepaskan elu, dengarkan gue dulu, gue tidak punya hubungan apapun dengan Alecia dan itu semua hanya obsesi Alecia doang, memang waktu itu Kakek ingin menjodohkan gue dengan dia tetapi sekarang kakek tidak ada, maka tidak akan pernah ada pertunangan diantara gue dengan Alecia tolong percayalah,” ucap Alexander terus menjelaskan pada Mina.

__ADS_1


“Bukan urusan gue, mau elu tunangan atau tidak sama dia, jadi gak usah repot-repot menjelaskan sama gue.” Ada rasa sesak dalam hati Mina, kesedihan semakin merasuk dalam dirinya.


Alexander mengendurkan pelukannya, “Apa maksudmu, bukankah selama ini elu begitu suka sama gue?”


“Wahai Tuan Alexander, saya hanya mengagumi dan menghormati Anda tidak lebih dari itu, kedekatan kita hanya sebatas teman dan rekan kerja,” jawab Mina mengalihkan pandangan matanya tak berani menatap Alexander.


“Sungguh kah itu perasaan elu Mina? Gue bisa baca dari mata elu kalau yang elu katakan tadi bohong, gue belum pernah merasakan sebahagia ini dekat dengan perempuan lain, apakah elu tidak bisa merasakan ketulusan gue?” ungkap Alexander tentang perasaannya.


“Sudahlah Tuan, saya sadar akan siapa diri saya, tidak akan pernah pantas bersanding dengan Anda,” sahut Mina meninggalkan Alexander yang termenung sendiri mendengar ucapan Mina.


“Tunggu gue pulang dari hongkong nanti, gue akan buktikan kepada elu Mina, kalau gue benar-benar suka sama elu,” teriak Alexander.


Mina terus melangkahkan kakinya, tidak menghiraukan ucapan Alexander, ia sebenarnya bimbang dengan perasaannya sendiri, Mina terisak dalam kesendiriannya di tepi jalan, orang-orang menatapnya heran, ia teringat akan perkataan Alecia yang menemuinya kemaren dan membisikkan sesuatu di telinga Mina “Jika Nona Mina masih tetap di sini berniat ingin bersaing denganku untuk membuat Tuan Alexander jatuh hati, lebih baik menyerahlah sekarang, karena hanya aku yang pantas bersanding dengannya.”


‘Sadarlah Mina! Benar apa yang dikatakan oleh Alecia itu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa bersanding dengan Tuan Alexander itu, karena percuma kau dan dia bak pangeran berkuda putih dari negeri bangsawan dan kau hanyalah seorang rakyat jelata terlalu nyata perbedaan dan situasinya tidak akan pernah bisa bersama,’ batin Mina menampik semua perasaannya, walaupun sebenarnya ia sempat senang karena adanya pengakuan dari Alexander.


...****************...


Alexander kembali ke Villanya dengan perasaan kacau, “Tuan, saya dapat informasi bahwa Gorgio sudah ditemukan,” lapor Jhon.

__ADS_1


“Bagus, bawa ia ke markas di Tiongkok dan silakan siapkan jet pribadi saya akan berangkat sekarang juga,” pinta Alexander.


Bersambung...


__ADS_2