TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 15 Candra Vs Abraham?


__ADS_3

Candra semakin hari ia semakin mendesak ayahnya yaitu Tuan Thomas, untuk menyerahkan puncuk pimpinannya, Sementara itu Abraham pergi ke basecamp tempat di mana villa Alexander berada, ia seakan mencari jejak Alexander, ia masih tidak percaya bahwa Alexander mengalami kecelakaan pesawat.


...****************...


“Ayah lebih baik fokus dengan kesehatan Ayah saja, nanti biarkan perusahaan itu menjadi urusan saya,” rayu Candra, “Betul Mas, dari pada kamu terus-terusan sedih begini lebih baik serahkan semuanya pada Candra, lagian perusahaan juga perlu pimpinan agar semuanya tetap terus berjalan,” sahut Ibu Widya. “Kalian tunggu saja besok bagaimana keputusanku bersama dewan dereksi?” ucap Thomas tegas.


“Ingat Ma, mama harus terus bujuk Ayah Thomas, agar menjadikanku Ceo,” bisik Candra pada Ibunya Widya.“Iya pokoknya kamu tenang saja,” lirih Ibu Widya.


...****************...


Keesokan harinya, diantar oleh Jhon Tuan Thomas alias ketua Hwang Group Corporation menyambangi perusahaan miliknya, sesuai janji hari ini, ia bersama dewan dereksi akan rapat pengambilan keputusan tentang Ceo baru mereka.


Candra lebih dulu datang, ia sangat bersemangat akan hal ini. ‘Aku sangat yakin bahwa aku akan ditunjuk untuk menggantikan si Alexander itu, tidak ada kandidat yang lebih baik dari pada aku,’ ujar dalam hati Candra dengan senyum smrik.


Semua Dewan Direksi telah datang, rata-rata mereka adalah investor, suara gaduh terdengar saling sahut menyahut, mereka masih menunggu keputusan dari Tuan Ketua. Jhon sebagai pembawa acara.


“Perhatikan semuanya ketua akan menyampaikan suatu keputusan,” ucap Jhon lantang. Semua yang berada di ruangan tersebut terdiam, “Silakan Ketua!” Jhon mempersilakan Ketua berbicara.


“Baiklah keputusan akan saya umumkan bahwa kita semua akan mengadakan votting untuk pemilihan presdir Hwang Group berikutnya,” ujar Ketua Thomas.


“Votting? Apakah ada kandidat lain selain Candra?” tanya Erwan salah satu investornya.


“Iya, akan ada dua kandidat yang maju, siapa yang akan lebih banyak mendapatkan suara dialah pemenangnya,” jawab Tuan Thomas mantap.


“Aa-apa? Siapa yang akan menjadi kandidat saingan saya?” tanya Candra kebingungan, karena ia yakin tak ada yang berhak selain dia.


“Saya orangnya,” jawab Abraham yang datang membuka pintu ruangan.


“Maafkan saya terlambat Wahai Ketua,” kata Abraham membungkok hormat kepada Tuan Thomas dan ia kemudian berucap, “Bapak dan Ibu Dewan Direksi perkenalkan saya adalah Abraham assisten dari Tuan Alexander.” Abraham menyapa dan memperkenalkan dirinya ke seluruh Dewan Direksi.


“Hah Abraham? Hahaha ... dia tidak punya hak untuk memimpin perusahaan ini,” sanggah Candra.

__ADS_1


“Berhak atau tidaknya, bukan kamu yang menentukan! Biarkan para Dewan Direksi yang menilai dan memilih, berdasarkan suara yang terbanyak, maka dialah yang pantas menjadi presdir Hwang Group,” sangkal Tuan Thomas. Para Dewan Direksi meangguk terdengar kasak kusuk, ada yang setuju dengan dilakukannya votting ini ada pula yang tidak setuju.


“Kita akan menentukan siapa Ceo selanjutnya, satu bulan yang akan datang mereka akan berkompetisi membuat produk terbaru untuk perusahaan,” usul Tuan Thomas.


“Ta-tapi, Ayah?” protes Candra.


“Tidak ada tapi-tapian Candra jika kamu keberatan, kamu bisa mengundurkan diri sekarang,” anjur Tuan Thomas kemudian ia menatap seluruh Dewan Direksi dan berkata lagi, “Di antara kalian pasti sudah mengenal siapa Abraham, dialah yang selalu berada disamping Alexander dan mengetahui seluk-beluk perusahaan ini, jadi pastikan kalian memilih orang tepat!” Setelah itu Tuan Thomas meninggalkan ruangan dan membiarkan mereka saling bertukar pendapat.


...****************...


Satu hari sebelum diadakannya rapat Dewan Direksi.


“Apakah kamu yakin Abraham?” tanya Tuan Thomas.


“Ya saya sangat yakin, bahwa kematian Tuan Alexander bukanlah hal biasa, maka dari itu izinkan saya menyelidikinya,” jawab Abraham.


“Lalu apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Tuan Thomas lagi.


“Ok ... datanglah besok pagi ke ruang rapat Dewan Direksi! Dan kamu harus siap bersaing dengan Candra,” perintah Tuan Thomas.


“Baik... Tuan,”


...****************...


Di Bar Club malam.


“Ah, sial! Sial!” umpat Candra sambil meneguk minumannya.


“Kau benar-benar menyebalkan Abraham, awas saja nanti kau jika berani menghalangiku,” geram Candra melempar gelas minumannya.


...****************...

__ADS_1


Tuan Thomas tak mungkin salah dalam mengambil tindakan, ia tahu bahwa nantinya Abraham akan bisa membuktikan kepercayaan dirinya, ia juga telah menganggap Abraham sebagai cucunya sendiri.


“Apa maksud Mas, menyuruh Candra untuk bersaing dengan Abraham?” tanya Nyonya Widya.


“Kamu tidak perlu ikut campur,” kilah Tuan Thomas


“Tidak perlu ikut campur? Mas lupa bahwa perusahaan itu dulunya adalah milik Papa aku?” tanya Widya sengit.


“Hahaha ... apa kamu juga lupa Widya? Bahwa Papa mu menyerahkan perusahaannya yang bangkrut padaku? Justru karena kegigihan dan kerja kerasku lah perusahaan itu bisa seperti sekarang, apakah kamu lupa itu hah? Tuan Thomas mulai emosi.


Widya pergi meninggalkan suaminya yang marah, ’Enak saja kau ingin menyuruh anakmu itu mengambil alih semuanya, aku hanya ingin keturunanku yang pantas mendapatkannya, atau seseorang yang memang kepercayaanku,’ gumam Tuan Thomas.


Bersambung...


Hai akak-akak readers sambil nunggu Alexander yuk mampir ke cerita akak gemoy yang seru ini.



sinopsis:


SEMUA ORANG BISA BERUBAH SEIRING PERJALANAN WAKTU.


Olivia Rosemary harus menelan pil pahit karena kekasihnya, Kenneth Jonathan terbukti selingkuh di depan matanya. Keputusan untuk mengakhiri hubungan nampaknya membuat perubahan besar pada diri Olivia.


Kenric Miguel Cotto harus menceraikan istrinya, Yoluta Zaylee karena ketahuan selingkuh dengan pria lain. Rasa kecewa dan pengkhianatan sang istri membuat Kenric hilang kepercayaan.


Rasa kecewa dan amarah yang tiada henti membuat Kenric dan Olivia memutuskan untuk menjalin hubungan. Hubungan terlarang karena Olivia adalah keponakan Kenric. Hubungan yang didasari atas rasa kecewa, kebencian, dan berakhir di tempat yang salah.


Bagaimana akhir hubungan percintaan yang tidak seharusnya itu? Mampukah mereka mengarungi bahtera kehidupan setelah mendapatkan penolakan dari berbagai pihak?


Yuk ikuti kisahnya 🙏

__ADS_1


__ADS_2