TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 52 Teror di Villa


__ADS_3

Berita tentang Geng Macan Tutul dan juga Harimau Putih mengungkapkan sisi balik antara kedua kelompok yang berbeda, asumsi yang selama ini menduga geng Harimau putih adalah kelompok pembuat onar malah berbanding terbalik, kini geng Macan Tutul diburu oleh polisi setempat dan juga aparat keamanan internasional.


Rahasia geng Macan Tutul diungkap dan disebarkan oleh Gorgio, karena merasa telah dipermainkan oleh mereka, “Kamu yakin akan melakukan itu?” tanya Alexander ketika Gorgio ingin membongkar kebusukan Marcho dan juga gengnya, “Tentu saja, bahkan aku mempunyai semua bukti kejahatan selama ini mereka lakukan,” jawab Gorgio.


“Lalu dari mana mereka selama ini mendapatkan senjata dan juga uang operasional gengnya?”


“Hahahaha, Alex kau memang belum tahu bisnis dunia hitam ini, kakekmu sengaja tidak ingin menjerumuskanmu ke hal ini, dan baru sekarang kamu diperbolehkan memimpin Geng Harimau Putih, gimana kamu menjadi bos mafia?” ledek Gorgio tertawa.


“Ck! Gak usah ngeledek aku, bilang aja yang sebenarnya,” rajuk Alexander.


Gorgio mematikan rokoknya dan berkata,“Hahaha, oke begini jika geng Harimau Putih mendapatkan kekayaannya melalui tambang emas dan mineral dari Afrika, maka geng Macan Tutul mendapatkan sumber keuangan melalui perdagangan senjata dan juga wanita-wanita malam, mereka menjual para gadis kepada pihak asing dan mendapatkan senjata kemudian senjata-senjata api itu sebagian mereka gunakan dan ada juga dijual belikan dipasar ilegal Tiongkok, kebusukan mereka ini masih belum terhembus oleh pihak aparat hukum entah apakah memang ada yang melindungi atau juga ikut transaksi mereka?”


“Lalu bagaimana kejadian waktu itu sempat ada pengebrakan transaksi jual beli senjata dan obat-obatan dilakukan yang malah mengkambing hitamkan kelompok Harimau Putih?” tanya Alexander penasaran


“Itulah sepertinya memang direncanakan oleh Marcho dan anak buahnya untuk memfitnah kelompok kalian tujuannya adalah mereka ingin menghancurkan kelompok Harimau Putih dan berkesempatan menguasai sumber dana kalian,” terang Gorgio.


“Sungguh licik,” timpal Alexander.


“Dan aku sungguh menyesal karena terlanjur mempercayai drama mereka semuanya,” sesal Gorgio.


“Sudahlah tidak apa, yang penting sekarang kita harus membuat seluruh dunia ini tahu bagaimana kejahatan mereka?” sahut Abraham yang juga mendengarkan.


“Benar, apa yang dikatakan oleh Abraham aku setuju saja jika yang kamu lakukan dan membersihkan nama keluarga dan kelompok Harimau Putih,” Imbuh Alexander.


...****************...

__ADS_1


Alexander kembali ke villanya setelah pulang dan dinyatakan sembuh oleh dokter di Singapura walaupun ingatannya belum sepenuhnya, Abraham selalu setia membantu dan Jhon selalu menceritakan yang selama ini terjadi pada Kakek Thomas dan Candra tetapi, siapa sangka kepulangannya ke Villa sudah diintai oleh anak buah Marcho.


Namun, suara dari sistem ETO yang terhubung dalam ponsel Alexander nyala dan berbunyi, Alexander mulai ragu melangkahkan kaki masuk ke dalam Villa.


“Ada apa Tuan Muda?” tanya Jhon berdiri disampingnya.


“Kita harus segera pergi dari sini!” ajak Alexander.


Tiiiiittt!


Tiiiiittt!


Apakah ada sesuatu yang membuat sistem ETO berbunyi begitu nyaring? Alexander merasa akan adanya bahaya, yang tak biasa mengintainya, dari notifikasi sistem ETO menyampaikan keterangan bahwa ada bom yang siap meledak.


“Ada sinyal pendetiksi Bom yang siap meledak di sekitar Villa ini,” ungkap Alexander.


“Apaa...? Tidak mungkin Tuan karena kami telah mengcek keamanan dan mengsteralisasikan Villa, sejauh ini tidak ada orang yang berani masuk ke Villa apalagi sampai berani membawa bom masuk,” sangkal Jhon tak percaya.


Alexander menyerahkan ponselnya yang terhubung dengan keamanan sistem ETO, sistem ETO dibuat oleh Alexander, dapat memindai dan mendeteksi setiap unit kejadian maupun kejahatan yang mengintai, itulah kehebatannya dan Alexander menerangkan, “lihatlah! Ini adalah data pendeteksi akan adanya sinyal bom aktif dan sepertinya memang ada yang mengetahui kedatanganku.”


Benar saja baru beberapa langkah Alexander berbalik dari pagar utama,


Duaaar!


Duuuaaarr!

__ADS_1


Suara ledakan bom yang begitu nyaring dan dentuman keras dari dalam Villanya, untungnya seluruh para anak buah dan pelayan Alexander sudah berada diluar, mereka diberitahu lewat Handy Talky atau HT sehingga tidak ada korban jiwa.


Jhon yang menyaksikan itu tercegang tak percaya, ia mengakui kegeniusan sang Tuan Muda meski kehilangan setengah ingatannya tetapi, ia begitu cerdas dan peka terhadap situasi.


Dua kali ledakan itu terhenti, setelah merasa aman barulah Jhon berseru dan memberikan perintah kepada anak buahnya, “Cepat kalian cari rekaman CCTV di setiap sudut Villa!”


“Tunggu, tidak perlu kalian mencari itu sepertinya CCTV di Villa sudah dirusak dan matikan,” ucap Alexander.


“Bagaimana Anda tahu Tuan?”


“Sistem program ETO di kamar saya telah merekam ini dan lihatlah siapa ber-ulah?”


Dari ponsel Alexander terlihat lagi rekaman Harto yang masuk ke dalam ruang kerja Alexander, padahal pintu ruang kerja selalu terkunci, karena Harto dipercaya maka ia memiliki kunci cadangan, nampak dari gerak geriknya Harto mencari-cari sesuatu dan dia meletakkan sebuah benda kecil di salah satu gucci keramik kecil yang berada di dalam lemari. Kemudian ia keluar dan di ruang tengah ia memasukkan sesuatu di dalam gucci keramik besar seperti Vas bunga hias.


“Kurang ajar, dasar Harto gil*!” umpat Jhon.


“Sepertinya sudah tidak ada lagi bom tetapi kita harus tetap waspada, siaga satu untuk semuanya,” pinta Alexander.


Bersambung....


Jangan lupa like, comment dan votenya biar semangat nulisnya.


Yuk mampir juga di karya teman saya ini.


__ADS_1


__ADS_2