
Alexander kembali ke Villanya dengan perasaan kacau, “Tuan, saya dapat informasi bahwa Gorgio sudah ditemukan,” lapor Jhon.
“Bagus bawa dia ke markas kita yang berada di Tiongkok dan silakan siapkan jet pribadi saya akan berangkat sekarang juga,” pinta Alexander.
“Baiklah Tuan,” balas Jhon.
...****************...
Sesaat sebelum kembali ke Villa, Alexander lebih dulu mampir ke kantor polisi unit kasus perdata, untuk menjerat keterlibatan Candra dan Gio akan rencana mereka menghancurkan sistem ETO, disertai bukti tentang hal itu atas rekaman yang dulu pernah Mina mainkan demi menjerat Candra. Bahkan diperkuat dengan adanya keterlibatan Candra untuk memalsukan dokumen wasiat kakeknya. Ternyata laporan Alexander langsung diterima oleh Inspektur polisi sebab dari laporan penelusuran didektif kriminal diketahui Candra juga melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang wanita yang diyakini tewas di apartemennya, yaitu Shireen asisten Tuan Peter.
...****************...
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Pukulan dan tendangan bertubi-tubi dilayangkan kepada Gorgio. “Kau masih ingin kekeh tidak mengakui keterlibatanmu dengan geng macan tutul?” tanya Alexander.
Cuuiiih! Gorgio meludah, untung saja Alexander cepat menghindarinya.
“Sampai kapanpun aku tidak akan mengatakan di mana keberadaan Tuan Marcho,” ucap Gorgio tersenyum sinis.
__ADS_1
“Oh ya? Kita lihat saja seberapa pentingnya kamu ini bagi mereka?”
“Tentu saja, aku ini penting bagi mereka selama ini akulah yang menjadi kaki tangan mereka aku yakin sebentar lagi mereka akan membebaskanku dari kalian,” jawab Gorgio begitu yakin.
“Benarkah? Kita lihat saja nanti,” sahut Alexander.
“Kenapa tidak kau bunuh saja aku? Seperti yang Kakekmu lakukan pada Ayahku dulu? Puas kamu menghancurkan hidupku hah!” pekau Gorgio semakin memancing amarah Alexander.
“Bukan kakekku yang telah membunuh ayahmu, tetapi anak buah dari Tuan Marcho yaitu Bos yang kau bela itu sendirilah yang telah menembak Ayahmu,” sanggah Alexander.
“Bohong! Kau hanya ingin mengadu domba antara aku dan Tuan Marcho,” sangkal Gorgio.
“Kau yang bod*h Gorgio selama ini menjadi budak Tuan Marcho, kalau kau tak percaya tanya saja Tuan Jhon dialah saksi atas semua kejadian itu,” tukas Alexander.
“Dasar k*ras kepala! Apa yang dikatakan oleh Tuan Alexander itu adalah benar saya adalah saksi atas peristiwa itu, dan Tuan Alexander sebenarnya melihat siapa orang yang membunuh Ayahmu saat itu, seandainya ingatan Tuan Alexander masih ada tentang orang itu, kita bisa menangkapnya dan membawanya kehadapanmu untuk membersihkan nama baik Tuan Thomas,” hardik Jhon kesal.
“Sudahlah Jhon, pokoknya kurung dia di sini sampai geng macan tutul keluar dari sarangnya,” sambung Alexander pergi.
...****************...
Di rumah utama sudah ada banyak para polisi mengepung dan juga para wartawan yang menunggu, “Tuan Candra, Anda ditangkap berdasarkan tuduhan akan adanya rencana kejahatan tekhnologi dan juga pembunuhan silakan Anda membela diri dipersidangan nanti,” ucap inspektur polisi. Candra hanya pasrah digiring kedalam mobil polisi.
“Ti-dak... jangan bawa Anakku!” jerit Nyonya Widya.
__ADS_1
‘Awas saja kau Alexander, jika aku menderita maka, kau juga harus ikut menderita,’ ujar Candra dalam hatinya.
...****************...
Berita akan tertangkapnya Candra membuat Marcho murka, dan bahkan ketika ia tahu bahwa Gorgio juga menjadi tawanan geng Harimau Putih semakin membuat Marcho marah.
“Cepat kumpulkan anak buah dan undang beberapa wartawan yang bisa diajak kerjasama,” perintah Marcho pada pria bertumbuh tinggi dan kekar disampingnya.
“Baik Tuan,” balas lelaki itu.
...****************...
Hari itu juga berita tertangkapnya Candra diiringi dengan sebuah opini lain dari surat kabar ternama dengan topik, “Sosok misterius pemimpin dari Kelompok Geng Harimau Putih, yang selalu diincar oleh pihak kepolisian belum tertangkap, seperti yang telah pernah kita ketahui Geng Harimau Putih adalah Geng kriminalisasi terbesar di kota ini yang menjual obat-obat terlarang dan senjata api ilegal, dari foto dan informasi yang kami dapatkan sampai saat ini kami akan merahasiakan orang yang telah mengirim foto ini demi keselamatannya, dari beberapa foto yang ditampilkan tidak nampak terlihat wajahnya sosok pemimpin dari Geng Harimau Putih ini, namun ciri-ciri mengarah pada seseorang yang baru-baru ini menjadi Ketua baru Hwang Group Corporation.”
Berita itu menjadi kontroversi, banyak yang tak percaya dengan isu tersebut, tetapi isu tak hanya disebar melalui koran tetapi juga ada melalui media sosial, sebuah Vlog yang diunggah dari seseorang tentang bagaimana kekejaman Geng Harimau Putih saat mereka bertransaksi dan lainnya, memperkuat asumsi bahwa memang benar adanya sangkut pautnya antara Hwang Grup dengan kelompok Geng Harimau Putih, sebab selama ini menjadi misteri adalah dari mana saham besar Hwang Group berasal?
Dari balik penjara Candra yang mendengar berita itu, langsung ia bergegas ingin meminjam koran yang menampilkan beberapa foto pemuda yang di ambil dari samping memakai topi hitam dan pakaian serba hitam di sertai memegang senjata api.
“Sungguh pengalihan isu yang sangat besar, Mamp*s kau kali ini Alexander!” ujar Candra tersenyum smrik.
Bersambung...
visual Candra
__ADS_1