TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 47 Mina Diculik


__ADS_3

Sebelum mereka bubar dari markas, Alexander menerima sebuah pesan video dari nomor tak dikenalnya.


Video yang berdurasi hanya lima menit memperlihatkan seorang wanita yang terikat, matanya tertutup kain dan mulutnya juga ditutup lakban, wanita itu sedang tak sadarkan diri.


Namun Alexander bisa mengenali siapa wanita ini, “Astaga Minaa!” jerit Alexander.


...****************...


Alexander memberikan perintah urgent time pada anggota Gengnya, “Tolong suruh anggota cyber untuk melacak di mana tempat ini?” pinta Alexander.


“Iya tunggu sebentar Tuan,” ucap Jhon.


“Cepatlah! Mina sedang dalam bahaya,” mohon Alexander.


Alexander tak bisa berpikir jernih entah kenapa ia tiba-tiba sepanik ini?


“Tuan, kita sudah mendapatkan informasi tempatnya ayo kita ke sana!” ajak Jhon.


Mereka pun segera meluncur dan semua anggota dikerahkan memakai senjata dan peralatan lainnya.


“Titik mereka berada di radius sekitar tiga kilometer dari kota ini Tuan,” ucap Jhon.


“Ya kita harus menyelamatkan Mina, suruh para anggota siap siaga jangan sampai Mina terluka,” pinta Alexander.


...****************...


Mina datang ke acara pertunangan Alexander dan Alecia dengan hati yang dongkol. Karena desakan dan ajakan dari Abraham lah ia terpaksa harus menemaninya datang melihat acara ini, hari ini juga tepat Mina menjadi sekretaris kantor Abraham.


“Bukankah mereka pasangan yang serasi?” lirih pelan Abraham disamping Mina. Menatap Alexander dan Alecia yang berdiri di atas panggung sebelum acara dimulai.


“Ya,” jawab Mina singkat.


“Kenapa dari tadi kamu menjawab ya? Apakah kamu kurang enak badan?” tanya Abraham memberikan perhatiannya pada Mina.


“Ti-tidak Pak, saya hanya merasa bingung kenapa orang-orang juga menatap kita?” kilah Mina. Ia merasa risih dengan tatapan orang-orang terutama para wanita yang di sini menatapnya sinis rupanya kehadiran mereka berdua juga menarik perhatian karena mungkin Abraham seorang Ceo.


“Itu karena kamu begitu cantik malam ini, bahkan aku yakin kecantikan kamu bisa menyaingi calon tunangan dari Tuan Alexander,” puji Abraham. Membuat Mina tersipu malu.


“Halo Tuan Abraham,” sapa salah seorang kenalan atau teman dari Abraham.


“Halo juga Mr. Yuki, apa kabar?” balas Abraham ramah.

__ADS_1


“Saya mau izin ke belakang sebentar,” bisik Mina pelan.


“Apa perlu kutemani?” tawar Abraham.


“Tidak usah Mas, saya bisa sendiri, lebih baik Mas Abraham di sini saja sepertinya acaranya sebentar lagi dimulai,” tolak Mina.


“Baiklah hati-hati ya,” ucap Abraham.


Mina hanya mengangguk pelan dan pergi dari samping Abraham, ia bisa merasakan tatapan tidak suka dari beberapa orang karena terus berada disamping Abraham, sebab dari tadi Abraham terus menggandeng pinggangnya agar ia tidak bisa jauh darinya. Kini Mina bisa bernafas lega ada kesempatan menghindari acara itu.


‘Sepertinya acara sudah dimulai mereka akan benar-benar menjadi pasangan,’ pikir Mina. Ia pun keluar dari toilet perempuan. Melangkahkan kakinya kembali menuju ruang aula utama acara pertunangan, tetapi ia terdorong oleh desakan orang-orang yang ingin keluar dari dalam ruangan tersebut. Ternyata itu adalah para wartawan yang sedang mengejar Alexander, ‘Apa yang terjadi?’ tanya Mina dalam benak hatinya.


Ia mencoba mencari Abraham tetapi tidak bertemu, sedangkan Abraham juga menyusul Mina yang katanya ingin ke toilet, tetapi ia juga tidak menemukan keberadaan Mina.


Mina berjalan gontai di pinggir jalan, jalanan lumayan sepi entah sampai kini ia belum menemukan taksi atau ojek untuk pulang, ia menyeret kakinya yang sakit karena heghelshnya, ia melepas dan menenteng. ‘Huh, mana sih ojek? tahu bakal nyeker begini aku tidak akan mau datang, apes banget hidup gue,’ gerutu Mina.


Namun dari arah berlawanan datang sebuah mobil APV hitam, berhenti tepat di depan Mina. Sekelompok lelaki berbaju loreng orange mencoba menangkap Mina dan membawanya naik ke dalam mobil.


Mina mencoba berontak tetapi tenaganya kalah, tangannya di cekram beberapa orang lelaki dan seseorang menempelkan sesuatu tepat dihidung Mina, dan ia pun tak sadarkan diri lagi.


Di ruangan yang pengap hanya diterangi oleh lampu kuning yang cahayanya sedikit remang-remang.


Berlahan kesadaran Mina mulai terusik karena mendengar suara tertawa keras terbahak-bahak.


Suara para bandit itu makin dekat tandanya mereka akan masuk ke ruangan ini, Mina pun tetap berpura-pura pingsan.


“Apakah ini gadis yang dekat Alexander?” tanya Lelaki Tua yang memakai tongkat.


“Betul Tuan, dialah orangnya seperti yang sudah di informasikan oleh Tuan Candra dan Nona Alecia,” jawab anak buahnya.


“Bagus bangunkan dia!” perintah lelaki tua itu tak lain adalah Marcho.


“Hei, bangunlah!” anak buah Marcho menyiram Mina dengan sebotol air mineral.


Mina kaget terbangun, Ia menjerit “Emmmzz emmmmz....” Mina tidak bisa bersuara karena mulutnya terkunci dengan lakban.


“Buka lakbannya,” pinta Marcho.


Setelah dibuka lakban barulah Mina bisa mengambil nafas panjang, “Siapa kalian hah?” pekik Mina.


“Hahaha gadis yang manis, maaf kamu harus menjadi kelinci umpan untuk binatang buas seperti Alexander.” Marcho tidak menjawab malah memberikan penjelasan pada Mina.

__ADS_1


“Apa? Alexander? Oh tidak, gue tidak punya hubungan apa-apa sama dia, jadi lepasin gue,” bantah Mina sambil mencoba melepaskan diri.


“Diam!” bentak Marcho.


Membuat Mina langsung tterdiam nyalinya menjadi menciut, mulutnya kembali dilakban.


“Kita buktikan saja sebentar lagi pasti dia akan menolongmu kamu kelinci kecil harus diam, jangan berisik! Jika tidak pistol anak buah saya, dengan sekali petik bisa untuk menghancurkan kepalamu ini,” gertak Marcho.


Mina hanya mengangguk menangis.


...****************...


Handphone Alexander berdering, ada panggilan masuk, “Halo,” angkat Alexander.


“Iya Tuan Alexander ini saya Abraham."


“Bukankah kamu tadi datang mencari saya ke villa ada apa?”


“Saya tidak mencari Anda ke villa Tuan," jawab Abraham binggung.


“Oh ya, tetapi Pak Harto bilang kamu tadi datang sebentar untuk mencari saya,"


Aneh! siapa yang berbohong?


“Tidak ada Tuan, Begini, saya minta tolong dari tadi saya mencari Mina dan menghubungi nomornya tetapi tidak terhubung,” sanggah Abraham.


“Mina diculik!” timpal Alexander.


“Apa diculik?” tanya Abraham terkejut.


“Iya ini saya dalam perjalanan menuju lokasi," ujar Alexander.


“Share lokasi Tuan, saya akan segera menyusul ke sana," ucap Abraham mematikan telponnya, dan ia menerima pesan dari Alexander tentang keberadaan Mina di mana, Abraham langsung beranjak menyusul.


Bersambung....


Visual Mina



...****************...

__ADS_1


Rekomendasi novel hari ini adalah...



__ADS_2