TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 24 Marcho Sebenarnya


__ADS_3

“Huh, dasar kalian tidak becus bagaimana bisa menangkap satu orang saja tidak bisa?” tanyanya berang.


Bugh! Ia menendang anak buahnya dengan kesal.


“Cepat lakukan pencaharian!”


“Baik Tuan,”


“Ayah, apakah benar Alexander masih hidup?” tanya Candra.


“Kemungkinan iya, dia yang bernama Zaini,”


“Terus bagaimana jika ia kembali dan mengetahui bahwa Ayahnya kita culik?” tanya Candra cemas.


“Anak g*blok seharusnya kau bisa memikirkan agar kamu bisa secepatnya menguasai Hwang Group dan kita akan jadikan Ayahnya ini sebagai umpan, untuk mengadu domba antara Kakek dan Cucunya, aku akan mengambil alih kelompok geng Harimau Putih,” jelas Marcho memandang seseorang yang lumpuh dikursi roda.


“Lalu aku harus bagaimana melawan Abraham, Ayah?”


“Tenang kita bersama seseorang yang kuat dibelakang kita, hahahaha,” tawa Marcho penuh ambisi.


“Oh ya kamu harus mendekati gadis namanya Mina itu agar kamu tahu informasi tentang Alexander di mana,” ucap Marcho.


“Iya, Ayah,” sahut Candra.


...****************...


Malam itu saat Mina menyatakan bahwa seseorang tetangganya yang mencari Junaidi para anak buah Marcho yang mendapatkan informasi dari Candra langsung turun lebih dulu, mereka sebenarnya ingin menangkap seseorang yang mencari Junaidi agar jejaknya tidak bisa ditemukan. Sudah hampir dua puluh lima tahun Junaidi berada dalam sekapan mereka. Badannya yang kurus kering tak terawat dibiarkan oleh Marcho, namun ia tidak mau Junaidi mati, ia hanya menjadikan Junaidi bahan untuk mengancam Alexander.


Tanpa mereka ketahui ternyata yang mencari Junaidi adalah anaknya sendiri yaitu Alexander, yang dikira meninggal karena kecelakaan namun nyatanya masih hidup, itu membuat Candra semakin geram.

__ADS_1


...****************...


“Tidak ada terdapat liat nama Zaini yang melakukan penerbangan Tuan Besar,” terang Jhon.


“Apa kamu sudah mencarinya keseluruhan bandara?” tanya Tuan Thomas.


“Iya Tuan saya sudah mencoba mencarinya keseluruhan bandara yang ada di kota ini,” jawab Jhon. Memang sudah dua hari semenjak kejadian di perkampungan Mina itu mereka terus melakukan pencaharian karena mereka tahu pastinya yang banyak musuh yang ingin mengincar Alexander.


“Apa yang ingin direncanakan oleh anak ingusan itu?” lirih Tuan Thomas.


“Saya juga ingin mencari Tuan Muda,” timbrung Abraham yang berada disitu.


“Tidak usah kamu cukup fokus urus perusahaan dan melawan Candra,” pinta Tuan Thomas.


“Baiklah, Tuan Besar,”


...****************...


Abraham baru saja tiba hanya menggeleng lemah, “Belum, semoga saja dia baik-baik saja.”


“Hikhikhik ini semua salah aku yang membongkar rahasianya, ia sudah melarangku untuk mengupload foto pencaharian bapaknya, tetapi aku memang keras kepala, aku gak guna,” rutuk Mina.


“Husst! Sudah Nona jangan menagis nanti orang salah paham kita masih ada di kantor ini,” sambung Abraham.


Situasi kantor saat ini memang ramai karena jam masuk pagi para karyawan. Mereka melirik dan menatap heran pada Abraham dan Mina yang menagis.


...****************...


Zaini atau yang dikenal sebagai Alexander ia telah sampai ke Los Angeles, California. Tak ingin membuang waktu ia langsung pergi ke Harvard University, tempat Prof. Gorgio sahabatnya mengajar, untung beberapa Prof dan staf pengajar mengenalnya.

__ADS_1


“Permisi, Hallo maaf menganggu Anda Prof. Rolex,” sapa Alexander.


“Hallo juga Mr. Alex, sudah lama Anda tidak kemari,” balas Prof. Rolex


“Saya kesini ingin bertemu dengan Prof. Gorgio, di mana Prof. Gorgio sekarang?” tanya Alexander.


“Apakah Anda tidak tahu, Prof. Gorgio telah lama resign dari Universitas, sekitar enam bulan yang lalu” jawab Prof. Rolex


“Kemana ia pindah?” tanya Alexander.


“Katanya sih ke Tiongkok karena ada tawaran mengajar di sana,” jelas Prof. Rolex.


“Oh begitu, terima kasih atas informasinya Prof. Rolex,” sambung Alexander.


“Sama-sama.”


‘Kenapa perginya Gorgio tidak mengabariku? Biasanya ia paling awal mengabariku, apa dia tahu sistem ETO dalam masalah?’ tebak Alexander dalam hatinya.


Bersambung...


Visualisasi



...****************...


Hai mampir ya


__ADS_1


Love is blind. Sebuah quote paling terkenal dan mungkin sesuai untuk Adriano D’Angelo, bos mafia Tigre Nero yang memiliki jaringan terbesar di benua Eropa. Dia telah jatuh cinta kepada wanita bersuami yaitu Florecita Mia. Cinta yang begitu besar tak membuat Adriano mendendam, meskipun Mia telah menembaknya. Dia juga dibuang ke samudera oleh suami wanita itu.


Adriano memilih untuk menghilang dan menutup masa lalunya. Namun, takdir mempertemukan kembali dirinya dengan sang wanita pujaan. Bedanya, saat itu Mia telah menjadi janda. Wanita yang dulu pernah mencoba menghabisi nyawanya, kini menghadap dan meminta bantuan Adriano untuk mengungkap pelaku dari pembunuh sang suami.


__ADS_2