TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 33 Hancurnya Virus AXY


__ADS_3

“Suruh Mina mengendalikan program ETO di perusahaan, setelah itu tunggu saja aba-aba dariku, aku akan menggunakan cara untuk menghancur virus AXY itu dan aku harap kalian bisa bekerjasama dengan baik,” jelas Alexander. “Baiklah Tuan Muda, akan saya laksanakan,” balas Abraham.


...****************...


“Sungguh itu permintaan Alexander?” tanya Mina saat Abraham menceritakan telpon dari Alexander tentang adanya Virus AXY di Tiongkok. Abraham mengangguk pasti, “Iya kita harus melakukan yang terbaik sesuai dengan arahan Tuan Muda, dan kita harus mencari bukti bahwa alat yang dipresentasikan oleh Candra kemarin bukanlah alat asli buatannya sepertinya itu buatan orang lain.”


“Benar ayo kita segara bergegas ke program ETO,” ajak Mina.


...****************...


“Bagus Gio, kamu sudah melakukan yang terbaik, sekarang Alexander berada dalam mode kacau,” puji Candra.


“Tuan Muda terlalu menyanjung saya,” ucap Prof. Gorgio


“Hahaha Anda begitu cerdas Prof. Gio dengan begitu Alexander akan rapuh dan ini kesempatan bagi saya untuk mengambil alih segala yang ia miliki,” ujar Candra tersenyum menyeringai.


...****************...


Saat terjadi perkelahian dan juga perdebatan antara Alexander dan juga Prof. Gio malam itu, tanpa diketahui tangan Alexander dengan lihai memasang beberapa alat sadap dan juga sebuah plasdisk kecil di ujung port USB CPU milik Gio, ia sengaja mengulur waktu melayani pembicaraan dengan Gio.


Sedangkan itu Mina dan Abraham sudah standby di program ETO mereka melihat dilayar monitor sepertinya langsung memang sudah terhubung dengan sinyal yang muncul dari plasdisk yang di colok oleh Alex.


“Apakah masih lama tanya Abraham?”


“Sebentar lagi ini loadingnya sudah hampir delapan puluh persen,” jawab Mina fokus terhadap layar monitor.


Sebenarnya Abraham juga mengerti tentang program hanya saja kelemahannya dalam menganalisis data program ia tidak bisa membaca itu dengan cukup teliti seperti Alexander.


“Yes berhasil, ini adalah data tentang keberadaan Virus AXY dan ini adalah...,” ucap Mina terhenti karena ia melihat hal yang tidak biasa.


“Hei-ini adalah apa?” sela Abraham.


“Ini adalah virus juga tetapi berbeda dengan virus AXY, kayanya Tuan Alexander sudah menyiapkan virus ini untuk menyerang virus AXY juga,” terka Mina.


“Tunggu, maksudmu virus yang diciptakan oleh Alexander juga bisa menyerang virus AXY?” tebak Abraham dengan wajah setengah kagum.


“Iya betul, bisa dikatakan seperti itulah karena untuk menyerang virus seganas AXY maka gunakanlah juga virus yang setara dengannya, bukankah seperti itu hukum alamnya agar bisa betahan?” tukas Mina yang juga terkagum-kagum dengan kecerdasan Alexander.

__ADS_1


“Wow keren sekali pantas saja Tuan Muda dijuluki dengan Top programmer,” lirih Abraham.


...****************...


“Astaga, bangs*t kamu Alex,” maki Gio, yang menyadari keteledorannya, bagaimana bisa ia kecolongan, data dan sistem AXY menjadi hilang tak terkendali, mengumpat dan terus mengeluarkan sumpah serapah, mendengarkan itu Alexander tertawa. Alat sadap yang tertempel disalah satu dingin ruangan Gio itu.


“Kamu pikir aku akan melempaskanmu begitu saja? Aku akan menghancurkan lebih ganas dari siapa pun yang mencoba ingin menghancurkan sistem ETOku,” geram Alexander.


...****************...


“Abraham di mana Mina?” tanya Alexander lewat handphonenya.


“Mina ada di sini Tuan Muda.”


“Aku ingin bicara dengan Mina,”


“Baik Tuan Muda,”


“Mina...,” panggil Abraham.


“Tuan Muda Alexander ingin bicara denganmu,” ucap Abraham menyerah ponselnya.


Mina mengambil ponsel itu, lalu nampak ada panggilan vedio call, ia langsung mengangkatnya.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Alexander menatap Mina dari dalam vedio.


“Kabarku baik Tuan,” jawab Mina canggung.


“Ckck! Kenapa kamu ikut-ikutan memanggilku Tuan? Panggil saja aku Zaini seperti dulu,” decak Alexander sebal.


“Aku kira kita tidak sedekat itu Tuan,” ujar Mina melirik ke arah Abraham, merasa tak nyaman kalau ia dianggap tidak sopan dengan Alexander.


“Oh ya? Baiklah, aku cuma ingin kamu dan Abraham untuk menyelidiki Candra pada saat ulang tahun perusahaan nanti cari tahu sampai detail dengan siapa Candra bekerjasama,”


“Kenapa harus aku?”


“Karena hanya kalian berdua orang yang bisa kupercayai sekarang ini, berikan ponselnya pada Abraham biar nanti aku jelaskan dengan dia saja,” sugut Alexander.

__ADS_1


“Astaga kenapa ia sekarang makin tambah nyebelin,” ucap Mina menyerahkan ponsel pada Abraham kembali.


“Ya Tuan Muda, ada apa?” tanya Abraham yang binggung melihat muka Mina yang cemberut.


“Begini....” Alexander menyusun rencananya dengan Abraham, dan ia meminta Mina untuk menjadi umpan Candra.


“Siap Tuan akan kami lakukan,” ucap Abraham patuh.


...****************...


Setelah mematikan sambungan telpon dengan Abraham ternyata Jhon kembali datang ke Villa untuk terus membujuk Alexander menemui Kakeknya.


“Tuan Besar sangat ingin bertemu dengan Anda Tuan Muda," bujuk Jhon.


“Kalau dia memintaku bertemu hanya untuk menyemai luka kembali lebih baik tidak usah," tungkas Alexander kesal.


“Jika Anda ingin mengetahui segalanya, maka Tuan Besar siap menceritakan semuanya, asal Tuan Muda mau menemuinya, keadaan Tuan Besar sudah kritis," ujar Jhon meyakinkan.


“Baiklah, siapkan mobil aku akan menemuinya,"


“Siap Tuan Muda," sambung Jhon gembira.


'Bertahanlah Tuan! Semoga keadaan Tuan Besar keadaannya kembali stabil,' gumam Jhon khawatir.


Bersambung...


...****************...


Bagaimana keadaan Tuan Thomas? dan bagaimana rencana Mina dan Abraham untuk membongkar kebusukan Marcho dan Candra? Terus nantikan ya teman-teman di episode berikutnya.


Yuk mampir pada rekomendasi hari ini:



Blurb :


Seorang suster cantik yang bernama Dina Permata Devindra, diam-diam telah jatuh hati pada sahabat di masa kecilnya yang bernama Exsel Wiratama yang sudah mempunyai kekasih yang juga merupakan sahabatnya sendiri. Hingga akhirnya Dina memilih mengalah dengan sahabatnya. Namun seiring berjalannya waktu hubungan antara Exsel dan kekasihnya kandas di tengah jalan karena sebuah perjodohan. Lalu apakah Dina akan berusaha merebut hati Exsel kembali? Ataukah Dina justru lebih memilih orang pilihan keluarganya untuk dijadikan pendamping hidupnya, daripada Exsel yang juga telah dijodohkan oleh keluarganya?

__ADS_1


__ADS_2