TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 36 Jebakan Mina.


__ADS_3

Sesaat sebelum pesta ulang tahun perusahaan digelar, Candra menyempatkan bertemu dengan Marcho.


“Aku akan menghubungi Peter untuk bertemu dengannya semoga saja ia mau diajak bekerjasama,” kata Candra menyerahkan sebuah map berisi selembar surat wasiat yang ditandai cap tangan Thomas, rencananya mereka akan menukar surat wasiat yang asli dengan surat wasiat baru.


“Ti-tidak mungkin ia mau bekerja sama, kau tahu sendirikan Peter itu orangnya tidak mudah untuk disuap,” bantah Marcho.


“Lalu bagaimana caranya aku mencuri surat wasiat asli itu?”


“Kau lupa dengan Shireen asstien lawyer Peter? Kau pasti bisa membujuknya kan?”


“Wah ide yang cemerlang Ayah,” Candra pun menghubungi Shireen, “Hallo, Shireen sayang... apa kabar? Begini....”


Shireen yang sedari dulu tergila-gila dengan Candra ia berambisi ingin sekali menjadi seorang isteri dari seorang Ceo, tentu ia tidak akan keberatan dengan rencana Candra itu, bujuk rayu dan iming-iming dari seorang Candra mampu membuat Shireen mengkhianati Bosnya sendiri.


...****************...


Selesai acara ulang tahun perusahaan. Mina gencar melakukan misinya. Candra yang berada dibawah pengaruh alkohol dan ob*t yang telah Mina siapkan. Mina membawa Candra ke sebuah kamar hotel, yang mana sudah ditunggu oleh Alexander dan Abraham, untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu pada Mina.


Mina mengiring Candra untuk berbaring di sebuah ranjang, antara sadar dan tidak Candra terus berusaha ingin memeluk Mina namun, Mina terus menepis tangan Candra, Mina menempelkan jari tangannya dengan lembut ke bibir Candra dan berkata, “Ssstt... berbaringlah! Aku hanya terkesima, Tuan Candra ternyata begitu berani melawan dan juga bersaing dengan Alexander dan Abraham?”


“Hahaha, itu karena aku didukung oleh orang-orang berada belakangku,” jawab Candra meracau.


“Oh ya? Hebat dong ada orang-orang yang mendukung Anda Tuan, memang mereka siapa?”

__ADS_1


“Hahaha, untuk apa kamu ingin mengetahui siapa mereka?” tanya ulang Candra.


“Ya Tuan, siapa tahu nanti aku bisa bergabung,”


“Ya- ya betul, kamu harus bergabung dengan kami. Mereka itu adalah anak buah Ayah kandungku termasuk salah satu sahabat Alexander.”


“Siapa dia?”


“Prof. Gorgio dialah sahabat Alexander , dia yang telah membuat aplikasi tandingan sistem ETO yaitu CIO yang kemaren aku presentasikan melawan Abraham, dan virus AXY yang ia ciptakan dengan untuk menghancurkan sistem ETO milik Alexander,” ungkap Candra tanpa sadar yang ia katakan.


“Hah, virus AXY?”


“Ya virus AXY yakni singakatan Angelina Xiao Yinxi, nama yang diambil dari isteri Gorgio, sangat romantis bukan?” sambung Candra yang mulai terlelap tidur.


...****************...


Candra yang terbangun di siang hari, “Aa-aakh... mengapa aku di sini?” lirih Candra. Ia mengingat-ingat peristiwa malam tadi, “Aduuh... kepalaku sangat pusing, tetapi aku ingat Mina yang mengajakku kemari, apa yang terjadi malam tadi? bod*h kenapa aku lupa?" rutuk Candra pada dirinya sendiri.


...****************...


“Mau Anda apakan dengan rekaman itu Tuan Muda?” tanya Abraham.


Alexander mengamati hasil rekaman yang berasal dari anting Mina, “Aku akan gunakan ini sebagai salah satu bukti untuk mempenjarakan mereka semuanya, aku ingin kamu menyelidiki siapa sebenarnya Ayah kandung Candra?”

__ADS_1


“Saya akan segera mencari informasinya.”


Sedangkan pagi hari itu Alecia Anggraini seorang model terkenal yang mengaku sebagai tunangan Alexander muncul kembali mencarinya di perusahaan. Alecia begitu senang dengan kabar pada kenyataanya Alexander tidak meninggal dunia, “Hai cintaku, Alexander ganteng,” sapa Alecia sumringah.


Alexander tak menyahut pembicaraannya, ia hanya memasang wajah datar, hal itu membuat Alecia kesal, dan mendekati Alexander, “Jangan mendekat! Aku tidak ingin diganggu Alecia,” ucap Alexander dingin.


“Apa kamu gak kangen sama aku? Kita sudah lama tidak bertemu, aku sengaja membatalkan jadwal pemotretanku hari ini agar kita bisa bertemu, dan membahas rencana pertunangan kita yang tertunda, ” cecar Alecia.


“Cukup Alecia, tidak akan ada pertunangan diantara kita, dan itu tidak akan terjadi,” sanggah Alexander.


“Mengapa? Apa kamu menyukai seseorang?” tanya Alecia.


“Buat apa kamu bertanya lagi, kamu sudah tahu jawabannya,” balas Alexander.


“Siapa orang itu? Bagaimana nanti jika Kakekmu marah?”


“Kamu tidak perlu tahu siapa dia”


‘Huh, aku tidak akan membiarkanmu jatuh ke pelukan orang lain, kamu hanya akan jadi milikku Alexander,’ gumam Alecia dalam hatinya.


Bersambung....


Mampukah Alexander mengungkap teka-teki persoalan hidupnya? Simak terus ya, jangan lupa komentar, like dan dukungan buat Author biar semakin seru ceritanya, Terima kasih para reader's.

__ADS_1



__ADS_2