TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 46 Mata-mata itu adalah...?


__ADS_3

“Tidak, tetapi aku hanya ingin membatalkan pertunangan ini dan selamat menikmati sandiwaramu,” kata Alexander pergi meninggalkan Alecia yang semakin menagis menjerit.


“Awas kau Alexander! Aku tidak terima putriku dihina dan dipermalukan di depan umum seperti ini,” geram Papinya Alecia.


...****************...


Para wartawan memburu Alexander, dan mengejarnya untuk menanyakan, “Tuan bagaimana dengan isu tentang Geng Harimau Putih? Dan juga isu akan adanya asumsi publik tentang istilah saham black selama ini yang diterima oleh perusahaan Hwang Group?”


Alexander tak menghiraukan pertanyaan para wartawan yang terus meminta penjelasan, dikawal dengan para bodyguard ia bergegas masuk ke dalam mobilnya. Alexander akhirnya bisa bernafas lega satu masalah kini masih mengantuinya bagaimana ia bisa dituduh menjadi seorang mafia kejam dan penuh dengan sisi kejahatan? Padahal ia selama ini ia tidak pernah melakukan apa-apa. Mungkin ini karena pengaruh buruk dari kakenya Thomas, bagaimana ia bisa membuktikan kalau dirinya tidak terlibat?


“Bagaimana apakah ada informasi terbaru?” tanya Alexander ketika sampai di Villanya


“Informasi terkini terlacak orang yang mengirim pesan foto kepada penerbit koran Airline dan yang mengunggah Vlong adalah orang yang sama,” jawab Jhon.


“Hemmmmz, sediakan umpan untuk menangkap kancil kecil satu ini,” ucap Alexander.


“Baiklah, malam ini kita akan kumpulkan semua anggota, dan membawa Gorgio ke sini,” balas Jhon.


Pembicaraan Jhon dan Alexander didengar oleh seseorang dari balik pintu.


...****************...


Di Markas Besar Geng Harimau Putih, berpusat di salah satu kota kecil di kota A tanpa orang-orang ketahui.


Benar saja malamnya mereka mengumpulkan seluruh anggota dan membawa Gorgio yang dari Tiongkok ke Indonesia, bahkan anggota Geng yang berada di luar negeri pun harus ikut berkumpul, semua yang hadir sekitar lima puluh orang, mereka perwakilan dari setiap wilayah baik dalam maupun luar negeri.


“Kalian tahu kenapa kalian dikumpulkan di sini semuanya?” tanya Jhon sebagai juru bicara Alexander.


“Tidak Tuan, memang ada apa? Apakah ada masalah besar?” tanya balik seorang anggota memakai kacamata hitam. Dia adalah perwakilan bicara dari pihak anggota.


“Kalian pasti sudah tahu isu yang menerpa Tuan Muda, ini sangat penting dan semua fitnah yang terlontarkan di media massa, sanggatlah memberikan imbas yang nyata pada perusahaannya,” ujar Jhon.


“Lalu Tuan, menginginkan kami berbuat apa?”

__ADS_1


“Kalau memang mereka ingin membongkar dan mencari tahu tentang Geng Harimau Putih ini, lebih baik kita expos saja kegiatan Geng Harimau Putih,” usul Alexander buka suara.


“Apa-a?” suara serempak dari para anggota begitu riuh dan terkejut dengan usulan dari Alexander.


“Te-tapi Tuan, kita selama ini hampir dua puluh tahun, belum pernah menampakkan kegiatan geng kecuali dalam bisnis hitam yang kita jalankan,” ucap Seorang Lelaki jangkung, tinggi-kurus memakai topi hitamnya.


‘Karena ini sebagai cara untuk bisa, mengetahui siapa mata-mata dari kalian?’ balas Alexander dalam hatinya.


“Tenang saja, identitas kita akan aman dan kalian bisa beraktivitas seperti biasanya, hanya saja aku ingin kalian bisa memberitahu pada dunia bagaimana sesungguhnya Geng Harimau Putih, sudah cukup opini buruk yang selama ini kita terima,” jelas Alexander.


Seluruh anggota yang mendengar itu ada yang pro mengangguk setuju dan ada yang kontra karena cemas identitas mereka terbongkar, “Tetapi bagaimana jika polisi menyelidiki sumber dana dari kita?” tanya seorang anggota yang berdiri di sisi ujung kiri.


Alexander menghela nafas panjang memang banyak kekhawatiran yang nantinya akan bisa terjadi bila rencana ini terrealisasikan.


“Maka dari itu saya mengumpulkan kalian di sini memohon kerjasama kalian semua, memperkuat solidaritas kita agar bisa membuktikan pada semua orang kalau Geng Harimau Putih itu tidaklah seburuk yang mereka kira selama ini, memang ada beberapa kali kita melakukan sedikit tindakan penyalahgunaan senjata api, tetapi pasti ada alasan dibalik itu semua, saya harap kalian bisa menunjukkan bahwa kita bukanlah seperti yang mereka tuduhkan, apakah kalian tidak percaya dengan pemimpin kalian ini?” tanya Alexander tegas.


“Bukan begitu Tuan, maksud kami...,” sela seorang perwakilan.


“Ya saya tahu kecemasan kalian, bukankah selama ini kitalah geng yang terkuat? Kita bisa menyerang orang-orang yang telah menuduh kita tanpa harus membongkar identitas, aku akan memimpin kalian untuk bermain cerdik kali ini, tanpa harus menggunakan otot dan senjata kalian, percayalah dengan saya, seperti kalian mempercayai Kakek saya, ” potong Alexander, ia mengerti keraguan para anggota usulnya ini bisa menjadi bumerang untuk seluruh anggota apabila gagal.


“Bagaimana dengan dia Tuan? Apa yang akan kita lakukan terhadapnya?” tanya Jhon pada Alexander, ia melirik ke samping melihat Gorgio yang terpasung lemah.


“Menurutmu apakah aku harus menyerahkannya pada pihak berwajib juga biar bisa menemani Candra di sana?” Alexander meminta pendapat Jhon.


“Sepertinya hal itu juga tidak akan membuatnya jera seperti Candra, kecuali ia sadar bahwa ia telah mengkhianati teman sebaik anda,” sahut Jhon.


Sebelum mereka bubar dari markas, Alexander menerima sebuah pesan video dari nomor tak dikenalnya.


Video yang berdurasi hanya lima menit memperlihatkan seorang wanita yang terikat, matanya tertutup kain dan mulutnya juga ditutup lakban, wanita itu sedang tak sadarkan diri.


Namun Alexander bisa mengenali siapa wanita ini, “Astaga Minaa!” jerit Alexander.


...****************...

__ADS_1


Beberapa saat sebelum pertemuan dengan para anggota, Alexander bersiap ingin pergi, tetapi saat ia ingin pergi, “Anda mau ke mana Tuan?” tanya Pak Harto seorang kepala pelayan kepercayaan Kakek Thomas.


“Saya ingin pergi ke suatu tempat,” jawab Alexander.


“Oh ya Tuan Muda, tadi ada Abraham yang datang mencari Tuan,” ujar Pak Harto.


“Lalu kenapa tidak memberitahu saya?”


“Saya takut menganggu istirahat Anda Tuan dan sepertinya Anda sedang banyak pikiran,” jawab Pak Harto.


‘Tidak seperti biasanya Abraham mampir tanpa menghubungiku lebih dulu,’ gumam Alexander.


“Dari mana Pak Harto tahu saya banyak pikiran?” curiga Alexander, entah kenapa sekarang ia lebih sensitif dengan orang-orang disekitarnya setidaknya lebih waspada.


“Sa-saya hanya menerka saja Tuan, maafkan saya jika baru mengatakan kedatangan Abraham sekarang.” Pak Harto menjawab dengan terbata-bata sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Alexander.


“Hahaha iya tak apa, santai saja Pak Harto, saya hanya bercanda jangan ketakutan begitu,” tawa Alexander mencairkan suasana.


Pak Harto hanya tersenyum tipis.


Selepas kepergian Alexander, Pak Harto menerima telpon dari seseorang.


“Bagaimana?”


“Sudah saya sampaikan seperti permintaan Tuan,” balas Pak Harto.


“Bagus, kamu buntuti saja dulu kepergiannya dan untuk informasi selanjutnya biarkan Rudi yang menjalankan aksinya,” perintah seseorang.


“Ya Tuan.”


Bersambung...


Duh siapa lagi yang culik Rahmina? Jangan lupa like dan coment gaes, sinyal Author di sini susah, jadi lamban up nya 😁🙏

__ADS_1


Skuuy mampir di karya emak satu ini dijamin seru.



__ADS_2