
“Jika Anda ingin mengetahui segalanya, maka Tuan Besar siap menceritakan semuanya, asal Tuan Muda mau menemuinya, keadaan Tuan Besar sudah kritis," ujar Jhon meyakinkan.
“Baiklah, siapkan mobil aku akan menemuinya,"
“Siap Tuan Muda," sambung Jhon gembira.
'Bertahanlah Tuan! Semoga keadaan Tuan Besar keadaannya kembali stabil,' gumam Jhon khawatir.
...****************...
Jhon membawa Alexander ke rumah sakit untuk menemui sang Kakek, setibanya mereka di sana, Candra dan Ibunya sudah ada.
Melihat itu Jhon langsung menghampiri dan membungkuk hormat menyapa Nyonya Widya, “Bagaimana keadaan Tuan, Nyonya?”
“Sekarang sedang ditangani oleh dokter dan ini sudah hampir satu jam lamanya karena tiba-tiba ia tadi mengalami kesakitan bernafas,” ucap Nyonya Widya terisak. Alexander menatap jengah ia seakan-akan menjadi manusia paling tega karena telah membuat Kakeknya sakit.
Dokter Chiko Sp.JP adalah Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah merupakan dokter yang fokus dalam mendiagnosis dan menangani masalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular yang bertanggung jawab pada pasien VVIP seperti Tuan Thomas. Ia juga bagian dari dokter pribadinya, Dr. Chiko keluar dari ruang VVIP Tuan Thomas dengan wajah yang putus asa, ia akan menyampaikan sebuah berita kepada keluarga Tuan Thomas.
“Bagaimana suami saya Dok?” tanya Nyonya Widya cemas.
“Maafkan saya, tetapi saya harus menyampaikan ini pada keluarga Tuan Thomas, saya dan seluruh tenaga medis yang bekerja sama telah berusaha keras menyelamatkan Tuan Thomas tetapi beliau tidak bisa terselamatkan,” ucap dr. Antonio gemetar.
__ADS_1
“Ma-maksudnya Anda apa dok?”
“Maaf saya menyampaikan ini, Tuan Thomas telah meninggal dunia,” jawab dr. Chiko.
“Ti-tidak... ini tidak mungkin suamiku,” raung Nyonya Widya menerobos masuk ke dalam ruangan UGD meyakinkan dirinya.
Candra dan Alexander mengikuti dari belakang, Alexander juga tak percaya jika secepat ini Kakeknya meninggal, padahal baru beberapa hari ia ditinggal oleh Bapaknya.
Berita tentang meninggal orang nomor satu di Hwang Group ini cukup mengemparkan publik. Karena baru kemarin malam para petinggi Hwang Group memeriahkan acara ulang tahun perusahaan tanpa Ketua Hwang Group. Hal ini tentu menjadi sorotan media massa yang penasaran akan meninggalnya orang nomor satu di Asia ini.
“Pemirsa saya Reporter A dari Berita C, saya sedang berada di rumah duka Ketua Hwang Group, Yakni Ketua Thomas nampak beberapa pejabat seperti beberapa walikota dan jajaran dewan direksi serta para investor penting yang ikut mendo'akan dan mengikuti proses pemakaman, seperti yang dikonfirmasi oleh dr. Chiko yang bertugas menanggani Ketua Thomas menjelaskan awalnya Ketua Thomas mengalami penyakit jantung hipertensi, Penyebab utama penyakit jantung ini adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tekanan darah mempengaruhi jantung dan arteri, karena itu adalah penting untuk stablise tekanan. Kemudian tiba-tiba ia mengalami kejang dan sesak nafas, di diagnosa mengalami Kor ppulmona hal itu juga disebut penyakit jantung paru, yang disebabkan oleh hipertensi. Ventrikel kanan jantung tidak merespons tekanan darah tinggi dari paru-paru. Meninggalnya Ketua Hwang Group berumur enam puluh tahun, ia meninggalkan seorang istri, satu orang anak dan satu orang cucu, demikian yang dapat saya sampaikan kita kembali ke studio...,” papar Reporter itu.
...****************...
Tuan Thomas yang terbaring lemah di atas kasur bangkar, banyak alat medis yang terpasang di dadanya, sebenarnya Tuan Thomas sadar ia mengetahui bahwa yang datang adalah Candra tetapi ia tak bergeming, ia tetap dalam posisi pura-pura tertidur, secara diam-diam pula Candra mengambil sample cap tangan Ayah tirinya itu sambil berbisik, “Hahahaha rasakan kau Tuan Thomas yang sombong, cucu kesayanganmu itu sudah tak memperdulikanmu lagi, kini lebih baik kau lenyap saja dan beristirahatlah, biarkan Hwang Group menjadi milikku.”
“Apa yang kau lakukan lakukan Candra? Kau ingin membuatku mati hah,” ujar Thomas terbangun dari tidurnya.
“Hahaha, lebih baik kau dan cucumu itu segera menyusul menantumu yang telah meninggal kemaren,” hardik Candra.
“Ka-kau...,” ucap Thomas kesakitan memeganggi dadanya yang sesak dan nafas yang mulai tersegal-segal karena alat oksigen secara sengaja dilepas oleh Candra.
__ADS_1
“Selamat tinggal Tuan Thomas Ayah tiriku tersayang,” ejek Candra menyingkirkan dirinya segera dan pergi menjauh.
Biasanya ada para penjaga atau anak buah dari Tuan Thomas yang siaga di luar ruangan tetapi karena Candra yang memerintah mereka untuk pergi, untung saja seorang perawat melintas di ruang Tuan Thomas, melihat Tuan Thomas mengalami kejang dan sesak nafas langsung memanggil dokter. Namun setelah satu jam, keadaan darurat berlangsung suara alat rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG), terhenti menandakan bahwa Tuan Thomas telah tiada.
...****************...
Alexander menatap nanar acara pemakaman Kakeknya, diantar seluruh kerabat dan orang-orang kepercayaan Tuan Thomas, ia tak kuasa menahan kesedihan kesekian kalinya meski hubungan kekeluargaan dengan Kakeknya tidak begitu baik, tetapi selama ini Kakeknya selalu mengajarkan pribadi yang kuat.
Candra dan juga Nyonya Widya tak kalah, sedari tadi tangis dan air mata kehilangan membanjiri wajahnya, Nyonya Widya sangat terpukul atas kematian suaminya.
...****************...
Selesai acara pemakaman, Jhon berbisik pada Alexander, “Dr. Chiko ingin bertemu dengan Anda."
“Mengapa ia ingin menemuiku?” tanya Alexander.
“Tidak tahu, pokoknya ia berpesan ingin bertemu berdua dengan Anda Tuan Muda," jawab Jhon.
Bersambung...
__ADS_1