TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 9 Rencana Pertunangan


__ADS_3

Setelah rapat dengan beberapa klain, Alex kembali ke villa untuk berangkat ke Hongkong, tetapi di tengah jalan ada sambungan telpon dari Jhon, bahwa Alex telah di tunggu kedatangannya di rumah utama sang Kakek. Terpaksa Alex datang demi Kakeknya yang sudah terlanjur mengancam akan mencabut semua investor dari jajaran direksi.


‘Dasar Pak tua menyebalkan,’ maki Alex dalam hatinya.


“Ayo turun Tuan Muda! Kita sudah sampai di rumah utama,” ajak Abraham.


“Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, Ayo Alexander kemari!” ucap Tuan Thomas.


“Kenalkan ini adalah Tuan Emil dari PT. Abdi Jaya Edu Elictric dan Putrinya Alecia Anggraini,” sambung Thomas kembali.


“Oh Hallo, kenalkan juga saya Alexander cucu dari Tuan Thomas,” balas Alexander.


“Hai Alex, kita ketemu lagi,” sela Alicea senang.


“Oh Hai Alicea, apa kabar?” tanya Alex berbasa basi, padahal ia malas sekali menanggapi perempuan satu ini.


“Baik, sangat baik,” sambut Alicea girang.


“Bagus sekali jika kalian sudah saling mengenal,” ujar Kakek Thomas tersenyum dan mengajak pergi ke ruang makan “Mari kita makan malam bersama, untuk pertemuan ini.”


...****************...


Di ruang makan telah ada Nenek Widya dan Candra menanti, setelah selesai makan, Kakek Thomas pun angkat bicara, “Kita mengadakan pertemuan malam ini bukan hanya ingin membahas kerjasama antara Hwang Group Corporation dengan PT. Abdi Jaya Edu Electric, tetapi juga sebagai pengingkat antara kedua keluarga, yaitu membahasa acara pertunangan Alexander dengan Alecia,” ungkap Kakek Thomas langsung.


“Apa pertunangan?” tanya Alex terkejut.


“Iya pertunangan, karena Kakek sudah lama menjodohkan kalian berdua, sebab Kakek Alicea dulunya adalah sahabat Kakek,” jelas Kakek Thomas. Alex melirik Candra yang sedari tadi memperhatikannya, mendengar perihal pertunangan itu.


“Kenapa Kakek tidak membicarakan dulu sama saya? Kakek tidak bisa mengatur hidup saya sesuka hati,” sanggah Alex.

__ADS_1


“Umurmu sudah pantas untuk menikah Alex,” sangkal Kakek Thomas tak mau kalah.


“Aku tidak mau, kenapa tidak Paman Candra saja yang duluan menikah,” usul Alex yang mulai protes.


“Candra sudah memiliki kekasih dan juga bulan nanti akan bertunangan dengan anak Wali Kota S, dan acaranya juga akan berlangsung di hari yang sama sekaligus dengan acara pertunanganmu dengan Alicea,” timpal Nenek Widya.


“Aku belum setuju dengan adanya pertunangan ini,” ucap Alex yang berdiri ingin pergi.


“kamu tidak akan bisa membantahnya Alexander, jika kamu menolak siap-siap saja sahammu di perusahaan akan saya ambil alih,” ancam Kakek Thomas berang.


“Terserah!” cetus Alex meninggalkan ruang makan.


Tok!


Tok!


“Tuan Muda buka pintunya, ini saya Jhon,” ujar seseorang di luar pintu.


Daun pintu kamar terbuka, “Apalagi yang direncanakan Kakek Tua itu?” tanya Alex segera.


“Anda tahu sifat Tuan Thomas kan? Beliau tidak mau melakukan sesuatu apabila tidak ada keuntungan yang didapatkan,” papar Jhon.


“Lalu apa maunya dia? Jangan bertele-tele Jhon!” keluh Alex mulai jenggah.


“Ini adalah pernikahan bisnis, dia ingin kamu menikahi Alecia, agar bisa mengakusisi PT. Abdi Jaya Edu Electric,” pungkas Jhon pada Alex.


Alex mengeleng pelan menatap Jhon dan berkata, “Gila, dia ingin mengakuisisi perusahaan sahabatnya sendiri? Terlalu tamak!”


“Namun inilah salah satu-satunya jalan terbaiknya, kesempatan untuk ke dua perusahaan multinasional yang bisa bersatu melalui ikatan, pastinya hal ini akan sangat memberikan profit yang bagus bagi perusahaan kita kedepannya,” anjur Jhon.

__ADS_1


“Dengan mengorbankan aku?” geram Alex.


“Tidak mengorbankan kamu, ini sebagai bentuk kasih sayang Kakek kepadamu, agar Kakek bisa melihatmu menikah,” ucap Thomas datang dari balik pintu.


“Aku bisa menikah dengan gadis yang kucintai Kek, Kakek tidak bisa mengatur seenaknya perasaanku, sudah cukup dari kecil aku selalu mematuhimu,” elak Alex.


“Kalau kamu menolak perjodohan ini, kamu akan rasakan sendiri akibatnya,” gertak Thomas sebelum meninggalkan kamar Alex dan pergi diiringi oleh Jhon.


...****************...


“Kenapa hidupku selalu ditekan oleh Kakek tua itu? Apa yang kulakukan selama ini tidak cukup untuk membuatnya menyayangiku?” jerit Alex dalam kamarnya.


Praang!


Ia melemparkan sebuah gelas minuman ke arah kaca lemari, hancurlah seketika, dan puing-puing kaca berserakan dimana-mana.


Dua puluh tahun yang lalu,


Saat Alex berusia lima tahun, “Ampun Kek, Ampuun!” seru Alex berlutut meminta maaf dengan Kakek Thomas, “Masa gitu aja kamu tidak bisa sih? Dasar lemah!” hardik Thomas kepada Alex.


Braank!


Suara cambukan demi cambukan kembali menghantam tubuh kecil Alex. Hari itu ia dipaksa belajar menembak, namun sasarannya kali ini adalah seekor kucing kecil. Tentu Alex kecil tidak tega untuk melakukan penembakan itu. Ia menolak hingga berlari kabur berharap anak buah dari Thomas tidak dapat menemukannya, tetapi lagi-lagi daya seorang anak kecil tak kuasa untuk berontak.


Setiap hari Alex kecil dikenalkan dan diajarkan beberapa jenis senjata api dan ilmu bela diri. Sampai saat ia berusia tujuh belas tahun sudah mampu memimpin sindikat penjualan senjata api ilegal yang selama ini digeluti oleh kakeknya, dalam hidup Alex baru pertama kali itulah ia membunuh beberapa nyawa manusia secara langsung. Sungguh kejam! Namun itulah bagian dari kenyataan pahit yang harus dilakukan Alex di massa muda.


‘Dasar manusia iblis' gumam Alex. Sejak itu pulalah ia membenci Kakeknya, bersifat dingin, angkuh, dan berhati iblis bagian dari didikan Thomas .


Bersambung...

__ADS_1


Visualisasi



__ADS_2