
“Oh ya? Baiklah, aku cuma ingin kamu dan Abraham untuk menyelidiki Candra pada saat ulang tahun perusahaan nanti cari tahu sampai detail dengan siapa Candra bekerjasama,”
“Kenapa harus aku?”
“Karena hanya kalian berdua orang yang bisa kupercayai sekarang ini, berikan ponselnya pada Abraham biar nanti aku jelaskan dengan dia saja,” sugut Alexander.
“Astaga kenapa ia sekarang makin tambah nyebelin,” ucap Mina menyerahkan ponsel pada Abraham kembali.
“Ya Tuan Muda, ada apa?” tanya Abraham yang binggung melihat muka Mina yang cemberut.
“Begini....” Alexander menyusun rencananya dengan Abraham, dan ia meminta Mina untuk menjadi umpan Candra.
“Siap Tuan akan kami lakukan,” ucap Abraham patuh.
...****************...
Malam acara ulang tahun perusahaan, Mina sudah siap dengan teman-temannya, tak lupa ia juga ia memakai anting dan kalung berlian pemberian dari Alexander untuk digunakan merekam setiap moment, rupanya bukan sekedar perhiasan biasa di dalamnya terdapat alat keamanan bagi pemakaiannya. Abraham juga telah siap dengan stelan jasnya ia nampak gagah berwibawa, “Ingat target kita siapa? Jangan sampai ketahuan!” bisik Alexander di dalam earphone yang terhubung dengan Mina, dan Abraham.
“Iya,” jawab keduanya Mina dan Abraham.
Di ruang aula hotel sudah nampak banyak tamu undangan yang hadir mulai dari pejabat, artis brand dari perusahaan hingga para awak media yang ikut meliput proses acara ulang tahun perusahaan. Spanduk besar tuliskan, Ulang Tahun Hwang Group Corporation ke-50 tahun.
Seluruh karyawan Hwang Group, mendapatkan cuti kerja, Mina dan beberapa staf perusahaan juga menjadi bagian dari tamu undangan acara ini.
Candra datang ditemani ibunya, tak terlihat Tuan Thomas datang, “Sepertinya Ketua Thomas tidak bisa hadir, ingat kamu harus berhati-hati,” bisik Abraham pada Mina.
“Tenanglah, aku pasti bisa menanggani ini,” sahut Mina tersenyum, memberi kode bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Seorang teman wanita Mina menyenggol siku Mina, “Kok kamu dekat dengan Pak Abraham?”
“Dekat apanya? Tidak, kami hanya bertegur sapa saja,” kilah Mina. Untungnya acara telah dimulai MC pun menjelaskan bahwa Ketua Hwang Group tidak bisa hadir ke acara malam ini karena sakit, maka acara malam ini diwakilkan oleh putranya Candra.
Sedangkan Alexander memantau dibalik ponselnya, ia dapat mengetahui jalannya acara malam ini. “Apakah Tuan Muda tidak ingin pergi ke acara malam ini?” tanya Harto pada Alexander yang asyik dengan ponselnya. “Mungkin aku akan datang agak terlambat,” jawab Alexander.
...****************...
__ADS_1
Kini tibalah saatnya Candra naik ke atas pediom menyampaikan sambutannya,
“Saya berdiri di sini mewakili Ayah saya menyampaikan selamat hari ulang Tahun Perusahaan ke-50 tahun, saya sangat berterima kasih pada semua orang yang telah mendidikasikan dirinya pada Hwang Group Corporation. Saya sebagai bagian dari Hwang Group sangat bangga dengan kerja keras kalian selama ini ...,” hampir lima belas menit lebih Candra menyampaikan pidatonya membuat yang lain merasa bosan dan jenngah. Kini tibalah saatnya agenda penyerahan redward kepada karyawan-karyawan memiliki etos kerja tinggi. Dan juga Mina yang menjadi pahlawan saat menyelamatkan sistem ETO dari virus AXY tak lupa menjadi sorotan. Dengan penampilan yang menawan dan sangat sexy Mina, sengaja memakai dress ini untuk memikat hati Candra, “Selamat Nona Mina atas reward yang kamu dapatkan, Anda sangat cantik hari ini,” ucap Candra yang notabennya adalah pria mata keranjang. “Saya sangat berterima kasih atas segala perhatian Tuan Candra,” balas Mina dengan senyuman menggoda.
Setelah menyapa sekedar basa-basi dan berkenalan dengan beberapa orang tamu yang lainnya. Acara telah selsai Mina menjalankan aksinya mendekati Candra, ia mengambil dua buah gelas minuman wine yang tersedia sambil berjalan ke arah Candra.
“Saya sangat mengagumi Anda Tuan Candra, Anda pantas sekali berada di pediom itu," puji Mina.
“Oh ya? Ternyata Nona Mina ini sangat pandai memuji," ujar Candra merasa angkuh.
Mina mendekati tempat duduk Candra dan berkata, “Aku mengatakan yang sejujurnya Tuan, Anda begitu memukau."
“Tetapi sayangnya aku tidak terpilih menjadi Ceo," sambung Candra.
“Meskipun tidak begitu, Anda lebih cocok menjadi seorang Ketua Hwang Group dari pada hanya sekedar Ceo," ucap Mina begitu membuat Candra tertawa terkekeh.
“Hehehe, betul seharusnya aku yang cocok menggantikan posisi Ketua, menurutmu antara aku dengan Alexander mana yang lebih baik?" tanya Candra sangat Pe-de.
“Tentu saja Anda Tuan," jawab Mina dengan senyum dan kedipan mata yang nakal. Candra merangkul Mina,"Oh apakah kamu juga ingin menikmati malam ini denganku?"
Sebenarnya Mina merasa risih akan rangkulan dan juga perlakuan Candra tetapi demi melancarkan aksinya ia harus bertahan, "Tuan, sebagai terima kasih saya pada Anda atas penghargaan yang saya dapatkan terimalah minuman ini dari saya Tuan!" Mina menyerahkan sebuah gelas berisi Wine.
“Oh, rupanya kamu gadis yang cantik dan baik." Candra mengambil alih gelas itu dari tangan Mina dan menengoknya habis.
“Aa-akh... enak sekali," ucap Candra.
“Bagaimana kalau kita menikmatinya sebotol lagi Tuan? Apakah Anda bersedia?” rayu Mina.
“Tentu karena malam ini aku begitu bahagia, ingin sekali minum-minum dengan gadis secantik dan sexy kamu."
“Okelah kalau begitu Tuan, Mari ikuti saya biar kita bisa menikmati malam ini," bujuk Mina.
Candra yang berada dibawah pengaruh alkohol dan ob*t yang telah Mina siapkan.
Mina membawa Candra ke sebuah ruangan, yang mana sudah ditunggu oleh Alexander dan Abraham.
__ADS_1
Bersambung...
Bagaimana kelanjutannya berhasilkah mereka membongkar kebusukan Candra? ikuti terus ya gaess jangan lupa sawerannya biar author semangat nulisnya.
Visual ;
Candra
Abraham
Rahmina
...****************...
Mampir yuk...
Braaakk
Suara pintu kamar dibanting keras oleh Desta, ia adalah suami Vanessa.
"Tutup perlahan, aku tidak tuli !" Maki Vanessa kearah Desta.
Pernikahan Vanessa dan Desta terjadi akibat perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka. Rumah tangga mereka tak cukup harmonis dan hanya berjalan 2 tahun lamanya.
Penyatuan 2 sikap yang sama-sama memiliki watak yang keras dan tidak mau mengalah satu dengan yang lain, membuat keduanya sulit untuk menjalani rumah tangga yang akur dan baik-baik saja.
Akibat sikap egois mereka masing-masing, harus berdampak buruk terhadap kelangsungan biduk rumah tangga mereka berdua.
__ADS_1