TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 26 Siapa Prof. Gorgio?


__ADS_3

“Bagaimana apa kalian sudah dapat posisi di mana Alexander?” tanya orang itu serius.


“Belum Prof, terakhir dia masih berada posisi di California, tetapi beberapa saat tiba-tiba sinyal ponselnya hilang,” jawab pemuda itu di sebelahnya.


“Oh ya? Berarti ia sudah tahu bahwa kita sedang melacaknya,” kata lelaki itu lagi sambil menikmati sodanya.


...****************...


Delapan Belas Tahun yang lalu, di sebuah tempat ibadah, tempat tujuan manusia seharusnya mencari petunjuk-Nya.


Seorang bocah kecil berlari di lorong ruang, memanggil-manggil ayahnya, “Ayah ... Ayah... aku sudah menemukan boneka Sinterklasnya,” seru anak itu riang. Namun badan mungilnya terhenti ketika mendengar ada suara keributan,


“Cepat katakan apa yang kamu ketahui tentang geng Macan tutul!” hardik Thomas pada Tio, sang sopir yakni ayah Gio.


“Saya benar-benar tidak tahu Tuan Thomas,”


“Bohong... kami sudah mengetahui siapa kamu sebenernya, kamu adalah mata-mata yang dikirim oleh...,” belum sempat Jhon menyelesaikan perkataannya.


Dooor!


Door!


Suara tembakan bergema di ruang itu,


“Tidaak... Ayaah!!!” pekik Gio kecil. Ia melihat Ayahnya bersimbah darah tergeletak tak bernyawa lagi.

__ADS_1


“Cepat bawa pergi anak ini, amankan ia dan ibunya,” perintah lelaki memakai topi loreng orange pada anak buahnya yang lain.


Aku Gorgio atau yang disapa dengan Gio adalah sahabat Alexander dari kecil, Aku adalah seorang anak yatim, Ayah dan Ibuku awalnya bekerja untuk Nyonya Widya, sebagai asisten rumah tangga. Dan Ayah sebagai sopir dari Tuan Thomas. Semenjak kejadian delapan belas tahun yang lalu, yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri, Tuan Thomas dan Jhon mendatangi ayah, saat dua hari sebelum acara natal bersama, aku berumur lima tahun. Kejadian itu sudah terekam dalam memoryku dengan sangat kuat bahwa yang membunuh ayah adalah Tuan Thomas dan Jhon. Untungnya aku dan ibu diselamatkan oleh orang-orang yang memakai topi loreng orange ini, dan sampai sekarang aku masih setia dengan mereka.


Ketika mengetahui bahwa Tuan Thomas memiliki seorang cucu yang seusia denganku, ialah Alexander. Maka aku memohon kepada Ketua Tuan Macan Tutul untuk bisa membalas dendam atas kematian ayahku. Aku bertekad dengan mendekati cucu dari Tuan Thomas aku bisa menghancurkan mereka semuanya, dari geng Macan Tutul aku belajar banyak hal, kemampuan dan kegeniusanku dalam menguasai teknologi juga sangat berperan penting. Tak perlu lama untuk mendekati cucu Tuan Thomas ini, sengaja memilih Sekolah Dasar dan selanjutnya agar bisa menjadi teman dekatnya, rupanya ia orang yang tidak membedakan teman. Segala kesukaan dan kegemaran Alexander aku ikuti, termasuk dalam dunia teknologi, aku juga harus bisa bersaing secara halus, dan menghancurkan semuanya secara berlahan.


...****************...


“Bagaimana?” tanyaku pada anak buah.


“Belum ada yang mencoba mengakses umpan Pak,”


“Tunggulah dulu beberapa menit lagi, apa segitu semangatnya kamu ingin menghancurkan sistem ETO,” ujar Gio.


“Iya Pak, ini kesempatan bagi kita untuk bisa menghancurkan sistem ETO karena yang punya sudah mati,” sahut Wendy yang merupakan seorang mahasiswaku, ia begitu menyukai dunia heacker sampai ia di DO dari kampus karena mencoba membobol situs pemerintah.


“Bos lihatlah! Umpan kita berhasil mematuk,” ucap Wendy.


“Ayo kita bantai mereka,” anjur Gio.


“Siap Bos,”


Beberapa saat mereka berhasil menguasai sistem ETO melalui jaringan portal dan sistem ETO mengalami warning diseluruh sistem tak bisa digunakan. Namun itu tak berlangsung lama mereka kewalahan menerima serangan balik dari seseorang yang dapat kembali mengendalikan sistem ETO.


“Ah sial! Siapa yang mencoba menentang kita?” tanya Wendy.

__ADS_1


Gio hanya tersenyum kecut, dan menjawab,“Entahlah, kalau Abraham tidak mungkin ia lemah dalam menganalisis program, tetapi siapa ya? Rupanya mereka mempunyai orang yang hebat juga.” Pikir Gio yang mulai menebak-nebak, siapa orang dibalik itu.


“Awas saja kau Abraham, jika menghalangiku, tunggulah pembalasanku,” geram Gio.


Bersambung...


visualisasi



...****************...


Yuk yang suka drama rumah tangga mampir kesini.



Blurb :


Seorang istri bernama Suci Permata Sari berusia 24 tahun, yang telah di diagnosa oleh seorang dokter bahwa dia tidak bisa memiliki keturunan.


Akibat tekanan yang cukup besar dari orang tua suaminya, akhirnya Suci berdoa dan berserah diri kepada Pencipta-Nya. Hingga akhirnya Suci mendapatkan pencerahan dan memiliki solusinya sendiri.


Suci menyuruh sang suami yaitu Dimas Hartawan berusia 26 tahun, untuk mencari wanita lain agar mereka bisa secepatnya memiliki keturunan dengan syarat wanita itu bisa membagi Haknya dengan adil bersama Suci.


Suci sudah berusaha ikhlas untuk merelakan sang suami tercinta supaya mencari pendamping baru untuk segera memberikan cucu kepada keluarga Dimas yang selalu menuntut anak dari Suci.

__ADS_1


Apakah Dimas berhasil menemukan pengganti Suci dengan syarat tersebut?


Dan apakah Suci dan madunya bisa hidup akur serta saling membagi haknya?


__ADS_2