
Sehari sebelum Mina kembali ke Ibu Kota. Di jalan setapak menuju lapangan bola.
“Eh elu ajarinnya yang benar dong,”ujar Zaini.
“Ini juga sudah diajarin yang bener, elunya aja yang kagak bisa-bisa dari tadi,” ucap Mina mulai tak sabar.
“Lha kan gue bilang pelan-pelan mana gue ngerti naik motor beginian, lagian kenapa mesti pakai motor ayahmu yang pakai kopling ribet ini sih? Kenapa gak pakai motor meticmu aja?” Zaini mulai kesal juga.
“Kalau pakai motor metic artinya gak laki, makanya pakai motor tak...tak...tak begini biar elu kelihatan jantan,” alasan Mina.
“Hehehe...teorinya dari mana begitu neng?” tanya Zaini terkekeh geli.
“Teori dari aku lah,makanya yang nurut diajarin biar cepat bisa,” sambung Mina.
“Iya-iya bawel ah,”
“Ape yang elu bilang hah?”
Pleetaakk! Mina menjitak kepala Zaini.
“Aaawww... sakiit, gila lu jadi cewek sudah bawel, galak lagi, gue sumpahin kagak ada cowok yang suka sama elu,” umpat Zaini.
“Ya udah elu belajar aja sendiri sono!” Mina mulai ngambek ia hendak pergi meninggalkan Zaini.
“Eh tunggu dulu, masa gitu aja sudah merajuk,” Zaini mencegat tangan Mina, dan mendudukkan Mina di sepeda motor sedangkan Zaini duduk dibelakangnya.
Dug! Dig! Dug! Jantung masih aman?
‘Duh, kenapa posisinya jadi begini sih?’ Mina membatin.
“Ayoo... ajarin!” seru Zaini, menyadarkan lamunan Mina.
“Oh ya, gimana gue mau stater? Tangan gue elu pegangin melulu,” ujar Mina.
“Oh iya, sory,” ucap Zaini. Kemudian ia melepas tangannya yang mendidih tangan Mina di stang kendaraan.
“Ini sebelum jalan elu masukin gigi dua, hidupkan mesin lalu tarik tuas kopling, injak tuas transmisi ke posisi gigi 1, kemudian putar gas bertahap sambil lepas tuas kopling perlahan, nah gitu coba deh. ” jelas Mina.
__ADS_1
“Oke,” pindah posisi Zaini ia sekarang berada di depan, dan memulai menarik koplingnya dan motor berhasil menyala.
“Ayo kita jalan-jalan,” ajak Zaini pada Mina, ya terpaksa Mina menemani Zaini duduk di belakang di bonceng oleh Zaini.
Tetapi ketika berada di tengah lapangan tiba-tiba mesin motor mati, dan Bruuuukk! Mereka berdua terjatuh tubuh Mina menimpa tubuh Zaini diatasnya. Sesaat mereka benar- benar berada di posisi yang sangat dekat bahkan Mina bisa mendengar deru nafas Zaini.
“Aaakh... Aaaaawww...kaki gue,” rintih Zaini saat sebelah kakinya tertindih motor.
...****************...
“Astaghfirullah, Nak Zaini kamu kenapa?” tanya Ayah Mina yang melihat Zaini di papah oleh Mina.
“Ini tadi dia lagi belajar naik motor Bapak terus malah jatuh,” jawab Mina.
’Sebenarnya anaknya siapa sih gue apa Zaini? Kok malah gak khawatir sama gue' cecar Mina dalam hatinya.
“Owalah terus motor Bapak di mana Mina?”
“Motor Bapak kami titipin ke Mang Ujang tadi suruh jagain bentar,” jawab Mina dari bilik kamar, kemudian ia keluar membawa sebuah kotak P3k.
“Tenang Pak, nanti saya ganti rugi motor Bapak saya masukin ke bengkel dan semua biaya saya tanggung,” ucap Zaini merasa tak enak.
“Sini gue obatin, mana lukamu tadi?” sahut Mina.
“Nih... Aaaawww... Awww...,” rintih Zaini.
“Lebaaay... lecet dikit gitu doang,” ucap Mina noyor kepala Zaini.
“Elu ya? Kagak ada lemah lembutnya jadi cewek,” imbuh Zaini.
“Elunya aja yang lemah, laki apa banci sih?” ejek Mina.
Ibunya Mina datang membawakan pisang goreng dari dapur, “Kalian berdua ini ya gak pernah akur heran Ibu,” omelnya.
“Terima kasih Bu, pisang gorengnya,” ucap Zaini mencomot salah satu pisang goreng.
“Oh ya, Mina kamu tahu gak di sini di mana ada orang buat bikin brosur cetak?” tanya Zaini asyik ngemilin pisang.
__ADS_1
“Ada itu di toko Pak Badar memang mau apa?” tanya balik Mina.
“Gue mau cetak brosur buat cari Bapak gue, kale aja ada dapat informasi,” ujar Zaini.
“Ya elah, hari gini cari orang pakai brosur mana ada yang tahu? Nih pakai media sosial dong, contohnya Facebook, Instagram, dan lain-lain,” usul Mina.
‘Kalau gue mau udah dari dulu neng gue siarin di TV langsung, tapi Bapak gue gak hilang seperti orang biasa tetapi hilangnya secara misterius, seakan-akan diculik, sebab kalau gue ke media sosial juga yang ada ketahuan kakek bisa kena gampar gue,’ sahut Zaini dalam hati doang.
“Atau elu coba lapor polisi aja?” saran Mina lagi.
“Percuma lapor polisi juga proses lamban karena emang gak ada bukti bapak gue diculik atau gimana?” kilah Zaini.
“Elu bikin brosur emang ada fotonya?”
“Ada bentar ya gue ambil dulu,”
Bersambung...
...****************...
Hai readers mumpung masih hangat nih up xa nunggu bentar lg smpai 20 bab makin seru
mampir ya ke cerita teman saya
Saat di dunia nyata mereka saling membenci, tetapi di dunia maya mereka saling menyukai. Mungkinkah cinta akan bersemi dengan subur di hati keduanya?
Shelomita Praditya harus merasakan ditalak setelah akad karena fitnah dari laki-laki yang menyebalkan dalam hidupnya,. Sampai akhirnya dia dipaksa menikah dengan laki-laki itu-itu.
Sementara Jupiter Kiandra tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menggagalkan pernikahan gadis yang paling dibencinya. Dia menyetujui usulan para orang tua untuk menikahi Shelo karena sudah banyak rencana di otaknya untuk mengerjai gadis itu.
Bagaimana pernikahan mereka akan berjalan, sementara hanya ada kebencian di hati keduanya?
Mungkinkah cinta akan hadir seiring berjalannya waktu kebersamaan mereka?
Jangan lewatkan kekonyolan mereka dengan mengikuti terus kisahnya!
__ADS_1
Follow Ig @Thatya0316