
Kabar tentang dirinya yang diisukan sebagai bagian dari kelompok mafia kejam di negara ini, Alexander masih berada di Tiongkok, Jhon yang syok akan adanya berita itu tetapi ia harus tetap tenang agar Alexander tidak khawatir, “Kira-kira siapa yang telah menyebarkan isu ini?” tanya Alexander.
“Siapa lagi kalau bukan Marcho dan anak buahnya, mungkin mereka ingin mengalihkan isu dari kasus pembunuh yang dilakukan oleh Candra, bagaimana ini Tuan?” Jhon mulai gelisah.
“Lalu dari mana mereka bisa menampilkan Vlog tentang kelompok Harimau Putih, sedangkan saya baru bergabung?”
“Saya yakin pasti ada mata-mata dari kelompok kita yang membocorkan vedio itu,” sahut Jhon.
“Hemmmz..., saya akan memikirkan jalan keluarnya, lagian ini hanyalah spekulasi sementara dari awak media dan masyarakat tentang kelompok Harimau Putih walau sebenarnya lelaki yang mereka duga itu bukanlah saya, entah di mana mereka bisa memotret orang yang mirip dengan saya,” timpal Alexander.
“Tetapi Tuan, jika isu ini terus berlanjutan maka, dampaknya saham Hwang Group dan produk dari perusahaan kita akan mendapat kerugian besar,” terang Jhon.
Kriiing! Telepon Villa berbunyi.
“Halo...,” angkat Alexander.
“Halo Ketua, gawat saham kita anjlok dan para investor sekarang malah percaya dengan isu yang terjadi,” lapor Abraham dari sebrang telepon.
“Tenanglah nanti akan kita pikirkan solusinya, kamu ke sini saja! Dan tolong hubungkan telpon saya dengan Viko,” pinta Alexander.
“Baik Tuan Muda,” balas Abraham.
Tuuut! Telpon terputus.
Viko adalah sahabat Alexander juga, yang bekerja sebagai desainer terkenal, “Halo...,” sapa seseorang di telpon yang terhubung.
“Halo Viko! Ini saya Alexander,” jawab Alexander.
“Astaga You ya? Kira aike udah gak ingat lagi sama aike, mentang-mentang sudah mau tunangan,” celoteh Viko.
“Makanya dari itu aku hubungi kamu Viko.”
“Apakah You mau pesan gaun dan persiapan untuk acara pertunangan itu? Aike punya semuanya yang Tuan Alexander perlukan, tinggal datang saja kebutik aike seperti biasanya,” sela Viko.
“Bukan begitu Viko! Tetapi aku minta bantuanmu untuk menyelidiki Alecia.”
__ADS_1
“Maksudmu Alecia si calon tunanganmu itu?” tanya Viko.
“Iya, kamu tahukan dari dulu aku menolak perjodohan dengan dia dan kemarin dia malah menjebakku dan membuat gosip seperti itu,” ungkap Alexander.
“Baiklah, aike akan bantu tetapi you know lah? Kalau dunia ini gak ada yang gratis tis tis...,” ucap Viko.
“Iya-iya aku paham, ini aku akan transfer setengahnya dulu, jika kamu sudah dapat informasinya lengkapnya aku akan transfer penuh,” sahut Alexander cepat.
“Oke Bro, aike tidak akan mengecewakan you pokoknye, see you,” sambung Viko pamit menutup telponnya.
‘Ya Tuhan, kenapa masalah tidak henti-hentinya menerpaku? Apa ini hukuman bagiku sebagai penerus kakek?’ keluh Alexander dalam hatinya, ia memejamkan matanya sekejap. Bayangan Mina melintas di matanya, ‘Ah Mina tunggu aku, secepatnya masalah ini akan aku selesaikan,’ gumam Alexander dalam diamnya.
...****************...
Alexander yakin Viko mampu menyelesaikan misi darinya, karena seorang desainer seperti Viko bertemu dengan Alecia seorang model adalah hal yang sangatlah sering terjadi dan mudah, kali ini memang takdir baik berpihak pada Viko ia terpilih menjadi desainer untuk Job Top Couture tahun 2022 ini dan kebetulan sekali bisa bekerjasama dengan Scout istilah agensi modeling dari Alecia dalam satu project.
“Halo Cantik, kita ketemu lagi kita baby...,” sapa Viko dengan gaya kemayunya, memang ini adalah pertemuan ketiga mereka, setelah hampir satu tahun lalu terakhir kerjasama.
“Oh Halo juga Viko,” balas Alecia.
“Iya-iya, cepat ah, lakukan Measurement , aku tidak banyak punya waktu,” pinta Alecia angkuh.
Measurement adalah ukuran tubuh, biasanya terdiri dari tinggi, berat, lingkar dada, lingkar pinggul, lingkar pinggang, ukuran kaki, baju, dan celana.
‘Huh sombong, jika bukan karena bantuin Alexander aike pun tak akan pernah sudi mau jadikan you model aike,’ pikir Viko manyun.
Dibantu dengan beberapa asistennya Viko memulai pekerjaannya.
“Wah Anda semakin hari benar-benar cantik dan sexy sekali Nona, betapa beruntungnya Tuan Alexander mendapatkan Tunangan seperti Anda,” puji Viko tangannya menyentuh pundak Alecia sambil menatap di depan cermin.
“Oh tentu saja, karena hanya akulah yang memang pantas bersama Alexander,” sahut Alecia begitu percaya diri.
“Apakah Nona Alecia nanti bakal meninggalkan dunia modeling setelah menikah?” tanya Viko.
“Tidak akan, sekarang akulah yang menjadi Top Model di kota ini,” ujar Alecia berbangga hati.
__ADS_1
“Wow Amazing! Karir Anda benar-benar beruntung Nona, belum genap dua tahun meniti karir modeling sudah bisa menjadi Top Model,” sindir halus Viko.
Viko tahu awal karir Alecia bagaimana? Ia sudah mengantungi informasi dari pihak-pihak yang dapat dipercaya, “Apa maksudmu Viko? Kenapa kamu malah cerewet sekali?” ketus Alecia tak suka dengan omongan Viko.
“Hahaha Nona Alecia ternyata tak suka bergurau, baiklah sampai berjumpa lagi lain waktu,” ucap Viko tersenyum sinis beralih pada model lainnya.
...****************...
Di sebuah Apartemen mewah.
“Huh sebal...!” pekik Alecia.
“Ada apa sih, datang kok malah manyun gitu sayang? Hilang ni cantiknya,” tanya Tomi sang ketua agensi.
“Gimana gak bete? Tuh si Viko manye-manye itu ngeselin banget,” keluh Alecia.
“Memang dia ngapain kamu?”
“Masa saat Measurement nyindir-nyindir aku,” rajuk Alecia.
“Sudahlah, biarkan saja bagaimana kalau kita melakukan pemanasan dulu,” rayu Tomi sambil memeluk Alecia dari belakang dan menci-um leher jenjang Alecia.
Alecia mengeliat tertawa geli dengan sentuhan yang diberikan Tomi dan berkata, “Hehehe, kamu selalu bisa memperbaiki moodku sayang, tak salah aku datang padamu hari ini dan membatalkan semua jadwal pemotretanku.”
“Mari kita nikmati waktumu yang berharga ini,” canda Tomi tertawa riang mengajak Alecia berbaur ke kasur miliknya.
...****************...
Hampir dua jam berlalu pergulat*n panas antar dua orang manusia yang saling dilanda asmara itu terjadi, akhirnya mereka melepaskan semuanya dalam erangan kenikmatan di malam yang sepi. Di Apartemen milik Tomi ini mereka sering melakukan hal itu, hubungan kedua insan itu tak lebih dari simbiosis mutualisme karena Tomi juga mendapatkan keuntungan double dari Alecia tak hanya sebagai model untuk agensinya tetapi pamasok dana yakni investor tertinggi di agensinya adalah papi Alecia. Sedangkan Alecia menjadi model terkenal berkat dan pengaruh dari seorang Tomi yang selalu memberikannya job dari pada model yang lain, tentu saja Tomi juga sebagai pemuas nafsu Alecia yang begitu tinggi.
“Permainanmu sangat bergairah sayang, sekarang makin bisa mengimbangiku, ” puji Tomi sambil membelai manja buah aprik*t milik Alecia.
Tanpa mereka sadari semua aktifitas dan juga perkataan mereka telah terekam dalam cctv kecil berbentuk bros, yang di telah pasang oleh Viko di gaun milik Alecia tanpa diketahuinya.
Bersambung...
__ADS_1