
Di ruang Konfrensi Pres, “Saya sebagai ketua Hwang Group Corporation, menyatakan meminta maaf atas segala problem yang terjadi, ini merupakan murni tindakan kejahatan yang mencoba menyerang sistem ETO, kami akan terus mencoba agar sistem keamanan ETO menjadi lebih ter-integrity, dan saya berjanji hal ini tidak akan terulang lagi, terima Kasih karena sudah kembali mempercayai sistem keamanan ETO untuk berlangsungnya keamanan hidup anda, Terima Kasih.” Tutur Alex langsung pergi meninggalkan ruang konfrensi Presnya.
Selama ini sistem keamanan ETO dirancang dan dikembangkan oleh Alex sendiri, berupa aplikasi keamanan yang mengunakan sistem jaringan, berbasis teknologi canggih, yang dapat memindai dan mengunci pintu, ruang, ataupun sebuah kantor. Alat inilah yang bisa menghubungkan si pemilik dengan tempat tinggalnya,pemilik akan tahu siapa saja yang datang dan mengakses masuk ke rumahnya, ke kantornya, atau ke sebuah ruang-ruang tertentu yang di pasang alat bantu pengguna aplikasi yang menghubungkan dengan sistem ETO.
“Dari mana saja kamu Abraham?” tanya Alexander saat Abraham muncul
“Maafkan saya tuan muda, karena tidak menemani anda, saya tadi sedang menerima telepon dari kakek anda,” jawab Abraham gugup
Alexander menatap tajam dan berkata, “Memang ada apa dengan kakek tua itu?”
“Tuan Thomas mengatakan bahwa Tuan muda Chandra telah datang dari Amerika dan anda ditunggu untuk makan malam bersama di rumah,” jelas Abraham
Alex beranjak pergi “Aku tidak peduli, Ayo temani aku ke basecamp Elson Range!”
“Iya Tuan,”
...****************...
Dooor!!
Dooooor!!!
Dooor!!
Tembakan beruntun dilakukan oleh Alex. Disinilah markasnya, tempat ia menumpahkan segala perasaannya. Hanya orang-orang kepercayaannya yang mengetahui tempat ini.
“Abraham, sini kamu!” Perintah Alex
Abraham berlari mendekat “I-iya tuan muda, apakah ada yang perlu saya bantu?”
“Silakan, berdiri di sana ambil balon ituitu!” Perintah Alex lagi.
Abraham pun melangkah dan berdiri tepat di area lapangan menembak. Kaki Abraham sangat gemetar, ia tahu ia akan dijadikan bidikan sasaran latihan menembak oleh Alex kali ini.
“Cepat letakkan balon itu di atas kepalamu!” Pinta Alex
“I-iya Tuan.” Wajah pucat Abraham nampak pias.
Alex bersiap membidikkan sasarannya, ia sedang memegang senjata api jenis Heckler and koch HKT416
Dooor!
Suara bising dari lepasnya peluru menuju sasarannya diiringi pecahnya balon di atas kepala Abraham membuat jantung Abraham seakan ingin melompat dari tubuhnya. Semua urat tubuh Abraham menjadi lemas, ia tak mampu berdiri lagi, ambruk di tengah lapangan.
“Hahahaha,” tawa Alex memecah kesunyian malam.
__ADS_1
“Puas elu puas hah?” tanya Abraham geram karena jadi bahan kejahilan Alex.
“Hahahaa puas banget, gue pengen elu menyelidiki siapa Mr. AXY,” ucap Alex kembali serius
“Maksudmu AXY yang menyerang sistem ETO?” tanya Abraham memastikan.
“Iya betul, AXY yang sudah membuat kacau sistem ETO,” kata Alex sambil memainkan sebuah peluru di tangannya
Abraham meminum air dingin dan selanjutnya berkata “Kemana gue mencarinya? Apakah ada petunjuk?”
“Dari alamat IP Address yang tertera sepertinya dari California,” lirih Alex
“What California, jauh sekali apakah ada orang yang kamu curigai?” tanya Abraham yang mulai penasaran
“Sebenarnya itu alamat servernya dia bisa aja menggunakan jaringan router dari sana sehingga seakan-akan berada di California, ada sih beberapa orang yang gue curigai.” Alex merebut minuman dingin dari tangan Abraham dan meneguknya sampai habis.
“Siapa?”
‘Termasuk dirimu Abraham,’ gumam Alex dalam hatinya
“Salah satunya Prof. Gorgio,” ungkap Alex melempar botol ke tong sampah.
“Ta-tapi Prof. Gorgio beliau kan sahabatmu Lex, gak mungkinlah dia melakukan itu?” Abraham ragu akan asumsi Alex.
“Apa yang tidak mungkin sih? Justru hanya Prof. Gorgiolah yang tahu seluk beluk kelamahan dan kekurangan sistem ETO.” Papar Alex mantap
...****************...
“Hei, dari mana saja kamu hah?” tanya Kakek Thomas saat melihat kedatangan Alex.
“Saya sibuk banyak urusan,” jawab Alex
“Iya sesibuk apapun setidaknya masih bisa datang ke acara makan malam keluarga,” cetus Kakek Thomas
“Iya kebetulan hari ini saya sibuk sekali, dan tidak bisa ditinggalkan,”
Nenek Widya dan Candra datang mendengar kegaduhan antara Kakek dan cucunya itu Nenek Widya pun berbicara “Apa kamu tidak mau menyapa pamanmu, dia sudah lama menunggumu?”
“Oh begitu, ternyata ada paman Candra Hallo, bagaimana dengan cabang perusahaan di Amerika?” Sapa Alex tersenyum sinis
“Perusahaan di sana baik-baik saja, justru kepulanganku ingin menanyakan bagaimana dengan perusahaanmu? Ku dengar bahwa sistem ETO kebangganmu itu sedang dalam masalah.” Cecar Candra menatap Alex tajam
“Oh ya, Terima kasih sekali atas perhatian paman Candra, tetapi tidak usah khawatir sistem ETO akan baik-baik saja, dari mana paman Candra tahu sistem ETO mengalami masalah? Padahal dari tadi saya tidak membicarakan itu?” Alex menanggapi dengan santainya dan membalas tatapan Candra dengan penuh selidik.
“Semua orang di negeri ini pasti sudah tahu Alex, Kakek menunggumu untuk menanyakan perihal ini, kenapa malah kamu lama sekali? Kamu datang dari mana?” sangkal Nenek Widya
__ADS_1
“Oh ya, apakah segitu perhatiannya kalian padaku? Tidak perlu khawatir semuanya telah teratasi, saya pamit mau istirahat dulu.” Alex pergi menuju kamarnya di lantai atas.
“Hei, kakekmu belum selesai berbicara,” teriak Kakek Thomas
Alex hanya melambaikan tangan ke udara bertanda ia benar-benar tidak mau diganggu
“Itulah cucu kesayanganmu, tak pernah menghormati orangtua,” cela Nenek Widya sinis
“Sudahlah mungkin ia memang perlu istirahat,” ujar Kakek Thomas juga pergi berlalu
“Kamu selalu saja membelanya,” gerutu Nenek Widya marah
Candra hanya terdiam, ia tahu apa yang mesti ia lakukan nanti untuk menghadapi Alex.
'Dasar bocah sombong, awas saja kau nanti, kau akan bertekuk lutut di depanku.’ Bisik Candra dalam hati.
...****************...
Di sebuah klub Bar terkenal di kota Tiongkok.
“Bagaimana?” tanya seseorang yang memakai pakaian formal.
“Semuanya berjalan sesuai rencana hanya saja ia cukup tangguh, lumayan sulit untuk di jinakkan,” ucap seseorang pemuda berbaju kaos hijau
“Kau pun sudah mengakui kehebatannya bukan?”
“Ya, lumayanlah buat latihan otak,” jawab pemuda berbaju hijau itu sekenanya
“Hahahaha, ayo bersulang, nikmati saja malam ini,” ujar pria berjas hitam itu.
Cressss!
Ting! Suara cangkir beradu.
...****************...
Alex berbaring di atas kasurnya, sulit untuknya memejamkan mata, ia tahu sistem ETO sekarang bisa mudah saja di akses siapa saja, tetapi jika sampai mengalami trobol seperti kemaren ini sangat berbahaya.
“Siapa yang ingin mencoba membocorkan data dan juga menghacknya? Kalau ku temukan makan tidak akan kuberi ampun,”gumam Alex kesal
“Apakah mungkin dia?” lirih Alex mulai menduga-duga.
Visual
Alexander Thomas El Farizi
__ADS_1