TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 8 Misi Alexander


__ADS_3

“Gue gak bisa percayakan ini kepada Abraham seorang,” kata Alex lirih. Entah kenapa Alex sekarang ragu untuk mempercayakan kepada siapapun untuk menyelidiki kasus AXY ini. Karena malam ini ia tak bisa tidur, waktu sudah menujukan jam dua dinihari, Alex memutuskan kembali ke basecampnya sendiri. Saat ia membuka pintu kamarnya sunyi di ruang tamu yang didapati memang orang-orang rumah sudah tertidur lelap, ia menuruni anak tangga dengan pelan langkahnya menuju pintu utama, namun ada sepasang mata yang sedang mengawasinya, Alex menyadari hal itu, tetapi ia lebih bersikap cuek dan tenang, langkah Alex terus berjalan menuju garasi menghampiri mobil sportnya dan pergi begitu saja.


...****************...


Untuk sampai ke Villa memakan waktu hampir enam jam perjalanan, di tengah jalan Alex menyadari adanya sebuah mobil yang mengikuti dari arah belakang, Alex memang memiliki daya peka yang tinggi. Ia membelokkan stir melajukan mobil sportnya dengan cepat dan berkata, “Baiklah, mari kita mulai permainan.” Nampak ke dua mobil sport antara mobil warna biru dan warna hitam itu saling kejar-kejaran.


Ternyata mobil sport warna hitam yang sedang mengejar Alex itu milik Candra.


Candra memang sengaja mengikuti Alex, agar mengetahui aktifitas apa yang dilakukan Alex di saat tengah malam begini. Di perempatan jalan Alex mengencangkan gas dan mobilnya langsung menghilang dikegelapan malam. “Hahaha, rasakan mampus lho,” ujar Alex tertawa karena berhasil mengecoh Candra.


“Ah, sial aku kehilangan jejaknya,” umpat Candra meninju stir kesal.


...****************...


Alex sampai di Villa, nampak beberapa penjaga bersenjata membuka pintu gerbang dengan cekatan.


“Selamat datang Tuan Muda,” ucap penjaga villa, beliau Pak Harto yang sudah lama sekali menjadi kepala pelayan sekaligus orang pengawal Alex.


“Huh huupz , akhirnya sampai juga, tolong siapkan semuanya, saya ingin berenang,” pinta Alex.


“Baik, Tuan Muda,” kata Pak Harto berlalu melaksanakan perintah.


Di Bascamp Elson Range, ini merupakan Bascamp pribadi yang berdiri di samping Villa Alexander, tanah seluas tiga ribu hektar persegi, di bangun villa minimalis yang dirancang khusus oleh arsitek dari negeri sakura menampilkan gaya rumah kaca tempo dulu, di lengkapi segala fasilitas seperti kolam renang mewah, bascamp khusus latihan menembak dan latihan ilmu bela diri, bahkan serta terdapat Heliport atau Helipad untuk jalur penerbangan udara, Villa ini terletak di atas puncak pengunungan yang menghadap langsung ke arah matahari terbit, di bawah kaki gunung menjulang ada pantai yang luas mengelilingi. Villa ini pemberian khusus dari Kakek Thomas pada Alex, karena berhasil menaklukkan rintangan sekaligus area untuk mengasah kemampuan dan skill Alex sedari kecil, tak banyak yang tahu tentang keberadaan villa ini, hanya segelintir orang-orang kepercayaan Thomas yang mengetahuinya termasuk Jhon sang assisten Thomas dan Abraham assisten pribadi Alex. Karena itu pula Alex dulu meminta kepada arsitek secara khusus membuatkan ruang rahasia di bawah tanah, tidak ada satupun yang mengetahui tentang ruang rahasia bawah tanah ini, termasuk Kakeknya bahkan para pelayan dan penjaga yang ada di villa. Alex memasuki ruang rahasianya, di ruang inilah ia menyimpan segala hal pribadinya termasuk kenangan bersama Bapak dan juga orangtua angkatnya.

__ADS_1


‘Sampai kapan ini semua akan berakhir?’ bisik Alex dalam hati.


Iya mengambil sebuah bingkai foto yang menjadi kenangan satu-satunya di miliki, ‘Aku berharap kalian di sana tenang, dan Bapak aku berharap anda masih hidup, aku pasti bisa menemukanmu,’ lirih Alex. Di ruang rahasia ia banyak menyimpan berbagai macam barang kenangan dan juga beberapa kebutuhan pribadinya apabila mendesak, ruang rahasia terjaga oleh sistem ETO yang ia miliki, di ruangan ini pula semua rangkaian sistem ETO, mulai dari perakitan hingga pengoperasian dan uji cobanya dilakukan, semua terpampang dilayar besar monitor, memang ruang rahasia yang di lengkapi dengan kecanggihan tekhnologi dan keamanan tinggi.


Keluar dari ruang rahasia pribadinya, Alex bersiap ingin berenang, ia memang menyukai olahraga renang sejak kecil, Pak Harto menemui Alex dan berkata, “Tuan Muda, kolam renang sudah kita siapkan dengan air hangat, apakah ada keperluan lain yang anda inginkan?”


“Terima kasih, tidak ada,” jawab Alex kemudian Pak Harto undur diri.


Byuur!


Alex langsung melompat ke dalam kolam dan berenang menenangkan diri, selesai berenang, waktu subuh telah datang, menanti waktu pagi Alex masih memikirkan bagaimana caranya ia menyelidiki siapa yang mencoba menyerang sistem ETO.


‘Sepertinya memang aku yang harus turun tangan sendiri,’ gumam Alex.


Rencana Alex hari ini ia akan cuti dari kantor selama sepekan untuk liburan ke Hongkong, semua urusan kantor akan ia serahkan pada Abraham, sepulang dari kantor nanti ia akan kembali membawa barang-barang ini dan menjalankan misi menjadi Zaini.


“Selamat pagi Tuan Muda, sarapan anda sudah siap,” sapa Pak Harto dengan beberapa pelayan.“Baik terima kasih,” ucap Alex mengangguk dan mulai menyantap hidangannya.


Sebuah helikopter mendarat di sisi kanan ruang makan, Alex melihat Abraham keluar dari heli, memang sejam yang lalu ia menghubungi Abraham minta dijemput.


...****************...


Alex dan Abraham kini berada di dalam helikopter, “Bagaimana, apakah kamu sudah memperoleh informasi tentang AXY?” tanya Alex membuka pembicaraan.

__ADS_1


“Belum ada Tuan, saya sudah mencari informasi bahwa sekarang Prof. Gio ada di Hongkong,” jawab Abraham.


“Wah kebetulan sekali, gue mau cuti seminggu untuk liburan pergi ke Hongkong,” ucap Alex tersenyum tipis.


Abraham binggung dan berkata, “Ta-tapi bagaimana dengan Jadwal- jadwal anda Tuan?”


“Kan ada elu, selama ini juga kalau gue gak ada, elu yang menangani perusahaan,” sahut Alex.


“Iya tapi bagaimana jika anda bertemu dengan Prof. Gio?”


“Tidak apa-apa toh bertemu dengan sahabat lama, apa salahnya?”


“Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anda Tuan? Saya akan pergi bersama anda. ” Abraham menatap Alex cemas.


“Tidak usah, elu cukup handle perusahaan, laporkan kepadaku jika Candra mulai mengusik perusahaan,” ujar Alex meyakinkan.


Bersambung...


Visual


Alexander Thomas El Farizi


__ADS_1


__ADS_2