
Semenjak diberitakannya Alexander Thomas El Farizi meninggal dunia, kepemimpinan Hwang Group masih kosong, belum ada yang keputusan dari Kakek Thomas siapa yang akan melanjutkan kursi kepemimpinannya. Sedangkan Candra terus mendesak sang ayah untuk menggantikan posisi Alexander tetapi Thomas masih ragu menyerahkannya.
...****************...
Sejam sesudah pemakaman berlangsung, “Tuan dan Nyonya Besar, di depan rumah ada Tuan Marcho dari Tiongkok, ingin bertemu dengan anda,” ucap Jhon.
“Hah, Marcho?” tanya Nenek Widya memastikan.
“Iya nyonya, Tuan Marcho dari Tiongkok,” ulang Jhon lagi.
“Mau apa mantanmu itu ke sini?” tanya Thomas pada Widya.
“Tidak, Akupun tak tahu ada apa dia ke mari, mas?” sanggah Widya cepat.
“Ayo kita temui dia,” ajak Thomas.
“Wah, wah ada tamu jauh rupanya, Hallo Tuan Marcho, ada apa anda datang jauh-jauh dari Tiongkok ke mari? ” ucap Thomas tanpa basa basi.
“Oh, Hallo juga Tuan Thomas, saya ke mari juga ingin menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya cucu anda,” balas Marcho.
Marcho dan Thomas usia mereka tak beda jauh, mereka dulunya adalah sahabat, tetapi semenjak Marcho meninggalkan Widya yang seharusnya menjadi calon pengantin pria di hari pernikahan antara Marcho dan Widya saat itu, namun terpaksa Thomas menjadi pengantin pengganti Marcho untuk menikahi Widya. Bahkan di usia mereka yang senja ini sebenarnya mereka masih menjadi musuh bebuyutan.
“Oh ya? Terima kasih, atas perhatian Tuan Marcho,” sela Thomas.
“Oh tentu saya perhatian dengan sahabat lama saya ini,” kilah Marcho.
“Di mana anak saya?” tanya Marcho pada Widya.
“Anakmu? Hahahaha,” tawa Thomas.
“Tentu saja anakku, dia akan tetap jadi darah dagingku,” sangkal Marcho.
“Lagi kecilnya ditinggalkan, sudah besarnya di aku-aku,” ejek Thomas.
__ADS_1
“Emang kenapa masalah buat kamu? Toh dia lebih mengakui aku sebagai ayahnya dari pada kamu yang hanya sebagai ayah pengganti,” geram Marcho tak terima di ejek.
“Kamu yang jangan mencari gara-gara ya Marcho,” pekau Thomas yang mulai tersulut emosi.
“Sudahlah Mas, jangan ladeni dia lagi, ayo kita masuk ke dalam saja,” bujuk Widya menengahi suami dan mantannya.
“Ada apa ini ribut-ribut?” Candra turun dari lantai atas. “Astaga Ayah, kapan datang? Kenapa tidak kabari Aku? ” pekik Candra gembira.
“Baru tadi pagi, sengaja mau kasih surprise untukmu, Nak, ” jawab Marcho gembira.
“Mari Yah, kita ke ruanganku,” ajak Candra.
“Hei, ini rumah saya!” sindir Thomas merasa tak dihargai sebagai tuan rumah.
“Tapi ini juga rumah Ibu,” bantah Candra. Mendengar itu tawa Marcho mengembang di sudut bibirnya terangkat miring, matanya melirik ke Thomas seakan ingin menyatakan dialah yang pantas di sebut Ayah.
...****************...
Di ruang pribadi Candra.
“Belum Yah, kita tunggu sampai suasana duka ini hilang,” jawab Candra santai.
“Terlalu lama kamu memikirkannya, ingat itu perusahaan kakekmu,” hasut Marcho.
“Iya Yah, sabar nanti akan ada massanya aku merebutnya kembali, pokoknya Hwang Group hakku,” ucap Candra yakin, diiringi senyuman menyeringai dari Marcho.
...****************...
“Siapa dia?” lirih Zaini memantau cctv yang terhubung melalui ponselnya.
“Sepertinya dia sudah akrab dengan Paman Candra,” gumamnya. Memperhatikan dengan seksama suasana di rumah utama saat Marcho datang.
“Kenapa kakek terlihat sangat marah sekali? Apa hubungan orang ini dengan Paman Candra? Ah, sial bagaimana cara menyelidikinya? Si Antonio sudah meninggal masa gue minta tolong Abraham,”
__ADS_1
Tok! Tok! “Assalamu’alaikum,” sapa seseorang dari luar pintu.
“Iya tunggu, waalaikumsalam, ” ujar Zaini menyahut dari dalam rumah, sekarang ia sudah tinggal di rumah bapaknya sendiri.
Cheklik! Pintu dibuka, menampakkan sosok seorang gadis yang berbaju hitam dengan celana jeans selutut.
“Nih, dari Ibu buat elu.” Mina menyerahkan sebuah rantang kepada Zaini.
“Oh terima kasih,” balas Zaini menerima uluran rantang.
“Ya sudah, gue langsung pamit Assalamu’alaikum,”ujar Mina berbalik langkah.
“Eh, tunggu dulu!” cegat Zaini.
“Ada apa? Gue gak punya banyak waktu nih, entar dikira warga ada apa-apa lagi cewek bertamu kerumah cowok,” ucap Mina nyalang.
“Ya ampun, elu kenapa sih sukanya marah-marah? Gue cuma mau tanya elu beneran mau magang ke Hwang Group?” tanya Zaini serius.
“Iya, emang kenapa?”
“Gue mau minta tolong bisa?” tanya Zaini lagi.
“Minta tolong apa sih?” balik tanya Mina.
Bersambung....
...****************...
Hai mau ajuin rekomendasi buat kalian nih para pembaca ini adalah karya temanku. Yuk kepoin,
Sinopsis:
__ADS_1
Elin selama ini dituduh oleh Lucas anak dari pelakor. Lucas yang terbawa dendam meminta temanya Lexi menghancurkan masa depan gadis itu. Elin diculik dan dijadikan pelampiasan duniawi oleh Lexi, dengan tujuan menghancurkan masa depanya, sehingga gadis itu menginginkan kematian menjemputnya. Tujuanya tentu membuat Elin depresi, sama seperti ibunya. Lalu ayahnya menderita dengan melihat anak kesayanganya bernasib na'as.
Namun, siapa sangka Elin yang telah Lucas buat hidupnya hina, mederita dan bahkan mengalami cacat fisik, karena percobaan pembunuhan dari dirinya. Ternyata ia adalah sodara kembarnya. Bagaimana bisa Lucas tidak tahu bahwa Elin adalah sudara kembarnya? Adakah maaf dari Elin untuk Lucas yang sudah menghancurkan masa depanya? Ada rahasia apa sehingga Lucas bisa termakan fitnah yang mengerikan itu?