TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 25 Persaingan Candra dan Abraham


__ADS_3

“Ini adalah fitur aplikasi terbaru yang mampu memindai dan memberikan akses yang nyaman untuk pengguna, dilengkapi fitur-fitur menarik diantarnya dengan menggunakan sistem ETO keamanan rumah dan kantor lebih mudah dipantau dan di aplikasi ini juga, tersedia fitur lensa inframerah akan dipasang di hardware sistem ETO, yang digunakan untuk menangkap sinyal dengan radius sekitar 100 meter bahwa akan ada orang yang mencurigakan menggunakan senjata tajam datang di rumah atau di kantor tersebut, ia akan memberikan bunyi atau peringatan kepada penggunanya, fitur aplikasi ini membantu Cyber Security dengan cepat menganalisis program. ” papar Abraham ketika presentasi.


Tepuk tangan dari para dewan direksi bergema, kemudian dipersilahkan kepada Candra untuk mempresentasikan hasil penemuannya.


“Ini adalah alat terbaru di produksi oleh saya sendiri yang cocok untuk digunakan untuk keamanan kantor, rumah, dan khususnya kantor sipil yang memang cenderung harus menggunakan sistem keamanan terutama penjara sipil. Nah namanya produk ini adalah CIO merupakan sistem inovatif yang bisa merekam, mentedeksi dan melindungi si pengguna dari kejahatan baik itu kejahatan secara fisik maupun secara non-fisik seperti kejahatan web, kejahatan melalui sosial media dan lain-lain,” jelas Candra mantap.


Tibalah hari penentuan bagi keduanya, mereka bersaing secara kompetitif, persaingan yang benar-benar menegangkan. Para dewan dereksi masing-masing memegang satu suara yang akan diberikan kepada calon kandidat CEO mereka, dan bagi kandidat memperoleh jumlah suara terbanyak adalah yang menang.


...****************...


Satu jam sebelum bergabung dengan dewan direksi.


Candra menemui Erwan salah satu dewan direksi yang nanti akan hadir, dan berbisik, “Ingat kamu harus mempengaruhi para investor yang lainnya untuk memberikan vooting kepada saya!” Candra menghisap dalam rokoknya.


“Oke asal sesuai kesepakatannya bagaimana?” tanya Erwan menyeringai.


“Pasti, sesuai kesepakatan,” jawab Candra mantap.


...****************...


Vooting dilakukan disaksikan oleh Ketua Besar yaitu Tuan Thomas, ia juga sedikit tegang, berharap semuanya berjalan sesuai harapannya.


“Baiklah, kita akan memulai perhitungan Vooting berdasarkan jumlah dewan direksi yang hadir total sekitar seratus empat puluh tiga orang karena satu orang alasan sakit dan satunya lagi adalah Ketua Thomas,” terang pembawa acara.


“Dari hasil perhitungan Vooting jumlah suara kandidat pertama yakni Tuan Candra adalah tujuh puluh suara sedangkan kandidat ke dua yaitu Tuan Abraham dengan suara yang diperoleh adalah sebanyak tujuh puluh tiga suara, dengan ini pemenangannya adalah Tuan Abraham,” kemenangan yang diumumkan.


“Apaa_ tidak mungkin pasti kalian curang ini?” tuduh Candra marah.


“Kami tidak curang Tuan, sebab hasil perhitungan berdasarkan vooting dari jari para direksi sendiri,” sangkal pembawa acara.


‘Ah payah kau Erwan,’ umpat Candra dengan murkanya.


...****************...

__ADS_1


Sesaat setelah Candra menemui Erwan, rupanya Abraham mengetahui pertemuan mereka itu, ia pun mencegat Erwan.


“Apa ini?” tanya Erwan.


“Ini adalah bukti hasil manipulasi data yang kamu lakukan terhadap perusahaan Hwang Group, kau kira dengan manfaatkan Candra semua ini tidak ketahuan hah, bagaimana jika Tuan Thomas tahu hal ini?” jawab Abraham.


“La-lalu kau mengancamku hah?”


“Aku tidak mengancammu, tetapi negosiasi denganmu bila kau menuruti kemauan Candra maka aku tidak akan segan-segan melaporkannya pada Tuan Thomas,” gertak Abraham sebelum meninggalkan Erwan.


“Huh, sial!”


...****************...


Sementara itu, ponsel Zaini terus bergetar banyaknya panggilan yang masuk dari Mina tak ia hiraukan, ia kemudian mencabut kartu telpon dari dalam ponselnya dan membuangnya ke laut.


“Maafkan aku Mina, orang-orang itu juga pasti sudah mengsadap handphonemu,” lirih Zaini. Sekarang ia berada di kapal laut menuju Tiongkok.


“Huh, kenapa tidak aktif lagi sih? Apa dia marah karena gue yang bocorin rahasianya, duuuh gimana dong?” terka Mina dengan wajah cemas.


...****************...


“Belum Prof, terakhir dia masih berada posisi di California, tetapi beberapa saat tiba-tiba sinyal ponselnya hilang,” jawab pemuda itu di sebelahnya.


“Oh ya? Berarti ia sudah tahu bahwa kita sedang melacaknya,” ucap lelaki itu lagi sambil meminum soda.


...****************...


“Hai Mina,” sapa Candra.


“Oh Hai juga Tuan Muda,” balas Mina sopan.


“Jangan panggil saya Tuan Muda, panggil saja saya Pak Candra seperti kamu memanggil Abraham,” kata Candra.

__ADS_1


“Oh Baiklah, ada apa Tuan eh maksud saya Pak Candra mengajak saya bertemu?” tanya Mina.


Memang beberapa hari yang lalu Candra menyuruh Mina datang ke ruangannya karena ada yang mau ia bicarakan.


“Begini saya ingin kapan-kapan bisa mengajak Nona Mina untuk makan malam berdua, anggap saja bentuk terima kasih saya sebagai seorang paman karena kamu telah banyak membantu Zaini alias Alexander selama di kampung, dan saya juga ingin memberikan sedikit bantuan untuk menemukan orangtua Zaini,” sambung Candra meyakinkan.


“Sungguh Tuan ingin membantu Zaini mencari orangtuanya?”


“Tentu saja Zaini keponakan saya, bagaimana mungkin saya membiarkannya kesusahan sendiri,”


“Terima kasih Pak kalau begitu,”


“Jadi bagaimana kamu bisa nanti meluangkan waktu untuk kita makan malam bersama membahas hal itu?” tanya Candra.


“I-iya Pak nanti saya akan cari waktu yang tepat,” ucap Mina.


“Baiklah, bisakah saya meminta nomor anda dan nomor Zaini Nona?” tanya Candra.


“Oh ini nomor saya Pak dan ini nomor Zaini,” jawab Mina polos.


Bersambung....


...****************...


Mampir kuuy



Perjalanan kisah cinta seorang CEO yang hilang ingatan dan jatuh cinta pada kurir yang telah menabraknya yang ternyata cinta masa kecilnya.


"Cinta itu datang karena terbiasa bersama," ucap Sean Alinskie dengan wajah datarnya.


"Bukan!" bentak Laluna yang tidak mau kalah.

__ADS_1


"Cinta itu bisa tumbuh karena kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan," ucap Laluna dengan senyuman manisnya.


Bagaimanakah kisah cinta CEO dingin dengan gadis kecilnya itu? Apakah rahasia di antara mereka bisa terbuka satu demi satu dan memperkuat ikatan cinta mereka?


__ADS_2