
Kepulangan Alexander ke Indonesia dilakukan secara sembunyi-sembunyi, karena terpaan isu miring yang masih hangat. Demi keselamatan Alexander, Jhon dan beberapa anak buahnya memperketat penjagaan villa Alexander.
Satu jam sebelum ke villa Alexander mampir ke galeri butik milik Viko, demi menjaga keselamatan Alexander dan rahasianya terpaksa Viko memperbolehkan Alexander datang tepat pukul dua dinihari.
“Demi you aike rela begadang,” omel Viko.
“Lelaki itu kalau bergadang sudah biasa,” bantah Alexander.
Persahabatan mereka memang unik, dulu Viko adalah teman sekolah Alexander yang sama seperti Abraham dan Gorgio, tetapi setelah lulus Junior High Schooll, Viko memilih melanjutkan pendidikannya ke Paris seperti impiannya mengejar cita-cita. Viko yang notabenenya juga anak orang terpadang di negeri ini, namun tidak gampang baginya untuk bisa mencapai pendidikan keluar negeri, Alexander menjadi sosok kawan yang berjasa mendukung temannya, maka dari itu Alexander juga tak akan sungkan meminta tolong pada Viko, walaupun saat itu keinginan Viko ditentang oleh Ayahnya yang seorang jendral tentara, Tetapi berkat Alexander juga lah, Viko bisa mewujudkan segala impiannya untuk pergi Paris.
“Ini yang harus You tahu!” Viko memberikan map yang berisi tentang laporan dari sebuah klinik kecantikan di negeri ginseng.
“Apa... ini?” tanya Alexander terbata.
“You baca saja, dan lihat sendiri,” jawab Viko menghisap tembakau dari mulutnya.
Alexander tertawa geli saat memandangi foto asli dari seorang Alecia,“Jadi... selama ini kita kena tipu dengan wajah polosnya?”
“Bukan kita tapi You,” cetus Viko lagi.
“Iya deh, terus apakah hanya ini yang kau dapatkan?”
“Ada yang lebih Hot, tetapi selesaikan transfer dulu ke aike,” ucap Viko dengan tangan melambai-lambai.
“Astaga, dasar mata duitan sesama teman saja kau selalu memeras, selalu perhitungan, ini dah ku transfer sisanya puas kau,” timpal Alexander.
“Hehehe, Ya ampun Tuan Alexander yang ganteng dan super duper kaya ini kalau dah ngomel duuh bikin jantungan aike chiin,” oceh Viko.
“Cepat mana informasi selanjutnya,” pinta Alexander.
“Nih lihat, gak sabar amat! Awas mata You bintitan lihat ini!” Viko mengoda Alexander yang penasaran dan memperlihatkan sebuah rekaman dari layar laptopnya.
Alexander pun tercengang dengan fakta yang ia lihat, sebenarnya hal seperti itu sudah biasa di dunia entertainment dan lain-lain, tetapi karena Alecia yang begitu terobsesi dengannya, maka ia harus bisa bertindak tegas untuk Alecia tidak lagi menganggu hidupnya.
“Sudah aike duga dari awal ini cewek gak beres, dia begitu terobsesi untuk cantik dan menjadi kekasih You apalagi fakta menarik bahwa ia menjadi modeling bukan karena bakatnya tetapi karena b*nalnya,” terang Viko.
“Aku punya ide,” ujar Alexander tersunging senyum miring dari bibirnya.
Viko hanya menanggapi dengan dua alis yang terangkat.
...****************...
Setibanya di Villa, Alexander menghubungi Alecia, tetapi tidak di angkat, ‘Biarkan saja nanti dia pasti akan langsung menghubungiku balik,’ gumam Alexander, dan benar saja belum sempat lima menit Alecia langsung menghubunginya balik.
“Halo Alexander, apakah benar ini kamu yang menghubungiku?” tanya Alecia ragu.
“Iya Halo, ini aku Alexander,” jawab Alexander.
“Ya ampun, telpon yang selama ini aku tunggu-tunggu akhirnya kau telpon aku juga,” ucap Alecia.
__ADS_1
Sebenarnya Alexander ingin muntah mendengar suara mendayu-dayu dari Alecia. “Iya, aku baru pulang dari Tiongkok dan aku baru bisa menghubungimu sekarang,” ujar Alexander.
“Lalu ada apa malam-malam begini kamu menghubungiku Alexander?”
“Aku hanya memastikan bahwa pertunangan kita akan tetap dilanjutkan hari minggu ini, aku akan mengelar pesta sesuai keinginanmu, silakan besok pilih tempat dan juga konsep weddingnya sesuai harapanmu,” sahut Alexander.
“What? Sungguh yang kamu ucapkan ini Alexander?” tanya Alecia tak percaya.
“Tentu saja sepertinya aku memang harus membuka hati untukmu,” sambung Alexander.
“Oke, besok aku akan memberitahu Ayahku dulu pasti dia akan sangat senang sekali,” kata Alecia semangat.
“Ya tentu saja, dan pastikan acara yang meriah dan mewah dananya akan aku transfer ke rekeningmu.” Bagi seorang Alexander tak mempermasalahkan beberapa pun uang yang ia habiskan dan hamburkan karena tujuh turunan pun uangnya tidak akan habis apalagi hanya untuk membuang para parasit yang dianggap menganggu hidupnya.
“Baiklah sampai jumpa besok sayang,” ucap Alecia manja.
“Ya selamat malam.” Alexander langsung mematikan handphonenya ia merasa mual dan jijik harus bersandiwara lagi, Alexander membanting handphonenya dengan keras.
“Yeee... yee ... asyik akhirnya kau jadi milikku Alexander,” lirih Alecia.
Ia melirik Tomi yang tertidur pulas di sampingnya, nampak sangat lelah setelah beberapa kali pertempuran mereka.
Pagi harinya Alecia bersiap pergi dari Apartemen Tomi sudah dua hari ia menginap di sini.
“Apakah kau yakin masih ingin bertunangan dengan dia?” tanya Tomi.
“Iya pasti sangat yakin, mana mungkin aku melewati kesempatan emas ini bukankah kau juga tahu selama ini targetku hanyalah dia? Agar semakin bisa kuat dengan menjadi isterinya maka aku akan seperti ratu di negeri ini,” ucap Alecia yakin.
“Cukup Tom! Ia sendiri yang sudah mengatakan akan membuka hatinya untukku, dan ini lihatlah dia sudah mentransfer satu milyar ke rekeningku untuk persiapan pertunangan,” tukas Alecia memperlihatkan bukti transaksi yang dikirim Alexander ke rekening Alecia.
Mendengar itu mata Tomi langsung berbinar, ia langsung mendukung pertunangan Alecia dengan Alexander, “Sungguh? Oh sayang maafkan aku yang tak percaya denganmu, aku tadi hanya takut kamu akan meninggalkan aku demi lelaki itu,” rayu Tomi dengan mata memohon.
“Sayang tolong bagi sedikit dong,” sambung Tomi lagi sambil menunjuk pada handphone Alecia.
Alecia paham, ia mengirim jatah untuk kekasihnya ini juga, “Cukup segitu saja, nanti setelah aku berhasil menjadi Nyonya Alexander kupastikan rekeningmu terisi penuh.”
Senyum mengembang dari sudut bibir Tomi, melihat pesan notifikasi dari bank-kingnya tertera dua ratus juta masuk atas nama penerima Tomi Hermawan, “Iya sayang, yang cantik kudo'akan agar acaranya berjalan lancar, dan kamu segera menjadi Nyonya Alexander seperti keinginanmu.”
“Ya udah aku pergi dulu dan ingat jangan sampai hubungan kita ketahuan!”
“Tenang saja sayang, semuanya aman bersama Tomi,” pungkas Tomi sambil menepuk ****** Alecia gemas dan memberikan kecup*n manis di bibir Alecia.
...****************...
Proses persiapan acara pertunangan di lakukan secara mendadak, walau mendadak semua yang terlihat sempurna sampai hari H, dan hari yang ditunggu pun tiba.
Mina yang mendengar acara pertunangan dari Alexander dan Alecia itu merasa kecewa, “Mana janjimu Alex, bahwa kau akan menjelaskan semuanya setelah pulang, tetapi malah melanjutkan pertunanganmu berengs*k,” geram Mina. Jika bukan karena ajakan dari Abraham sang bosnya ia enggan pergi ke acara itu.
Pergelaran acara sangat mewah dan megah terutama semua tamu undangan yang hadir dalam pesta pertunangan ini adalah rekan-rekan bisnis dari Alexander dan juga beberapa teman dari Alecia yang juga dari agensi modeling serta tentu saja Ayah Alecia tidak menyiakan kesempatan berharga ini untuk menyiapkan calon-calon investornya dan membanggakan pertunangan anaknya dengan Alexander. Tak luput pula seluruh awak media dikumpulkan untuk mengumumkan hari bahagia ini.
__ADS_1
“Para hadirin saatnya kita mulai acara pertunangan dari Tuan Alexander dan Nona Alecia, untuk saling bertukar cincin pasangan...,” ucap seorang MC.
“Tunggu sebentar,” sela Alexander lantang.
“Di hari yang bahagia ini saya sudah menyiapkan suatu kejutan untuk Nona Alecia, sebagai hadiah dari saya untuk dia,” sambung Alexander lagi.
Terdengar bisik-bisik dari para tamu mereka sangat kagum “So sweet ternyata Tuan Alexander orang yang sangat romantis.”
Alecia tak berhenti tersenyum sumringah, jantungnya benar-benar berdebar lebih cepat saat menantikan kejutan dari Alexander.
“Dan inilah surprise dariku untukmu wahai Calon Tunanganku,” ungkap Alexander.
Sebuah layar proyektor muncul tiba-tiba dan menampilkan foto-foto sebelum dan sesudah Alecia yang beroperasi.
“Apa maksudnya ini Alecia apakah kamu bisa jelaskan? Apakah kamu membohongi kami selama ini?” tanya Alexander pura-pura merasa tertipu.
“Ti-tidak, bukan begitu Alex...,” jawab Alecia terbata-bata ia syok dengan kejutan yang dilakukan oleh Alexander.
“Cepat matikan layarnya!” perintah Papinya Alecia mencoba untuk menghalangi layar namun dengan sigap para anak buah Alexander menangkapnya.
“Alexander, aku bisa menjelaskan ini tidak seperti yang kamu lihat,” kilah Alecia.
“Oh ya? Lalu bagaimana dengan ini?” Alexander memberikan kode untuk menayangkan sebuah video syur dari Alecia dan Tomi yang ia dapatkan dari Viko.
Suara gemuruh dan cacian dari para tamu untuk Alecia terdengar begitu berisik. Mereka mengumpat dan sesekali melirik sinis ke arah Alecia, para wartawan pun tak mau ketinggalan semuanya berebut untuk mengabadikan video itu.
Alecia hanya menangis meraung, “Alex, apakah kamu ingin mempermalukan aku?”
“Tidak, tetapi aku hanya ingin membatalkan pertunangan ini dan selamat menikmati sandiwaramu,” kata Alexander yang pergi meninggalkan Alecia yang semakin menagis menjerit.
“Awas kau Alexander! Aku tidak Terima putriku dihina dan dipermalukan didepan umum seperti ini,” geram Papinya Alecia.
Bersambung...
Duh horang kaya ya gaees, sekali marah banting handphone,🤧🤧 oh ya gak neko-neko juga aib Alecia benar-benar dibongkar habis oleh Alexander 😁 sadiis Tuan Muda.
Visual Alexander
Visual Alecia
Kalau seru jangan lupa tinggalkan jejak ya reader’s tersayang, like coment and votenya ditunggu.
...****************...
silakan juga mampir di karya menarik punya teman saya ini.
__ADS_1