
Di Restoran S lantai ke tiga.
“Ada kamu memintaku untuk kemari?” tanya Alexander dingin.
“Astaga apa kamu tidak ada rasa kangen denganku? Aku mengajakmu bertemu untuk bahas tentang pertunangan kita bagaimana?” tanya Alecia cemberut.
“Aku tidak mau buang-buang waktu Alecia, dan ingatlah pertunangan kita tidak akan pernah terjadi, itu dulu hanya rencana Kakekku dan kini ia telah tiada maka jangan harap ada pertunangan diantara kita.” Alexander pun berdiri bersiap ingin pergi.
Alecia mencegahnya dan berkata, “Apa ini karena gadis kampung namanya Rahmina itu kan?”
“Hei, ini tidak ada sangkut-pautnya dengan dia, jangan bawa-bawa dia!” sangkal Alexander.
“Kalau tidak ada hubungannya dengan dia lalu kenapa kamu tidak menyukaiku? Aku sangat mencintaimu Alexander,” mohon Alecia yang tiba-tiba memeluk Alexander.
“Apa-an kamu Alecia, lepaskan! Kalau ada wartawan atau paparazi yang melihat bagaimana? Jangan mencari masalah denganku,” murka Alexander ia mendorong tubuh Alecia sehingga terhantuk meja makan.
“Aduuh ... Alex, tunggu Alexander!” rengek Alecia yang melihat Alexander pergi dan berlari kecil menyusul Alexander di belakang. Tanpa Alexander ketahui Alecia sudah menyiapkan seorang wartawan yang diam-diam memotret gerak gerik mereka sedari tadi, yang membuat Alexander terkejut kembali saat melangkah menuju pintu keluar ternyata Abraham dan Mina juga sedang berada di restoran ini. Mereka terihat akrab dan sepertinya akan pulang bersama. Saat Alexander ingin menghindar malah Abraham sudah melihatnya di susul oleh Alecia yang datang.
“Hallo Tuan Alexander,” sapa Abraham, sedangkan Mina hanya diam meremas jari tangannya, “Oh hallo juga Tuan Abraham kebetulan sekali kita berjumpa di sini,” balas Alexander dengan experesi datarnya. “Wah kamu sedang bersama siapa ini Abraham?” tanya Alecia kepo, “Oh ini namanya Rahmina dia nantinya akan menjadi sekretaris saya,” jelas Abraham. “Oh ya, sepertinya nampak muda sekali,” cetus Alecia. “Ya mungkin seperti itulah, mari Tuan Alexander dan Nona Alecia, kami permisi lebih dulu,” ucap Abraham. Ia paham sepertinya Mina tidak akan nyaman dengan situasi ini.
“Oh tentu silakan,” sahut Alexander.
Abraham merangkul pundak Mina menuntunnya untuk berlalu pergi, “Sepertinya mereka itu punya hubungan deh, tidak pernah Abraham dekat begitu dengan wanita,” timpal Alecia. Mendengar itu Alexander mendengus kesal dan segera pergi meninggalkan Alecia.
Alecia menatap kepergian Alexander dengan tersenyum menyeringai, rencananya membuat Alexander bertekuk lutut mencintainya sebentar lagi akan tercapai. Sebenarnya ia sengaja mengajak Alexander bertemu, Alecia sudah tahu bahwa di sana juga ada Abraham dan Mina, ia ingin membuat Alexander salah paham atas hubungan Abraham dengan Mina.
...****************
...
__ADS_1
“Apa... mahasiswi? Berani-beraninya ia ingin bersaing denganku,” geram Alecia.
“Aku bisa membantumu untuk memberi pelajaran kepada wanita itu,” tawar Candra.
“Oh ya, bagaimana caranya?”
“Kau harus mengikuti rencanaku begini...,” tukas Candra memberi tahu ide liciknya.
“Wah, ide yang cemerlang Tuan Candra, pasti Alexander tidak akan bisa menolak pesonaku, dan cewek itu harus diberi pelajaran karena berani bersaing denganku,” oceh Alecia.
“Bagus kalau bisa bawa wanita itu ke hadapanku, ingat jangan sampai Alexander curiga!” perintah Candra.
Alecia mengacungkan jari jempolnya, “Siap beres, pokoknya kalau sudah berhasil aku akan segera menghubungimu.”
...****************...
Mina dan Abraham sedang dalam perjalanan pulang, Mina banyak diam ia tak menyangka jika bertemu dengan Alexander, ia tidak tahu apakah ia merasa malu kepergok karena berdua dengan Abraham ataukah ada perasaan lainnya saat ia melihat Alexander bersama dengan Alecia? Memikirkan itu Mina merasa pusing sendiri, ia tidak mengerti akan perasaannya yang campur aduk.
Mina yang terkejut, segera menarik tangannya dari genggaman Abraham, “Ti-tidak, apakah kita sudah sampai?”
“Ya Maaf, kita sudah sampai beberapa menit yang lalu, tetapi kamu seperti melamun dari tadi aku beberapa kali memanggilmu namun gak ada respon darimu aku mencoba hanya menyadarkan bahwa kita sudah sampai di kostmu,” jawab Abraham heran dengan sikap Mina.
“Kalau begitu terima kasih, atas makan malamnya Mas Abraham. Saya masuk duluan selamat malam, sampai berjumpa besok pagi,” ujar Mina turun dari mobil Abraham langsung masuk kedalam kostnya.
...****************...
“Ini Tuan proposal yang saya ajukan, untuk perkembangan sistem ETO saat presentasi kemaren melawan Candra,” ungkap Abraham.
Alexander hanya memandangi proposal itu, “Benar itu buatanmu sendiri?”
__ADS_1
“Tentu saja, aku kan bukan Candra yang licik, saya harap secepatnya Anda bisa mengacc agar kami bisa segera merilisnya,” jawab Abraham.
“Sejak kapan Mina menjadi Sekretarismu? Padahal ia masih berstatus mahasiswi magang di perusahaan,” timpal Alexander.
“Tidak apa kan Tuan? Keputusan sekarang berada ditangan saya atas pertimbangan prestasi yang telah Mina lakukan, dan saya lebih nyaman bekerja sama dengannya jika ia menjadi sekretaris saya maka saya yakin kinerja saya akan lebih baik lagi,” sahut Abraham
“Bagaimana bisa jika ada kecemburuan di antara karyawan? Karyawan sudah lama bekerja pasti merasakan tidak adil, dan kenapa pula kamu tidak mendiskusikannya lebih dulu denganku?”cecar Alexander.
Alexander merasa kesal atas keputusan Abraham yang ia anggap hanya sebelah pihak, “Jangan campur adukkan perasaan dengan urusan perusahaan Abraham!”
“Apa maksud Tuan Alexander? Saya tidak mencampur adukan perasaan, saya hanya mencari seseorang yang kompeten untuk mendampingi saya dan saya rasa Mina adalah sosok yang tepat,” sambung Abraham.
“Kalau tidak ada lagi yang dibahas saya permisi Tuan, saya akan ke kantor,” ucap Abraham pamit.
Alexander tak bergeming, pagi ini Abraham datang menemuinya di villa untuk menyerah berkas proposal program kerjanya, tetapi malah menjadi sasaran kekesalan Tuan Mudanya itu.
“Tuan Muda...,” ucap Jhon yang datang menghampiri secara tergesa-gesa.
“Ada apa Jhon?”
“Anda harus melihat ini Tuan,” Jhon menyerah sebuah tabloid gosip di ruangan kerja Alexander.
‘KETUA BARU HWANG GROUP TERCIDUK SEDANG MEMELUK MODEL TERKENAL DI IBU KOTA ADALAH ALECIA ANGRAINI YANG DIYAKINI ADALAH CALON TUNANGANNYA, TETAPI BELUM ADA KONFIRMASI DARI PIHAK TERKAIT KAPAN PERESMIAN PERTUNANGAN MEREKA DILAKUKAN?' tulis judul tabloid itu.
“Ck! Segera bungkam media-media yang menyebar gosip ini,” decak Alexander memberikan perintah pada Jhon.
“Tetapi ... Nona Alecia sudah mengklarifikasi di media sosialnya bahwa acara pertunangan kalian akan diadakan pekan depan, katanya pertemuan kalian malam itu untuk membahas persiapan acara pertunangan,” jelas Jhon memperlihatkan isi story dari media sosial milik Alecia.
“Alecia benar-benar menjebakku, awas saja akan kubuat karirnya hancur!” geram Alexander tak terima.
__ADS_1
Bersambung...