TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 51 Kebenaran Yang Terkuak.


__ADS_3

“Benarkah Alexander yang menceritakan itu denganmu?” tanya Gorgio.


“Tentu saja, memangnya aku sepertimu yang tega berkhianat pada sahabat sendiri!” cecar Abraham.


“Kalau memang seperti itu, akan kupastikan Marcho dan Harto akan mendapatkan balasan yang lebih sadis,” geram Gorgio.


Sebelum berangkat ke kantor, Abraham sengaja mampir dulu ke markas Geng Harimau Putih, ia menemui Gorgio yang ada di Indonesia.


...****************...


“Kenapa mukamu cemberut begitu?” tanya Abraham menyerah berkas yang sudah ia tanda tangani kepada Mina.


“Ini sudah tiga bulan sejak kepergian Alexander ke Singapura, tetapi sampai sekarang Anda belum memberitahu saya tentang keadaannya,” ujar Mina tetap bicara formal.


“Apakah kamu merindukan Tuan Alexander?” tebak Abraham. Membuat Mina salah tingkah.


“Ti-tidak, sa-saya hanya mengkhawatirkan saja, sebab dia celaka karena menyelamatkan saya,” jawab Mina gagap.


“Benarkah? Lalu kenapa kamu seperti gugup begitu?” Abraham mencoba menelisik perasaan Mina.


“Kalau tidak ada keperluan lagi, saya pamit keluar Pak,” ucap Mina pamit undur diri dari ruangan Abraham.


Abraham tersenyum kecut, ‘Bagaimana perasaanmu padaku Mina? Apakah kamu tidak menanyakan keadaanku juga?’ pikir Abraham yang mulai cemburu karena Mina setiap saat menanyakan kabar Alexander.

__ADS_1


Jepang waktu setempat.


Tok! Tok! Tok!


“Ya masuk!”


“Permisi Pak, ada berita yang harus Anda ketahui,” ucap lelaki itu menyerahkan sebuah tablet pada Marcho.


“Berita terkini, beredar luas video tentang kerusuhan yang terjadi di Kota T, tepatnya di gudang bekas pertambangan minyak PT. CK di ketahui bahwa kerusuhan terjadi karena ulah Geng Macan Tutul, yang menculik seorang gadis dan ia diselamatkan oleh kelompok Harimau Putih, sempat terjadi baku tembak dan pertarungan antara dua kelompok, dan orang-orang dari kelompok Macan Tutul masih dalam pengejaran polisi,” lapor reporter stasiun TV swasta itu.


“Sial, Anj*ng kau Alexander!” maki Marcho.


“Bos, gawaat!” ucap Harto yang datang.


“Ini lihatlah!” Harto memberikan handphonenya pada Marcho.


Sebuah video menayangkan aksi transaksi jual beli obat-obatan terlarang secara ilegal dan juga terdapat beberapa senjata api buatan luar negeri, vedio yang memperlihatkan dengan jelas bahwa itu adalah wajah Candra dan Marcho yang sedang menunggu dan melakukan transaksi pada para pembeli.


Walaupun menyamar berbaju loreng Putih hitam seperti Geng Harimau Putih tetapi, tetap saja wajah mereka nampak sangat jelas. Vedio itu berdurasi sepuluh menit itu berhasil membuat heboh publik lagi, bagaimana tidak? Karena selama ini yang tertuduh adalah Geng Harimau Putih.


“Bagaimana bisa ada vedio ini?” hardik Marcho pada Harto.


“Sa-saya tidak tahu Tuan, karena vedio itu sudah terlanjur beredar luas di YT,” jawab Harto.

__ADS_1


...****************...


“Mampuslah kau kali ini Marcho, dan tidak ada ampun bagimu!” Alexander tersenyum senang, ia melihat juga tayang vedio itu di handphonenya, rencana hari ini ia juga akan pulang ke Indonesia.


“Pemirsa, saya akan membacakan berita terkini seperti perusahaan Hwang Group selama ini masih belum ada pernyataan resmi atau bantahan dari Ketua Hwang Grup, yaitu Tuan Alexander Thomas El Farizi tentang isu yang nenyeret namanya dengan Geng Harimau Putih, banyak vedio yang bermunculan memperlihatkan tentang apa itu Geng Harimau Putih dan apa saja kegiatan mereka? Hal itu mendapatkan dukungan dan respon yang positif dari berbagai masyarakat, walaupun masih ada beberapa keraguan tentang kebenaran dari vedio-vedio tersebut, yang diunggah oleh akun Anonymus tidak diketahui identitasnya sampai saat ini, ” papar Presenter Berita itu.


...****************...


Memang mereka adalah anggota kelompok Geng Harimau Putih dan mengungkapkan kegiatan yang mereka lakukan selama ini secara diam-diam diantaranya adalah melakukan kegiatan amal, menolong beberapa orang yang terjerat hutang untuk dilunasi, membantu usaha-usaha kecil yang sedang mengalami kebangkrutan untuk bangkit kembali dan berkembang.


Setiap bulannya memberikan sumbangan kepada panti asuhan dan panti jompo, bahkan memberikan dana pendidikan pada anak-anak jalanan secara sembunyi-sembunyi.


“Saya pernah menemukan kardus tepat di depan warung saya, ketika di lihat berisi beberapa bahan pokok dan amplop yang diisi uang, tanpa pengirimannya hanya berlogo gambar harimau putih di dalam kardusnya," ucap salah satu sumber yang diketahui sebagai pemilik warung kopi di pinggir jalanan.


“Saya pengelola sekaligus penangung jawab dari Panti Asuhan Mulia Kasih Bunda, setiap bulannya sudah berjalan hampir lima tahun lebih, selama itu kami menerima bantuan berupa uang tunai yang dikirim oleh donatur yang sampai sekarang kami tidak mengetahui jelas dia siapa sebab utusan yang dikirim selalu berbeda-beda dan mereka mengatakan bahwa anggota dari Kelompok Harimau putih, kami selaku pihak Panti sangat berterima kasih dan begitu bersyukur atas bantuan yang telah diberikan," kata Bu Amelia pengelola Panti.


Adapula vedio seorang dokter muda, dan ia menjelaskan, “Saya adalah anak jalanan, yang hidup dipanti sosial bersama adik kecil perempuan saya, saat itu kondisi kami benar-benar terburuk, kami hampir diusir dari Panti sebab tanah lahan yang dibangun untuk dijadikan Panti mengalami sangketa, dan kami semua tidak bisa melanjutkan sekolah karena terhalang oleh dana, untungnya ada seseorang tanpa diketahui nama dan wajahnya tertutup oleh masker memberikan sekantong plastik berupa uang dan juga emas batangan didalamnya, saat itu saya sudah sekolah menengah pertama, saya ingat betul pesan yang tertera bertulis dikertas berstempel harimau putih agar mempergunakan uang dan emas itu untuk keperluan dan kebutuhan seluruh orang di Panti, akhirnya kami tidak jadi usir, sangketa tanah diselesaikan dengan baik, saya serta seluruh teman-teman yaitu anak-anak di Panti dapat bersekolah dengan bantuan tersebut, bagaimana pun kami sangat berterima kasih."


Terlepas perihal itu semua masih banyak meragukan tentang kegiatan yang dilaksanakan oleh Geng Harimau Putih ini, sebab kenapa harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi? Dan yang menjadi pertanyaan besar dari mana dana yang mereka peroleh selama ini?


Bersambung....


Yuk mampir juga di sini.

__ADS_1



__ADS_2