
[Ingat jam 9 malam ini, kita bertemu di Club Bar S di jalan Xxx. -Candra]
Pesan singkat itu muncul dilayar ponsel Mina, ia mengamati bahwa itu pesan yang dikirim oleh Tuan Candra.
‘Semoga Tuan Candra benar-benar mau membantu untuk menemukan orangtua Zaini,’ pikir Mina. ’Aku harap dengan begini bisa membantumu Zai, dan aku gak selalu merasa bersalah padamu atas kejadian waktu lalu.’
...****************...
Malam ini dengan naik taksi Mina menuju jalan Xxx dan ke tempat Bar S sesuai dengan arahan pesan. Dari dalam bar terdengar suara musik disko yang bergema nyaring memecah keheningan malam, ia memberanikan diri memasuki tempat itu, padahal seumur hidupnya belum pernah ke sini, “Apa sungguh ini tempatnya untuk makan malam? Ternyata rame juga tempatnya,” gumam Mina.
“Hallo, Nona cantik, temani Om ya,” sapa seseorang lelaki berparawakan sedang, nampaknya ia sedang mabuk.
“Maaf,” ujar Mina menghindar. Ia celingak-celinguk mencari Tuan Candra.
“Hallo Nona, Anda sedang mencari siapa?” tegur seorang pelayan Bar.
“Sa-saya mencari Tuan Candra,”
“Oh Anda pasti tamu VVIP Tuan Candra, mari saya antar,” ucap Pelayan itu.
Mina mengikuti langkah pelayan tersebut dan mereka sampai disuatu ruangan yang remang, di sana Mina bisa melihat Tuan Candra dikelilingi oleh beberapa wanita cantik dan sexy, Candra merangkul mereka semua dan sesekali menghisap tembakau dari mulutnya, ia . “Tuan Candra tamu Anda sudah datang, silakan masuk Nona, ” ucap Pelayan itu. “Oh Terima kasih,” balas Mina.
“Oh, selamat malam Nona Mina, ayo mari duduk di sini,” ajak Candra.
“Pelayan tuangkan minuman untuk Nona ini,” pinta Candra menjentikkan jarinya memanggil pelayan wanita.
“Mari Nona Mina, silakan diminum!” ajak Candra bersulang.
Mina sempat ragu ia tidak tahu minuman itu ialah Wiski, minuman keras dengan kadar alkoh*l dua puluh hingga lima puluh persen. Akhirnya Mina pun meminum itu semuanya dalam sekali teguk, ia pikir hanya minuman soda biasa. “Kenapa tengerokanku sakit ya? Kok rasanya panas sekali,” lirih Mina.
“Oh ya, Pak Candra sungguh Anda akan membantu Zaini maksudnya Tuan Alexander untuk menemukan Bapaknya?” tanya Mina.
“Menurutmu apakah aku harus membantu Alexander?” tanya balik Candra.
“Tentu bukankah Anda sudah berjanji akan hal itu,” ucap Mina, namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan badannya menjadi lemas.
‘Duh, gue kenapa ini?’ pikir Mina yang sudah mulai tak karuan.
“Sepertinya kamu lumayan cantik juga,” ucap Candra tersenyum menyeringai, ia mengambil ponselnya lalu mempotret Mina yang mulai tak sadarkan diri, send- foto Mina terkirim ke salah satu nomor kontaknya.
__ADS_1
...****************...
“Thank Mr. Michelle for your cooperation,” ujarnya sambil berjabat tangan.
“Ok, thank for you too, pleased too meet you,” sambung klain itu.
Drrrttt!
Handphone berlogo apel milik Abraham bergetar, nampak foto Mina yang duduk bersandar pada kursinya.
“Huh sial! Mina kenapa kamu b*doh sekali?” umpat Abraham masuk ke dalam mobilnya ditunggu oleh sang sopir kemudian meluncur dengan kecepatan tinggi.
kebetulan ia sedang mengadakan meeting penting di sebuah restoran bintang lima, tak jauh dari lokasi Bar tersebut.
Sesampainya di sana ia melihat ada Candra dan beberapa teman-temannya, ditemani para perempuan-perempuan disampingnya.
“Astaga Mina!” Abraham langsung menghampiri Mina.
“Apa yang Anda lakukan terhadapnya Tuan Candra?” Abraham geram.
“Aku tidak melakukan apapun dialah yang datang padaku...,” sahut Candra dengan senyum mencibir.
“Oh ya? Awas jangan pernah siret wanita ini dalam persaingan kita mengerti!” sela Abraham, ia mengangkat tubuh Mina mengendongnya dengan ala gaya bridal style, “Ayo Mina kita pergi dari sini!”
“Jangan mencari gara-gara Candra, atau kamu sendiri yang akan menerima akibatnya!” gertak Abraham berlalu pergi membawa Mina keluar dari Bar.
“Berani sekali kamu mengancamku, dasar anak pelayan brengs*k!” maki Candra.
“Kita pulang ke apartemen ya Pak,” ucap Abraham membawa Mina masuk ke dalam mobilnya.
“Baik Pak,”
...****************...
Di Apartemen Abraham.
Mina yang tak sadarkan diri karena pengaruh Alkohol, “Mina, hei Mina sadarlah!” ujar Abraham menepuk-nepuk pipi Mina yang merah kemerahan menahan hawa panas, “Huh, dasar Anda tuan bangs*t! Jahat, tidak mau membantu keponakan sendiri mencari orang tuanya,” racau Mina memukuli Abraham.
“Mina ini aku Abraham, sadarlah!”
__ADS_1
“Kamu jahat kamu bukan paman yang baik, kamu itu....” Mina pingsan tak sadarkan diri.
“Astaga Mina kamu menyusahkan saja, kamu polos atau beg* sih? Apa gak bisa bedain orang baik dan yang cuma manfaatin? Kalau Tuan Muda Alexander tahu, bisa kena hukuman kamu,” omel Abraham kesal dengan kelakuan Mina.
“Apa segitu khawatirnya kamu dengan Tuan Muda? Apa hubungan kalian?” bisik pelan Abraham yang membaringkan Mina ke atas ranjang.
‘Hemmz... Cantik,” gumam Abraham menatap Mina.
Bersambung...
Visualisasi
Candra
Abraham
Rahmina
...****************...
Seorang gadis bernama Elia Tiara Dewi harus menjalani kehidupannya yang menjadi begitu suram akibat kecelakaan beberapa tahun lalu yang merenggut keceriaan dan juga warna dalam hidupnya.
Akibat kecelakaan yang merenggut penglihatannya dan lebih menyakitkannya lagi kecelakaan itu, dilakukan oleh kakak tirinya. karena merasa iri dengan kehidupan yang dijalani oleh Elia.
Hingga pada akhirnya, Elia bertemu dengan seorang laki-laki tampan bernama Gavin Harsono. yang merasa jatuh cinta, pada Gadis itu saat pandangan pertama.
Hingga Gavin memutuskan untuk menikahi Elia. namun, hal itu sepertinya ditentang oleh keluarga besar Harsono terutama sang ibu.
Namun, entah apa yang terjadi hingga membuat ibu Gavin menyetujui pernikahan putranya itu.
__ADS_1
Mampukah Elia bertahan dengan keluarga yang tidak menyukainya dari awal? dan Mampukah Elia Bertahan saat sang suami diperintahkan untuk menikahi sang kakak tiri?
kita simak saja yuk