
Berbekal informasi kenalannya tentang keberadaan Gorgio di Tiongkok, Alexander ke sana untuk menemui sahabatnya itu, sesampainya ia di sana. Ternyata alamat yang dituju adalah sebuah toko bunga, Alexander masuk ke dalam toko itu,
“Nǐ hǎo, Wǒ néng bāngzhù nǐ ma? (Hallo, ada yang bisa saya bantu?)” sapa seorang penjaga toko tersebut.
“Nǐ hǎo, qǐngwèn zhège dìzhǐ duì ma? ( Hallo juga, apakah alamat ini benar?)” tanya Alexander.
“Shì de, zěnmeliǎo? ( Benar, ada apa ya?)” jawab penjaga toko itu.
“Zhèyàng wǒ yào zhǎo yīgè jiào Prof. Gorgio,( Begini saya sedang mencari seseorang bernama Prof. Gorgio)” ungkap Alexander, sambil memperlihatkan foto Gorgio dari layar handphonenya.
“Prof. Gorgio Xiǎojiě de zhàngfū Yienxie? (Prof. Gorgio suami dari Nona Yienxie?)” terka penjaga toko itu.
“Shénme, Tāmen jiéhūnle? (Apa, mereka sudah menikah?) Expresi terkejut dari Alexander.
“Shì de, tāmen yī nián qián jiéhūnle, zhè shì tā qīzi de diàn,( Ya, mereka sudah menikah satu tahun yang lalu dan ini adalah toko isterinya)” jelas penjaga toko itu.
“Tā xiànzài zài nǎlǐ Prof. Gorgio? (Di mana sekarang Prof. Gorgio?)” tanya Alexander penasaran.
...****************...
Berdasarkan informasi dari penjaga toko bahwa keberadaan Prof. Gorgio sekarang ada di wilayah timur pantai Tiongkok. Ia pindah ke sana setelah meninggalnya sang isteri dua bulan yang lalu, Alexander mulai berpikir, ‘Apa salahku? Kenapa Gio tidak memberikan kabar bahwa ia sudah menikah?'
Alexander mencoba menghubungi nomor ponsel yang diberikan oleh penjaga toko, namun tidak ada jawaban. Ia meremas rambutnya dengan kesal, karena misteri AXY belum dapat terpecahkan, Bapaknya belum juga di temukan dan sahabatnya pergi entah kemana. Banyak problem yang kini ia hadapi, ia masih tidak bisa menebak kelompok siapa yang ingin menangkapnya dan kejanggalan bapaknya hilang secara tiba-tiba.
“Bagaimana ini, AXY bisa sewaktu-waktu terus menyerang sistem ETO? Sedangkan di mana Prof. Gorgio tidak bisa dihubungi, Ah berengs*k,” rutuk Alexander.
Seketika ia langsung ingat Mina, “Ah mungkin aku harus mencoba meminta bantuan Mina agar bisa menjadi mata-mata di perusahaan,” lirih Alexander.
...****************...
“Bos, kata penjaga toko ada seseorang yang kemaren siang mencari Anda,” kata Wendy memberitahu Gorgio.
“Oh ya siapa?”
“Katanya seseorang dari negara Indonesia,”
“Apakah anak buah Geng Macan Tutul? Tetapi tidak ada pesan fax dari Bos Marcho,”
__ADS_1
“Nampaknya bukan dari anggota Macan Tutul Pak,”
“Kita harus waspada bersihkan lokasi ini,” perintah Gorgio.
“Baik Pak,”
...****************...
Di sebuah Apartemen Tiongkok.
“Bagaimana keadaannya?” tanya suara didalam telpon.
“Keadaannya cukup memperihatinkan Bos, ia sekarang masih kritis, kata dokter mungkin ia tidak bisa bertahan lebih lama,” jawab anak buahnya.
“Oke tetap jaga dia sebentar lagi aku akan pulang ke sana,” ucap Marcho sebelum menutup telponnya.
“Huh, menyebalkan jika bukan sebagai alat untuk mengancam Alexander mungkin Bapak tua itu sudah aku tembak mati, menyusahkan saja,” pekau Marcho emosi.
“Bagaimana apakah kalian sudah bisa menemukan jejak Alexander?” tanya Marcho pada anak buahnya yang lain.
“Belum Tuan, dan belum ada info dari Prof. Gorgio,” sahut asistennya.
“Dasar tidak becus,” maki Marcho.
“Sepertinya harus ke permainan B, suruh Candra kemari!” perintahnya.
“Baikan Tuan,”
...****************
...
Di kediaman Tuan Thomas.
“Benarkah, kamu akan mengangkat Abraham menjadi Ceo Hwang Group?” tanya Nyonya Widya pada suaminya.
“Iya bukanlah itu sudah mutlak hasil keputusan voting kemaren, dan dialah pemenangnya,” jawab Thomas.
__ADS_1
“Te-tapi Mas, bagaimana dengan Candra ia ‘kan juga anak kita...,” protes Nyonya Widya.
“Cukup, ini bukan urusanmu Widya dan aku peringatkan jangan ikut mencampuri dan membela anakmu itu,” sangkal Thomas.
Nyonya Widya mendengus kesal dan pergi meninggalkan suaminya, ‘Jangan berpikir kau mau mencoba mengubah keputusanku Widya, kamu dan anakmu itu tidak ada hak lagi,’ gumam Thomas.
Sebenarnya Thomas sudah mengakusisi perusahaan Ayah Widya dulu dan Widya serta anaknya sudah mendapatkan haknya atas saham perusahaan Hwang group, namun sepertinya itu belum cukup bagi mereka.
Pagi ini Jhon datang dengan tergesa-gesa, ia akan menyampaikan kabar gembira sekaligus kabar buruk kepada Tuan Thomas.
“Pagi Tuan,” sapa Jhon hormat.
“Ada apa Jhon kenapa kamu jalan terburu-buru seperti itu?” tanya Tuan Thomas.
“Ada kabar tentang Junaidi Tuan, bahwa ia sudah ditemukan oleh anggota Geng Harimau Putih,” lapor Jhon.
“Benarkah di mana dia?” tanya Tuan Thomas penasaran.
“Ia sekarang berada di Tiongkok Tuan, namun kondisinya sangat memperihatinkan,” ucap Jhon.
“Maksudmu memperihatinkan bagaimana?”
“Ia sedang kritis karena penyakit yang dideritanya Tuan,”
“Astaga Tuhan,” lirih Tuan Thomas. “Aku ingin bertemu dengannya,” sambungnya lagi.
“Baik Tuan, semuanya akan saya persiapkan,” ucap Jhon pamit.
Bersambung...
Bagaimana teka-teki kehidupan seorang Alexander selanjutnya? Simak terus ya teman-teman di episode berikutnya.
Jangan lupa like, comment dan vote ya biar author semangat 🙏 Terima kasih.
...****************...
__ADS_1
Ditinggalkan saat pernikahan berlangsung dua hari lagi memang tak dapat Vanye bayangkan, tapi semua terjadi padanya ketika Satria memutuskan untuk pergi meninggalkan dia tanpa pamit.
Semua persiapan matang telah dilakukan, tapi pengantin lelaki telah pergi. Namun, ditengah-tengah semua masalah ini datanglah seorang lelaki lebih muda dari Vanye dan ingin menggantikan posisi pemelai laki-laki. Mungkinkah Vanye menerima kebaikan lelaki yang ternyata adalah calon adik iparnya sendiri?