TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO

TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO
Bab 13 Berita Kematian Alexander


__ADS_3

Baru saja Mina dan Zaini datang, “Nih bocah akhirnya datang juga, udah tiga jam kita tunggu, jika lima menit lagi elu gak datang kita akan segera cabut,” omel teman Mina yang memakai kaos merah dengan rambut pendek sebahu, “Tau nih ah, kemana aja sih elu?” tanya perempuan sebelah kiri lagi.


“Sorry sorry, gue tadi nih nemenin dia ini belanja ke pasar dulu,” ucap Mina menunjukkan Zaini di sebelahnya. Dua teman Mina tercengang saat tahu Mina bersama seseorang lelaki, “Sejak kapan elu punya pacar? Kok kita gak tahu,” bisik temannya, “Itu bukan pacar gue, tetapi tetangga gue baru pindahan,” jawab Mina. “Kenalin dong?” bujuk teman yang pakai baju merah. “Oh ya Zaini ini kenalin, teman-teman gue,” ucap Mina pada Zaini.


“Hallo, saya Zaini,” sapa Zaini pada mereka berduaan, “Hei, hallo juga saya Mega,” balas wanita yang berbaju merah dengan cepat menerima uluran tangan Zaini bersalaman. “Hallo juga nama saya Lisa,” ucap teman Mina satunya. “Kok elu gak pernah cerita sih ada punya tetangga cakep dan keren begini?” tanya Mega pada Mina, “Ya mana gue tahu, dia aja baru sehari di sini,” sahut Mina melirik Zaini di sampingnya, cuek, dingin dan tenang memainkan ponselnya.


“Jadi...gimana kalian berdua sudah ikut pelatihan kerja lapangan semester ini?” tanya Lisa pada kedua temannya. “Belum Sa, rencana senin depan langsung ikut latihan magang di perusahaan sana,” jawab Mega. “Nah, emang elu berdua magang di mana?” tanya Lisa lagi, yang masih kampus dengan Mina dan Mega tetapi tetap berteman akrab hanya beda fakultas saja, Lisa memilih fakultas kedokteran sedangkan Mina dan Mega fakultas komunikasi dan informatika, Zaini mengambil minumannya, “Kita magang di Hwang Group Corporation dong,” jawab Mina bangga, Zaini yang mendengar perusahaannya disebut langsung keselek, “Uhuuk... uhuuukz, Aaa-akheem,” ujar Zaini sambil menepuk-nepuk pelan dadanya. “Ya ampun kasihan Mas Zaini kita cuekin,” kata Mega mulai menggeser kursi tempat duduknya mendekati Zaini, “Mas Zaini di sini kerja atau kuliah?” tanya Mega kepo.


‘Dasar carper banget sih,’ timpal Mina dalam hatinya memutar bola mata jenggah dengan kelakuan ganjen Mega. “Saya ke kota ini mau cari Bapak saya,” ungkap Zaini, “Memang Bapak Mas Zaini ke mana? Dan umur Mas Zaini berapa sih? Kayanya kita gak beda jauh deh,” tanya Mega dengan suara sengaja mendayu-dayu.


“Udah yuk kita pulang aja,” sela Mina cepat mengajak Zaini pulang, “Lho kok buru-buru sudah mau pulang aja sih?” tanya Lisa heran. “Gue lupa, Ibu gue mau minta antar pergi ke arisan PKK dengan Bu lurah,” alasan Mina berlalu pergi di iringi oleh Zaini di belakang.


...****************...


Area Parkir.


“Nih lu bisa bawa motor kan?” Mina menyerah kunci motor bebeknya pada Zaini. “Gue gak bisa bawa motor,” jawab Zaini tersenyum pahit. Karena memang sejujurnya ia tidak pernah mengendarai motor, “Iih, dasar cowok kota, masa bawa motor aja gak bisa?” umpat Mina kesal sambil menyalakan motornya, “Elu kenapa sih sensi amat sama gue dari tadi?” tanya Zaini binggung, bukan malah menjawab pertanyaan Zaini yang ada Mina pergi membawa laju kendaraannya meninggalkan Zaini seorang.


...****************...


Mina menangis tersedu-sedu sambil membekap sebuah majalah di dalam pelukannya. Zaini yang baru tiba datang setelah dia ditinggalkan sendirian di tepi parkiran untung ada ojek di sana, sehingga ia bisa pulang dengan selamat, “Wooi, elu nangis kenapa?” Mendadak Zaini heran dengan sikap Mina yang aneh, “Kita cuma berdua di rumah ini, entar gue disangka ngapa-ngapain anak gadis orang lagi.”

__ADS_1


“Ini baca!” Mina menyerahkan sebuah majalah bisnis, terpampang jelas judul berita yang disebarkan, PENGUSAHA MUDA CEO HWANG GROUP CORPORATION TELAH MENINGGAL DUNIA, KARENA KECELAKAAN PESAWAT.


“Lalu?” tanya Zaini mengernyit alisnya sebelah ke atas seakan tidak paham apa yang di maksud. “Itu idola gue sudah meninggoy huhuhu..., ” ucap Mina terisak. “Yang begini elu tangisi? Apa hebatnya dia? ” ejek Zaini. “Eeh, dia itu pengusaha sukses genius yang ciptain sistem ETO yang keren dan gue suka sekali sama itu cowok begitu smart, keren, ganteng bahkan tajir, pokoknya cowok kaya dia itu the best, gak kaya elu jelek dan pengganguran,” papar Mina memuji Alexander.


Duaar!


Mina membanting pintu kamarnya menutup rapat, ia ngambek gak terima idolanya di ejek.


Zaini hanya mematung, “Apa segitu sukanya elu sama gue?” gumam Zaini tersenyum smrik.


...****************...


Tiongkok waktu setempat, “Bagaimana?” tanya seseorang memakai kacamata hitam menghisap tembakau dalam-dalam dari mulutnya mengeluarkan asap. “Info terkini ia meninggal bos,” jawab seseorang yang merupakan pengawal pribadi sekaligus asisten dari lelaki itu. “Sungguhkah dia benar-benar meninggal?” tanyanya tidak percaya. “Mari besok kita pulang ke sana menyampaikan turut berduka cita,” ujarnya memberikan perintah. “Baik Tuan,” jawab pengawalnya.


...****************


...


Suasana duka menyelimuti rumah Tuan Thomas, seluruh karyawan dan staf perusahaan juga turut hadir di pemakaman sang Ceo mereka, saat peti jenazah di masukkan ke dalam liang lahat, Tuan Thomas tak mampu menyembunyikan rasa sedih atas kehilangan cucunya. “Huhuhu... Alex jangan tinggalkan aku,” jerit Alecia menangis meraung-raung.


Mina tak mau ketinggalan berita besar, ia terus memantau dari layar televisi, acara pemakaman Alexander di siarkan di televisi swasta, “Astaga neng, mending elu bantuin si Zaini noh kasian toh dia membersihkan rumahnya sendirian, dari pada nangis melulu di depan TV” tegur Ayah Mina, “Gak mau ah suruh aja Ibu, ini berita penting Ayah, ” tolak Mina.“Permirsa di belakang saya sedang berlangsung acara pemakaman dari seorang pengusaha muda Hwang Group yang bernama Alexander Thomas El Farizi, yang telah kita ketahui bersama bahwa mengalami kecelakaan pesawat...,” siaran dari reporter TV sangat jelas. “Assalamu’alaikum,” salam Zaini dari luar rumah, “wa'alaikumsalam mari masuk nak Zaini,” ujar Ayah Mina ramah. “Duh sebelumnya saya mengucapkan terima kasih sudah mengizinkan saya menginap di sini beberapa hari, dan maaf merepotkan pak RT sekeluarga,” tutur Zaini sungkan. “Tak apa sudah kewajiban saya membantu warga di sini apalagi rumah kita bersebelahan,” tawa Pak RT menggema. Mina merasa terganggu dengan percakapan antara Ayahnya dan Zaini, ia mulai menyalakan volume TV dengan nyaring.

__ADS_1


“Permirsa, bersama saya sekarang adalah model terkenal sekaligus pacar Tuan Alexander yaitu nona Alecia Anggraini, bagaimana perasaan anda nona?” tanya reporter itu. “Huhuhu... sedih sekali padahal seharusnya bulan depan itu adalah acara pertunangan resmi kami, kita sudah merencanakannya minggu lalu, namun tiba-tiba ia pergi meninggalkan aku selamanya huhuhuhu...,” tangis Alecia.


“Apa? Jadi isu selama ini benar bahwa dia berpacaran dengan model ini, huh ... kalau begitu lebih baik kamu mati saja Alexander,” umpat Mina kesal, tak terima kenyataan bahwa Alexander akan bertunangan.


“Hei Mina, kecilin volume TVnya neng, tadi nangis-nangis sekarang malah marah-marah gak jelas, ” teriak Ayah Mina tak ingin kalah dengan suara TV. “Tau ah sebel,” ucap Mina melempar bantal di pangkuannya ke arah TV.


Bersambung...


Rekomendasi novel bagus dari teman aku, yuk coba baca dan mampir ya reader's.


Sinopsis;


Aulia, seorang gadis belia yang jatuh pada pergaulan bebas. Dia sampai hamil di luar nikah dengan Rangga, anak dari majikan tempat ayahnya bekerja sebagai sopir. Orang tua Rangga menolak untuk menikahkan mereka. Malahan menjodohkan laki-laki itu dengan wanita dari kalangan atas.


Aulia harus kehilangan Ayahnya yang meninggal karena penyakit jantung. Dia pun tidak jadi melanjutkan kuliahnya dan memilih mencari pekerjaan.


Suatu hari Aulia menolong seorang Kakek bernama Yusuf yang hendak tertabrak mobil. Sehingga dia sendiri yang mengalami keguguran.


Sebagai tanda ucapan terima kasih, Yusuf dan Halimah mengangkat Aulia sebagai anak mereka dan mengajaknya tinggal bersama di desa. Di sana Aulia pun mendalami agama dari pasangan lansia ini.


Kecantikan, kecerdasan, dan keramahan Aulia, membuat Gus Fathir jatuh hati padanya. Dia adalah cucu pendiri Pesantren Al-Ikhlas. Saat akan melakukan khitbah, tersebar gosip kalau Aulia pernah hamil dan keguguran.

__ADS_1


Akankah Aulia mendapatkan kebahagiaannya?



__ADS_2