
“Nih Brosur elu dah jadi.” Mina menyerahkan hampir setengah brosur yang berisi foto dan pengumuman pencaharian orang yang tak lain adalah Bapak kandung oleh Zaini.
Zaini pun menyambut kertas-kertas brosur itu sendiri, “ Emang elu mau bagi brosur ini kemana?” tanya Mina bingung.
“Gue mau bagi ke sekitar kampung sini aja, kali aja ada teman Bapak gue dulu yang ingat sama Bapak gue atau gue ke kabupaten sebelah juga mau bagi-bagi kertas ini,” jawab Zaini.
“Zai, beliin siomay dong?” pinta Mina.
“Elu panggil gue?”
“Ya, iyalah panggil elu emang siapa lagi? Sekarang gue panggil elu Zai, biar keren,”
“Terserah elu dah, tetapi kenapa mesti gue yang beliin elu?”
“Elu lupa janji elu bahwa kita sudah deal, gue ajarin elu naik motor satu jam seratus ribu,”
“Oh iya, hehehe waiit...!” Zaini bergegas pergi membeli siomay sesuai kehendak Mina.
Mina jadi merasa kasihan ia diam-diam mempotret selembar brosur dan ia menggungahnya ke media sosial miliknya.
...****************...
Di sebuah Apartemen mewah, “Tuan seseorang sedang mencari Junaidi,” lapor anak buahnya itu.
“Siapa?”
“Seorang wanita mengunggah selembar pengumuman pencaharian orang hilang yang ternyata foto Junaidi,”
“Ya siapa wanita itu?”
“Tidak tahu Tuan,”
“G*blok cepat kalian selidiki dia,” perintah lelaki yang sedang mengisap nikmat tembakau dari dalam mulutnya.
“Si-siap Tuan,”
__ADS_1
...****************...
Hari kedua meski tidak ditemani oleh rahmina Zaini tetap membagi-bagikan brosur tentang pencarian Bapak kandungnya kali ini iya meminjam sepeda motor Pak RT untuk pergi ke Kabupaten sebelah ada beberapa titik lokasi yang memang sudah ditentukan oleh Zaini untuk membagikan brosur ia berharap dengan begini ia bisa menemukan jejak sang bapak.
Seminggu lamanya ia bolak balik antar kabupaten berharap akan ada yang menghubunginya perihal bapaknya, tetapi sampai sekarang belum ada juga.
Drrrttt!
Drrrtttt!
Gadget Zaini bergetar ia beberapa saat, ia mencek telpon gengamnya itu ternyata ada sebuah pesan dari nomor tak dikenal berisi:
+9965xxxxx
[Jika kamu ingin tahu Informasi tentang Junaidi, datanglah ke jalan gang H. Di tepi barat, nanti kita akan bertemu di sana, jangan menghubungi nomor ini karena nomor ini langsung di buang, tolong segera hapus pesan ini]
Zaini mencoba melakukan panggilan ke nomor tersebut dan,
‘Tuut! Tuuut! Nomor yang Anda tujuan sedang tidak aktif.
...****************...
“Awas saja jika nanti itu hanya orang iseng akan aku hajar sampai mati,” umpat Zaini.
Dengan motor pinjaman dari seseorang Zaini pergi pagi-pagi sekali ia pergi, dan tidak lupa membawa senjata api yang di selipkan di badannya dan alat-alat canggih lainnya untuk berjaga-jaga.
Sesampainya ke lokasi jalan gang H. Blok tepi barat, ia memarkirkan motornya nampaknya orang yang ingin menemuinya telah memikirkan tempat aman ini, ya tempat ini jarang di lewati oleh orang-orang dan hanya terdapat rumah-rumah kosong di dekat sini.
Zaini rela menunggu selama tiga jam tetapi tak ada satupun orang yang mendatanginya. Kesabaran Zaini telah habis, saat ia melangkah keluar gang tiba-tiba ada tukang sate yang lewat,
“Sateee! Sateeee!”
“Satenya Mas!” ujar bapak-bapak itu menawarkan dagangannya kepada Zaini.
“Kebetulan saya lagi lapar Pak, kalau gitu pesan satu ya gak usah pedas!” pinta Zaini.
__ADS_1
“Siap, tunggu ya Mas!” Dengan cekatan Penjual Sate itu menghidangkan makanannya.
“Ini Mas pesanan satenya, dan ini untuk Mas, tadi ada yang nitip ini ke saya,” Penjual Sate itu menyerahkan seporsi lonton dan satenya serta juga sebuah kertas. Zaini cepat-cepat membuka isi kertas itu dan membaca tulisan [JIKA KAMU INGIN TAHU TENTANG AYAHMU SILAKAN MASUK KE AREA GUDANG KOSONG SEBELAH KANAN NOMOR C AMBIL HANDPHONE YANG ADA DI SITU]
Zaini meremas kertas itu sampai menjadi tak berbentuk dan berkata, “Shiit! Rupanya ia mau mempermainkan aku, awas aja kamu hah.”
“Ini Pak saya gak jadi makan tetapi, Satenya tetap saya bayar,” ujar Zaini menyerahkan uang lima belas ribu kepada Penjual Sate lalu pergi ke gudang itu.
Sesampainya ke gudang Zaini menendang dengan kesal pintu gudang itu seketika langsung ambruk, nampaknya gudang ini telah lama kosong, Tiiiit! Nengnongnegnong! Dering sebuah telpon gengam di atas meja tengah, Zaini mengambilnya dan menjawab panggilan, “Hallo,” sapa suara di dalam telpon. “Ya Hallo,” jawab Zaini.
“Kamu siapa Junaidi? kenapa kamu mencarinya?” cecar seseorang dibalik telpon.
“Saya anaknya, cepat katakan saja apakah kamu mengetahui di mana Bapak saya?”
“Saya tidak mengetahuinya di mana yang pasti dulu yang saya kerahui adalah Junaidi di culik oleh sekelompok orang yang bernama geng Harimau Putih,” jawab suara seseorang melalui sambungan telepon.
“Apaa... geng Harimau Putih? Lalu kamu siapa?” tanya Zaini namun telpon langsung terputus.
“Ah Bangs*t, malah dimatikan, tetapi siapa informan ini? Apakah aku benar-benar bisa mempercayainya?” umpat Zaini menginjak-injak telpon seluler tersebut.
‘Geng Harimau Putih? Apakah itu kamu Kakek?’ terka Zaini dalam hatinya.
Bersambung...
...****************...
Skuuuy mampir ya manteman cerita menarik satu ini.
Pernikahan yang dirahasiakan bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh semua orang. Pada umunya sepasang kekasih ingin pernikahannya diadakan secara besar-besaran dan diketahui oleh semua orang.
Hal yang berbeda dilakukan oleh Adryan Prasetyo Hadiningrat, dia terpaksa menyembunyikan pernikahan yang telah dia jalani selama lebih dari 7 tahun lamanya dan dikaruniai satu orang putra.
Apa sebenarnya yang menyebabkan Adryan yang merupakan seorang Presdir dari perusahan raksasa itu harus menyembunyikan rapat-rapat pernikahannya? bagaimana jika akhirnya kedua orangtuanya tiba-tiba saja menjodohkan Adryan dengan seorang wanita karena mengira bahwa putra mereka masih sendiri di usianya yang sudah menginjak 37 tahun?
__ADS_1
Ikuti kisahnya "Pernikahan Rahasia sang Presdir."