
Dua bulan sudah Aruna, Wahyu dan Suminten pergi dari desa mereka. Tidak ada yang berubah dari kehidupan desa sejak tragedi Aruna dan kepergian Suminten dan Wahyu dari desa itu.
*
Sudah lebih dari satu bulan Suminten dan Wahyu bekerja di rumah Andika. Mereka tinggal di kamar belakang yang biasa di pakai pembantu Andika. Warga komplek rumah Andika pun sangat ramah pada Suminten. Andika juga sosok pemuda yang sangat baik.
Suminten mengagumi kecantikan istri Andika, foto akad nikah Andika dan almarhumah istrinya Maya masih terpajang di dinding rumah itu. Namun Andika tidak pernah pulang lagi kerumah itu setelah memberi gajih Suminten dan Wahyu.
***
Andika.
Dia seorang pengusaha yang lumayan mapan, dia duda, istri nya meninggal satu tahun lalu.
Andika juga seorang donator di majelis ta'lim mahabbah, asuhan ustadz Ali. Andika tinggal di rumah sederhana dekat majelis itu, agar tiap malam dia mudah ikut pengajian yang diadakan oleh ustadz Ali setiap malam ba'da isya dan setiap pagi hari minggu. Dia ditemani Aslun pembantunya yang mengurus rumah sederhana yang dikontrak Andika juga memasak buat Andika.
**
Ustadz Ali di temani Fadhil dan Fu'ad dan umi Fatma mengadakan rapat kecil di rumah Fatma. Sedang Salha dan Nurul hanya menyimak apa yang Umi Fatma bicarakan. Rapat selesai, ustadz Ali bicara santai kepada umi Fatma.
"Emm mana si Aruna tidak kelihatan?" Tanya Ali.
"Ada pak ustadz, kebetulan Aruna juga sudah siap bercerita tentang diri nya," sahut Nurul.
__ADS_1
Nurul beranjak menjemput Aruna kedapur.
Tidak lama Aruna dan Nurul bergabung dengan yang lain.
"Aruna ... ceritakan lah jika kamu benar siap," kata Ali.
"Tapi apa kalian akan percaya?" Tanya Aruna.
"Ceritalah ..." seru Ali.
"Saya Aruna, saya dari desa Sebuku Naju, letaknya di kaki pegunungan Naju. Kata orang saya wanita yang di kutuk!"
Aruna menangis, Nurul berusaha menyemangatinya sambil mengusap punggung Aruna.
"Warga desa membuang saya ke sungai, karena saat mereka membakar saya, saya masih baik-baik saja, tanpa kekurangan apapun. Lalu mereka membuang saya ke sungai dengan di ikat pada sebuah batang kayu, itu karena saat mereka menggerbek saya dan almarhum suami saya saat malam pengantin kami. Suami saya mati saat kami ..." Aruna terisak tidak sanggup lagi berkata.
Aruna mengumpulkan ketegarannya untuk melanjutkan cerita nya.
"Saya ... saya di titipi oleh orang guna-guna hingga saya pun tidak tahu apa itu. yang jelas kedua suami saya mati karena ...", Tangis Aruna pun pecah mengenang nasib almarhum kedua suaminya.
Umi Fatma sangat iba melihat Aruna. Dia memeluk Aruna untuk menguatkan dan menenangkan nya.
"Saya di gelari warga desa liang maut," isakan tangis Aruna. Aruna menceritakan pemuda lain yang mati mengenaskan saat mencoba memperkosa nya.
__ADS_1
"Apakah kamu punya perjanjian dengan siluman itu?" Lirih umi Fatma.
Aruna menggeleng.
"Ali ... apakah Aruna bisa disembuhkan, setidaknya keluarkan guna-guna itu dari tubuh nya, Aruna berhak menjalani kehidupan normal nya," lirih umi fatma.
"Maaf umi, dalam ruqyah ini, pasien juga harus ikut membaca segala bacaan, ini membuat Aruna harus membaca syahadat dan ayat ayat suci lain..Bukankah kita di larang memaksa seseorang untuk masuk islam umi ...?" Terang Ali.
"Aruna ... apa Agama mu? biar kami carikan pengobatan yang sesuai dengan Agama mu," lirih Fatma.
Aruna menggeleng,
"Warga desa kami hanya percaya pada roh moyang kami," jawab Aruna.
"Bagaimana dia bisa disembuhkan dengan cara dia, sedang warga desanya saja berusaha membunuh Aruna umi," lirih Nurul menahan geramnya mengingat bagaimana cerita Aruna saat warga membantai nya.
"Fuad ... tolong kamu ambil sepasang gelang giok hijau yang ada dilaci meja kerjaku," perintah Ali. Fuad pun segera permisi.
"Gelang giok itu akan menahan sementara gangguan dari siluman itu. Semoga siluman itu tidak membuat Aruna kehilangan kesadarannya lagi," terang Ali.
Tidak lama Fuad datang membawa gelang yang di minta Ali.
"Aruna ... ini hanya penahan ... bukan penghilang. Keputusan ada di tangan mu Aruna. Gelang ini juga hanya sementara," terang Ali.
__ADS_1
Aruna menerima gelang yang Ali berikan dan langsung memakai nya. "Terimakasih," ucap Aruna.