
Andika duduk di kursi di rumahnya, dia memegang giok Maya yang selama ini dia simpan. Angin yang berhembus lembut membuat Andika terhanyut dalam tidur.
"Assalamu alaikum Aa," sapa seorang perempuan berpakaian serba putih juga berkerudung putih
"Maya ...? Sayang ... Aa rindu kamu Maya ..." Lirih Andika.
Maya hanya tersenyum.
"Aa ... lanjutkan hidup Aa ... Maya tahu Aa jatuh cinta dan Maya lihat Aruna perempuan yang baik, hanya saja Aa harus berusaha keras, pertama Aa harus membantunya lepas dari sihir, kedua Aa harus membantu nya mendalami agama," seru Maya.
"Maya setuju Aa nikah sama Aruna?" Tanya Andika.
Maya mengangguk dan tersenyum.
"Maya permisi ya Aa ..." ucap Maya menghilang.
"Maya ...!!!" Teriak Andika sampai ia tersadar dari tidur nya.
"Astaghfirullah ... kenapa seperti nyata ..." lirih Andika.
Andika bersiap untuk ke makam Maya, untuk menabur pecahan giok dan bunga di pusara Maya. Andika meraih kain lalu membalut giok itu dengan kain, lalu memukul berulang dengan batu. Dirasa cukup remuk, Andika segera menuju mobil dan pergi ke makam Maya.
Sesampai di TPU tempat per istirahatan Maya, Andika membeli bunga dan segera Menuju pusara Maya. Sesampai di pusara, Andika campurkan pecahan giok dan bunga, lalu dia tabur di pusara Maya.
"Maya ... Aa harap orang yang tega membunuh mu akan meminta maaf pada kami semua atas perbuatannya," lirih Andika.
Selesai menabur bunga, Andika membaca yasin dan memanjatkan do'a buat istrinya itu.
"Terimakasih Maya atas bimbinganmu selama ini ... Aa jadi semakin cinta dengan Agama semenjak Aa jatuh cinta padamu," lirih Andika dan mencium nisan Maya.
__ADS_1
Andika pulang setelah melakukan yang disuruh oleh Ustadz Ali.
******
"Pesh ..." Seperti bunyi Angin terdengar di telinga Salha. Bulu kuduk Salha jadi merinding.
"Gila ... apa aku salah mengguna-guna Aruna kali ya," batin Salha.
"Sleth ..." bayangan wanita berkerudung putih muncul tiba-tiba dan hilang tiba-tiba juga
Salha menjadi semakin takut.
"Bagaomana ini ... aku tidak punya uang sedikitpun, bagaimana aku menemui unak ..." lirih hati Salha.
Dilihat salha baru jam 3 sore, kenapa ada bayangan menyeramkan yang muncul di depan matanya. Salha berniat mencari Aruna, untuk memastikan keadaan Aruna.
"Tok tok tok.."
"Wa alaikum salam, tumben kamu kemari. Ada apa Salha?" Tanya Aruna.
"Oh ... enggak ... aku cuma merasa firasat ngga enak tentang kamu, maka nya aku pasti in kamu, kamu gimana?" Tanya Salha.
"Oh ... aku baik baik aja ... makasih sudah khawatir sama aku," jawab Aruna.
"Yakin???" Tanya Salha
"Iya yakin ..." jawab Aruna tersenyum.
Salha pamit pulang, Salha berjalan menyusuri bata press yang bersusun.
__ADS_1
"Shet ..." wanita berbaju putih dan berkerudung putih muncul di hadapan Salha.
"Kenapa kamu tega sama aku ... apa salah aku sama kamu Salha?" Bentak Wanita itu.
"Ma ... ma ... Maya ...? tidak mungkin!!!" Teriak Salha. Salha berlari cepat meninggalkan sosok putih yang muncuk di siang bolong.
Sesampai di rumah Nurul, Salha berteriak mencari umi Fatma.
"Umi ... umi ..." teriakan Salha menggema di rumah Nurul.
"Ada apa Salha? kenapa wajah kamu panik gitu ...?" Tanya Fatma.
"Umi ... ibu aku sakit ... aku ngga punya uang untuk pulang ... bisa aku ngutang umi ..." rengek Salha.
"Ya sudah cepat sana bersiap, nanti Umi kasih kamu uang," seru Fatma.
Salha berlari ke kamarnya, dia cepat-cepat memasukan barang yang akan ia bawa ke dalam tas jinjingnya. Lagi lagi bayangan putih itu muncul tiba-tiba dan hilang tiba-tiba, meneror Salha. Dengan cepat Salha pergi dari kamarnya dan menemui Fatma.
"Maaf Salha ... kami cuma punya uang 200 ribu, jadi umi cuma bisa ngasih segini," lirih Fatma.
"Itu sudah lebih dari cukup Umi ... tapi Salha belum tentu bisa bayar nya cepat, karena Salha juga tidak tahu Salha menginap di sana berapa lama," ucap Salha.
"Ngga usah di bayar, ini umi kasih saja, selama ini kamu kerja disini sukarela, ngga ada artinya uang ini," seru Fatma.
"Iya makasih umi ... Salha pamit, assalamu alaikum,"
"Wa alaikum salam ... titip salam buat ibu kamu ya," seru Fatma.
Salha segera berlari ke jalan raya untuk menunggu Angkot.
__ADS_1
"Gila 200 ribu, cukup apa? gila lagi ... kenapa Aan tidak ada reaksi ya setelah minum kopi itu? Bukannya kata unak, yang meminum itu akan mengemis cinta ku. Aku harus minta keterangan sama una secepat nya. Ini lagi kenapa Maya main teror teror aku," batin Salha.