
Hari ini Aruna dapat persenan dari jerih payahnya membantu pendistribusian bunga-bunga skala besar kebeberapa daerah dalam beberapa minggu terakhir ini.
Hari ini Aruna bersama Sibki mengantar distribusi terakhir ke kantor yang menyediakan jasa antar. Setelah selesai urusannya di kantor pendistribusian barang, mereka segera kembali ke majelis, diperjalanan pulang, Aruna melewati sebuah toko kerudung dan toko kue yang bersebelahan.
"Kak Sibki ... boleh kita mampir sebentar di toko yang baru kita lewati?" Aruna memohon.
"Kenapa ngga dari tadi kek," sahut Sibki, mau tak mau dia harus mencari putar arah jalan.
"Maaf ...." rengek Aruna.
"Heh dasar cewek, dapat duit, pikirannya make up, kerudung, baju, makan makan ...." gerutu Sibki.
"Kalau ngga ikhlas ga apa-apa batal! Lagian aku cuma mau kasih kejutan buat Salha," jawab Aruna kesal.
Sibki tertawa sambil mengemudikan mobil, dia sudah menemukan belokan, segera dia berbelok dan melaju menuju toko yang dimaksud Aruna.
"Maafin kakak ya ... kaka cuma bercanda, nah ini kita sampai. Kakak tunggu di sini," ucap Sibki.
Senyuman mengembang diwajah Aruna. "Terima kasih kak Sibki ...." Ucap Aruna, dia langsung turun dari mobil lalu berlari, pertama dia menuju toko kerudung, Aruna membeli 5 pcs kerudung untuknya, umaknya, Nurul, umi Fatma dan Salha. Kemudian Aruna membeli satu cake ukuran sedang, buat Salha dan satu cake ukuran kecil buat Sibki. Setelah selesai Aruna segera masuk mobil.
"Wehh ... ngeborong bu?" Ejek Sibki.
"Bagi-bagi rezki mumpung ada," jawab Aruna.
Sibki segera menghidupkan mesin mobilnya, dan melaju menyusuri jalan, untuk kembali ke majelis.
"Kak sibki ... ini buat kak Sibki ...." Aruna memberikan Kotak kecil yang berisi kue.
"Weh ... aku juga dapat nih?" Sibki kegirangan.
__ADS_1
"Iya ... kue aja, ngga mungkin aku kasih kerudung buat kakak," jawab Aruna.
"Makasih ya Run ...." ucap Sibki.
Aruna mengangguk dan tersenyum.
"Tapi kalau kakak mau kerudung juga boleh ... kali aja kakak mau kasih buat calon istri kakak ...."
"Hemm calon istri? Ngehinanya jangan kelewatan kali!" Rengek Sibki.
"Oh ... belum punya? Cup cup cup kasian ...." ejek Aruna.
"Kalau kasian temani ke KUA kek," jawab Sibki.
"Temani? Hemm boleh! tapi ... katanya tadi ngga punya calon?" Aruna berpikir.
"Ya elah ... bukan temani datang! Tapi temani dibuku nikah!" ketus Sibki, sibki tidak bisa menahan tawakany. seketika gelak tawanya lepas.
Mereka sama-sama tertawa. Karena Sibki memang bercanda. Perjalanan Aruna dan Sibki tidak terasa, karena sepanjang jalan ada saja pembicaraan yang mereka buat-buat. Setelah sampai Sibki menurunkan Aruna di halaman Nurul.
"Terima kasih kak Sibki ... jangan jera ya gabung sama Aruna." Aruna segera turun dari mobil yang di kemudikan Sibki.
"Iya ... ngga bakal jera!" Sahut Sibki.
Sibki melajukan mobil perlahan ke arah parkiran majelis. Karena di sanalah tempat mobil milik majelis berjejer.
Wajah Aruna masih terukir senyum kebahagiaan, karena serunya bercanda dengan Sibki.
Aruna segera masuk rumah Nurul dan mengucapkan salam, namun tidak ada yang menjawab. Aruna melangkahkan kakinya menuju dapur. Benar saja di dapur ada umi Fatma dan Nurul.
__ADS_1
Aruna mengucapkan salam, Fatma dan Nurul menjawab salamnya sambil tersenyum.
"Gimana urusannya?" Tanya Nurul.
"Alhamdulillah beres ...." jawab Aruna.
"Eh ... kak Salha mana? Belum pulang?" Tanya Aruna.
"Salha juga baru pulang ... tuh di kamar," jawab Nurul.
Aruna mengeluarkan kotak yang berisi kue.
"Wah ... enak tuh ...." ucap Nurul, sambil menunjukkan wajah kalau dia tergoda dengan cake yang di keluarkan Aruna yang bertuliskan 'Barakllah fii umrik Salha '
Nurul manyun melihat tulisan itu.
"Huhuuuuu ... Aruna nggak sayang aku umi ..." rengek Nurul dengan tangis palsunya.
"Ya ampun kakak ... Salha nggak bakal habis sendirian makan kue ini," rengek Aruna.
"Ini ... buat umi, ini buat kak Nurul." Aruna memberikan dua kerudung yang dia beli tadi.
"Makasih sayang ... seharusnya kamu tabung uang kamu ... ngga usah beli buat kami ...." lirih Fatma.
"Syukran Aruna ...." seru Nurul
"Iya ... sama-sama kakak sayang ... sekali-sekali umi ...." ucap Aruna.
Aruna selesai menata kue. Dia segera menuju kamar Salha. Aruna berada didepan kamar Salha.
__ADS_1
"KEJUTAN!!" Teriak Aruna, sambil membuka pintu kamar Salha tanpa mengetuk.
Namun dia yang terkejut melihat sekilas apa yang Salha pegang, saat dia berteriak, Salha reflek menyembunyikan yang ada ditangannya tadi.