Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 56* Misi Salha


__ADS_3

"Bisa ngga sih ketok dulu baru nyelonong!!!" Teriak Salha


Mendengar suara Salha yang sampai dapur membuat Fatma dan Nurul menyusul ke kamar Salha.


"Ma---ma'af kak ... aku cuma mau kasih kaka kejutan," lirih Aruna yang ketakutan melihat kemarahan di wajah Salha.


"Barakallah fi umrik kaka ... semoga hajat kaka yang belum terkabul, terwujud di tahun ini," lirih Aruna, sambil memberikan kue ulang tahun pada Salha.


"Ada apa sih ...? Kenapa kamu teriak Salha, sampai ke dapur lho suara kamu kedengeran ..." kata Fatma.


"Salha cuma kaget umi ... yang teriak tadi Aruna ..." jawab Aruna melindungi Salha.


"Hemm ... si biang kerok ..." seru Nurul.


"Ini kue buat kak Salha ... dan ini hadiah dari aku, umi ... kak Nurul ... ku pamit ya ... pasti umak sudah nungguin aku," ucap Aruna.


Aruna mengambil kantong yang dia bawa sebelumnya, setelah memberi salam, kemudian dia pulang. Wajah Aruna yang tadi penuh keceriaan berubah muram. Karena tanggapan Salha tidak sesuai yang dia bayangkan. Belum lagi boneka kecil yang nampak aneh yang di pegang Salha, yang dia lihat sekilas tadi.


Langkah kaki Aruna sampai di rumah kontrakan nya. Aruna mengucapkan salam. Umaknya membuka pintu dan menjawab salam Aruna.


"Sudah pulang sayang ... ayo masuk," sambut Suminten. Aruna tersenyum, dia masuk kedalam bersama umak nya.


***


' Di rumah Nurul ...'


Setelah selesai menikmati kue hadiah Aruna bersama umi Fatma dan Nurul, Salha kebali kekamarnya.


Salha memikirkan bagaimana membuat Aruna tutup mulut, dia yakin Aruna sempat melihat boneka vodo yang dia pegang tadi. Pikirannya mumet memikirkan bagaimana cara menangani Aruna, tiba-tiba ponsel bututnya berdering. Entah siapa yang menelpon nya, karena itu no Asing. Salha mengangkat panggilan itu.


"Hallo ...?" Sapa Salha

__ADS_1


"Hem ... aku kira kau tidak mau mengangkat telpon ku ..." seru laki-laki di ujung telpon itu.


"Mbah Qiweh ..." Salha berbisik, karena takut kedengaran Nurul atau umi Fatma.


"Salha ... wanita yang kamu minta aku santet beberapa waktu lalu ... yang nama nya Aruna ... aku inginkan wanita itu! Oh ... tepatnya aku ingin sesuatu yang berharga yang ada dalam diri wanita itu," seru Qiweh.


Salha tersenyum, seakan ini jawaban atas apa yang dia pikirkan.


"Itu mudah mbah ... aku hanya bantu dari sini, sisanya mbah yang selesaikan," jawab Salha.


"Beres ..." sahut Qiweh.


Telepon berakhir.


'Heh ... nggak sia-sia aku beli boneka vodo kosong ini, aku akan menjebak mu Aruna ..." lirih hati Salha'


Salha menuliskan nama Nurul di kertas dan dia tusukkan jarum, hingga kertas itu menempel pada boneka itu. Lalu melilitkan benang hitam ke bagian leher boneka itu. Salha melihat lihat keadaan, terlihat sepi dan aman. Perlahan Salha masuk ke kamar yang biasa dipakai Aruna istirahat. Yang dulunya itu kamar Aruna. Lalu dia tinggalkan boneka itu dilipatan mukena Aruna.


"Hem ... untung aku sempat menyimpan rambut dan kuku dan pembalut bekas Nurul. Tidak sulit lagi bagiku," Gerutu Salha.


Salha mulai komat kamit membaca mantra, dia menyebut nama Nurul beberapa kali,


"Sets ... sets ... sets ..." Salha menusukan jarum ke kepala boneka Vodo. Lalu Salha melilitkan benang hitam ke leher boneka itu.


Di sudut lain .....


Nurul merasakan sakit kepala yang begitu hebat. Nurul sungguh tidak tahan, dia berjalan ke luar dari kamar nya,


"Umi ..." pekik Nurul, dia hampir tidak mampu lagi bersuara Karena dia tidak bisa bernafas.


Salha pura pura keluar,

__ADS_1


"Kak Nurul!!!" Teriak Salha histeris.


"Umi ... kak Nurul ..." teriak Salha.


Fatma langsung keluar kamar karena teriakan Salha dan segera menolong Nurul. Salha langsung berlari menuju kantor Ali.


"Ustadz Ali ... kak Nurul!!!" teriak Salha di depan pintu kantor Ali.


Ali langsung memasang jurus langkah seribu menuju rumah istrinya. Melihat Wajah Salha yang panik, Ali yakin Nurul mengalami musibah.


"Astagfirullah ..." lirih Ali melihat Nurul yang hampir sekarat di lantai dipangkuan Fatma.


"Ali ..." lirih Fatma panik, dia sangat khawatir dengan putrinya itu


Ali langsung melakukan Ruqyah pada Nurul.


Karena dia melihat hal gaib meliputi tubuh istrinya.


Ali Segera berjibaku di Leher Nurul, karena Nurul di ikat. Kalau terlambat nyawa Nurul dalam bahaya.


"Trangtang tang tang," suara sekilas terdengar dari kamar Salha. Namun hanya Salha yang tahu. Seiring lepasnya belenggu di leher Nurul.


Segera Salha berjalan menuju kamar Aruna yang di rumah Nurul. dia pecahkan kaca jendela kamar itu dengan palu yang sedari tadi ia pegang.


"Prank...!!!"


Setelah bunyi pecah menggelegar di kamar Aruna, Salha segera lari ke dalam rumah, dia sembunyikan palu yang tadi dia bawa. Ali dan Fatma kaget mendengar bunyi pecah dari arah kamar yang biasa Aruna tempati untuk istirahat.


"*flash back"


Setelah Ali lari kencang menuju rumah Nurul, Salha juga berlari, namun dia berada di bagian luar kamarnya, dia menunggu sesuatu yang berbunyi dari dalam kamar nya. Kode kalau sihirnya patah.

__ADS_1


setelah bunyi itu dia dengar, dia segera memecahkan kaca jendela kamar Aruna dari luar. Seolah kode kiriman itu dari kamar Aruna. Selesailah misi Salha*.


__ADS_2