Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 59* Minyak wangi


__ADS_3

Fatma masih membisu melihat Salha yang masih mengobati luka di tangannya.


"Aruna ... maafkan umi ... seharus nya umi percaya pada Ali, sekarang apa yang


g umi lihat? Wanita asing yang selama ini kami sayangi, kami beri tempat tinggal dan pekerjaan setega ini pada Nurul. Ya Allah ... ampuni aku ...." lirih hati Fatma.


Salha sudah selesai mengobati tangannya.


"Umi ... sepertinya Aruna kabur umi ...." lirih Salha.


"Dia tidak kabur! Dia diculik!!!" Seru Ali.


Fatma berusaha menahan kemarahannya pada Salha. "Astagfirullah ... wanita apa ini? Jelas-jelas dia yang menyantet Nurul, masih saja memfitnah Aruna," gerutu hati Fatma.


"Siapa yang mau culik anak orang miskin ustadz ...." jawab Salha.


"Dia cantik, wajar orang menginginkannya, Aan saja akan melamar nya," seru Ali.


Wajah Salha seketika berubah muram, mendengar Aan akan melamar Aruna.


"Ali ... apakah kamu sudah beritahu orang tua Aruna?" Tanya Fatma.


"Itu Aan sedang di kontrakan pak Wahyu, Ali ngga sanggup Umi ...." jawab Ali.


"Semoga kita bisa secepatnya menemukan Aruna ... kasian bu Sumi dan pak Wahyu," lirih Fatma.


"Lebih kasian lagi Aan ... dia harus menunda lamaran resminya," seru Ali sengaja memancing kemarahan Salha.


***


Di rumah kontrakan Wahyu dan Suminten.


"Assalamu alaikum abah ... umak ...." teriak Aan.


"Wa alaikum salam, eh ... nak Aan ... lama sekali nak Aan tidak kemari," sambut Suminten dengan senyuman halus di wajah nya.


"Umak ... Aruna di culik orang ...." lirih Aan.

__ADS_1


Senyuman Suminten hilang seketika, tubuhnya langsung ambruk, Aan berusaha menahan tubuh Suminten. Akhirnya Suminten duduk lesehan bersandar di pintu rumahnya.


"Aruna ...." lirih Suminten.


"Sabar umak ... kami akan berusaha semampu kami mencari Aruna. Yang kuat umak ... kalau umak ngga kuat, bagaimana kami mencari Aruna? Do'a umak sangat penting saat ini. Kami terus bantu cari, tolong umak terus bantu dengan do'a, Aan mohon mak ...." lirih Aan.


"Kami tidak kaya ... apa yang di inginkan orang yang menculik Aruna," ucap Wahyu yang baru datang.


"Abah ... Aruna cantik, siapa saja pasti tergila-gila dengan dia. Bantu do'a nya abah ... semoga pencarian kami membuahkan hasil," pinta Aan.


Setelah memberi semangat dan kekuatan untuk kedua orang tua Aruna, Aan beranjak menuju rumah Ali.


*


"Assalamu alaikum, ustadz Ali nya ada?" Tanya Aan


"Wa alaikum salam, ada kak Aan, tunggu sebentar aku panggilkan," jawab Salha.


Karena sore-sore begini Salha mengurus tanaman di area depan rumah Nurul. Salha masuk ke dalam rumah memanggil ustadz Ali. Ali keluar dan memberi salam pada Aan. Aan menjawab salam Ali.


"Tadinya bu Sumi syok. Namun sekarang lebih baik," jawab Aan.


"Apa langkah kita mencari Aruna?" Tanya Ali.


"Sepertinya aku akan menyusuri mencari di jalanan hingga malam nanti, kalau lapor polisi belum bisa, karena ini belum 24 jam," jawab Aan.


"Ajak Salha bersamamu, ku mohon," pinta Ali.


"Apa ...?"


"Bawa Salha bersamamu untuk mencari Aruna," Ali mengulangi Ucapannya.


Salha datang membawa kopi merasa sangat senang, karena akan bersama Aan menyusuri jalan, dengan alasan mencari Aruna. Dia yakin Aan tidak berani menolak permintaan Ali.


"Cari aja sampai ke lubang semut! Aku yakin mbah Qiweh pasti sangat pandai menyembunyikan Aruna," lirih hati Salha


"Salha ... apa kamu bisa menemani Aan mencari Aruna?" Tanya Ali.

__ADS_1


"Em ... bisa ustadz," jawab Salha.


"Bersiaplah ... temani Aan mencari Aruna," pinta Ali.


Segera Salha berlari menuju kamarnya dengan perasaan bahagia.


"Ustadzn... saya mohon jangan ustadz, saya tidak suka dengan wanita itu," lirih Aan.


"Aan ... kumohonn... tolong Aku, bawa Salha pergi jauh selama yang kamu bisa, aku harus menyelesaikan sesuatu di rumah ini, tapi Salha harus tidak ada di rumah ini, aku mohon Aan ... tolong aku ...." pinta Ali.


"Dan malam ini, kamu harus menginap di sini, aku yakin jika aku selesai, kita akan mengetahui siapa pembunuh Maya," Seru Ali.


Aan terpaksa setuju. Dia meraih gelas kopi di depan nya.


"Jika kau ingin tergila gila pada Salha minumlah kopi itu," seru Ali.


Aan segera membuang kopinya ke tanah.


Sedang dalam kamarnya, Salha merasa sangat bahagia, dia berputar putar di depan cermin sambil berhias diri. Ia menyisir rambutnya serapi mungkin, lalu memakai kerudung pemberian Aruna yang pas dengan warna bajunya. Dan mengoles minyak wangi pemberian mbah Qiweh.


Salha berjalan keluar, setelah pamit dengan Fatma dan Nurul. Salha menghampiri Ali dan Aan di teras rumah. Nurul dan Fatma menahan nafas, karena eneg dengan aroma minyak wangi Salha.


"Saya sudah siap," seru Salha.


Ali dan Aan sama sama menutup hidung mereka.


"Apa kau keberatan jika ganti baju lagi?" Pinta Aan.


"Kenapa? Apa aku tidak cantik pakai baju ini?" Tanya Salha.


"Pakai apapun kamu selalu cantik Salha, tapi maaf, parfum mu bikin kepalaku pusing," jawab Aan.


Ali berusaha menahan tawanya melihat ekspresi wajah Salha. Dengan sangat terpaksa Salha kembali kedalam rumah.


"Jangan pakai parfum lagi ...!" Teriak Aan.


Tidak ada sahutan dari Salha. Dia terus masuk ke dalam kamarnya sambil menggerutu karena kecerobohannya.

__ADS_1


__ADS_2