Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 36* Pindah


__ADS_3

Dantor menjadi duda kaya di desa Sebuku Naju, tentu banyak wanita lajang bahkan yang seumuran Rasda yang bersedia menjadi istri Dantor. Namun Dantor belum bisa membina hubungan yang baru. Dia harus menunggu anak nya Rasda kembali ke Desa.


Namun dia melepaskan kegilaannya nafsunya pada wanita yang dia inginkan, sekaligus menjadi sesembahan janin, buat kecantikan Rasda.


****


Aruna melamun di belakang rumah Nurul, sambil memandangi bunga bunga di kebun kecil, belakang rumah Nurul ini.


"Wayo ... ngelamunin apa!" Bentak Nurul


Aruna kaget,


"Oh ada kak Nurul sama Umi ..." lirih Aruna


"Ngelamunin apa?" Tanya Fatma.


"Anu umi ... Aruna kepikiran, Aruna rasa pasti ustadz Ali risih tinggal di rumah ini karena ada aku dan Salha," lirih Aruna.


"Aruna kepikiran pengen pindah umi ... tapi dekat dekat sini saja, biar Aruna tetap bisa belajar sekaligus bantuin umi dan kak Nurul," ucap Aruna.

__ADS_1


"Nggak mungkin ah ... kak Ali itu orang nya santai Aruna," terang Nurul.


"Kak ... apa kaka ngga ngerasa? Ustadz Ali jarang banget pulang. Alasan sibuk, padahal ustadz santai di mushalla," seru Aruna.


"Kamu yakin Aruna?" Tanya Fatma.


"Yakin banget umi ... sekarang coba kak Nurul telepon ustadz, tanya makan siang di mana, pasti ustadz bilang di kantor karena sibuk, terus kak Nurul cek aja rumah atau kantor pak ustadz," terang Aruna


Nurul pun melakukan apa yang di sarankan Aruna, benar saja Ali mengatakan tidak bisa makan siang malam di rumah, dia akan pulang saat pekerjaan selesai, yaitu malam ketika semua orang sudah tidur.


"Umi ... temanin Nurul ke kantor aa Ali,"pinta Nurul.


Fatma setuju. Nurul dan Fatma berjalan menuju kantor Ali. Sesampai di kantor Ali, benar saja Ali tidak sibuk, hanya sibuk membaca Al-qur'an saja.


"Wa alaikum salam," jawab Ali sangat terkejut melihat siapa yang datang.


"Ternyata Aruna benar, Aa ngga sibuk, Aa cuma risih berada di rumah," lirih Nurul dengan raut kekekcewaan.


"Maafkan Ali umi ... Nurul ... saya benar-benar tidak nyaman terlalu sering bersama Aruna dan Salha, memang mereka kamu anggap adik, tapi bagaimanapun mereka orang lain bukan sedarah dengan mu, maaf," lirih Ali.

__ADS_1


"Umi faham ... ini juga Aruna yang cerita, maafkan umi dan Nurul, tidak bisa menangkap aura ketidak nyamanan mu," sahut fatma.


Mereka berembug untuk memberikan kenyamanan bagi semua nya.


"Gini aja, tawari salah satu di antara mereka yang mana mau tinggal di rumah saya ini dan yang mana yang mau tinggal di rumah yang di pakai Fuad, soal nya Fuad akan pulang dan tidak akan kembali," seru Ali.


Mereka sepakat untuk menawari Aruna dan Salha tempat tinggal yang akan mereka sediakan dan juga pekerjaan jika Aruna dan Salha setuju untuk tinggal mandiri. Nurul dan Fatma pulang, mereka segera menemui Salha dan Aruna. Untuk menawarkan penawaran mereka yang telah mereka diskusikan di kantor Ali sebelum nya.


"Umi ngusir kami???" rengek Salha, setelah mendengar penawaran dari umi Fatma.


"Enggak ... umi cuma menawarkan barangkali aja kalian mau mandiri, juga kerja dan berpenghasilan, kalau nggak mau, umi nggak maksa, umi cuma menawarkan," sahut Fatma.


"Aku mau pindah umi ..." lirih Aruna


"Tapi tetap izinkan alu membantu umi dan kak Nurul, aku terlalu banyak hutang budi pada kalian," sambung Aruna.


"Dasar penjilat batin Salha menatapi Aruna,"


"Umi ... Salha lebih tenang jika Umi dan kak Nurul tidak keberatan Salha tetap disini," lirih Salha.

__ADS_1


"Salha ... kami tidak menyuruh kalian pindah, kami cuma menawarkan, kalau kamu mau tetap disini kami juga senang," sahut Nurul.


Ternyata rencana umi di tolak oleh Salha dan di terima oleh Aruna. Diskusi berjalan Alot karena penolakan dari Salha. Akhirnya hanya Aruna yang pindah dari rumah Nurul dan tinggal di rumah bedagan bekas Fuad.


__ADS_2