Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 58* Tega


__ADS_3

Salha sangat kesal dan kecewa mengetahui tujuan Aan kerumah Nurul, hanya untuk laporan tetang Aruna. Padahal Salha berharap Aan datang untuk mencarinya. Dia yakin guna-guna yang dia berikan waktu lalu yang dia masukkan pada kopi Aan itu sudah mulai bereaksi. Ternyata sedikitpun Aan tidak perduli padanya.


"Diculik ... apa kabur ...?" Seru Salha yang baru keluar.


"Salha!!! Kamu jangan memfitnah Aruna, Aruna menyayangi Nurul, tidak mungkin dia melakukan itu," bentak Ali.


"Nurul kenapa?" Tanya Aan.


"Nurul di santet! Dan umi mendapatkan boneka santet di kamar Aruna, mendingan kak Aan juga ikut ruqyah deh, jangan-jangan kak Aan juga kena santetnya Aruna," kata Salha.


Ali semakin geram pada Salha. "Aan... kita bicara di kantor ku saja," seru Ali.


Aan dan Ali berjalan bersama menuju kantor Ali. Setelah sampai mereka duduk di meja kerja Ali.


"Di mana kamu mendapatkan ini?" Tanya Ali.


"Tadi aku melihat Aruna berjalan sendirian di jalan utama sana, tapi aku tidak melihat apapun saat kejadian itu, karena aku sibuk mencari-cari kunci ku yang tidak sengaja terlempar. Saat aku kembali memandangi jalanan, Aruna tidak ada lagi, yang ada hanya sebuah mobil jeep yang melaju cepat di jalan itu. Aku susuri jalanan itu. Hanya mendapat ini ...." Terang Aan.


Ali menatap layar kecil di mejanya, dia melihat Salha berusaha menguping pembicaraan mereka dibalik pintu, Ali melihat itu lewat cctv yang baru dipasang Ali, di area kantornya.


"Hehkh ... lihat! Ada orang yang tidak tahu diri di luar," seru Ali meng isyarat kelayar yang dia lihat.

__ADS_1


Aan segera mendekati Ali, untuk melihat layar yang dipandangi Ali.


"Salha ...? entah kenapa dari dulu hingga sekarang aku tidak bisa suka padanya, padahal aku sangat tahu dia mencintaiku, hingga dia bela-belain menetap disini." gerutu Aan.


"Urusan hati tidak bisa dipaksakan Aan, menjerat lawan jenis dengan santet pun percuma, karena santet itu seperti obat, ada masa kadaluarsanya," seru Ali.


"Aku lama mengenal Salha, jauh sebelum aku bertemu Almarhumah Maya, aku benci padamu karena Salha selalu mengatakan kau sangat mencintai Maya, kamu tau kan Aku sangat cinta pada Maya, tidak ku biarkan orang merebutnya dari ku," lirih Aan.


"Sedang apa kau?" Tanya Aan melihat Ali.


"Aku hanya ingin mengetahui, siapa yang tega menyakiti istri ku," jawab Ali.


"Umi ... umi ingin tahu kan siapa yang tega menyantet Nurul? Yang menyantet Nurul akan terluka tangannya," seru Ali.


"Apa maksud mu Ali?" Tanya Fatma.


"Umi lihat ... tangan siapa yang terluka, maka dia lah orang yang telah menyantet Nurul," jawab Ali.


Fatma faham, kalau menantu nya itu ingin menunjukan siapa yang tega melakukan hal keji ini pada Nurul.


Ali mulai menulis angka angka arab,( ١، ٢، ٣، ٤، ٥، ٦ ،٧، ٧، ٨ ،٩، ١٠ ) Ali menulis acak tak beraturan, disebuah kertas polos.

__ADS_1


Slests ... Ali menggoreskan silet pada kertas itu.


"Aawwww," pekik Salha, entah kenapa tangannya tiba-tiba terluka.


"Kenapa tangan Salha berdarah???" ucap Aan melihat Salha yang memegangi jarinya yang luka.


Salha berusaha menekan luka yang tidak tahu sebab apa. Namun darahnya tidak berhenti keluar. Terpaksa Salha kembali ke rumah Nurul untuk mengobati lukanya.


Ali tersenyum, dia sudah tahu apa jawaban dari pertanyaannya.


Salha berlari ke rumah Nurul, sesampai rumah Nurul, dia segera mencari kotak obat. Namun dia tidak menemukan kotak obat di tempat yang biasa nya, Salha panik karena darah di tangannya terus keluar.


Umi Fatma sengaja menyembunyikan kotak obat nya, agar dia tahu siapa yang membutuhkan kotak itu.


"Mencari ini???" Tanya Fatma. Melihat Salha yang mencari cari sesuatu di lemari di mana biasanya kotak obat itu disimpan.


Salha mengambil kotak obat yang di tangan umi Fatma.."Terimakasih Umi ..." lirih Salha sambil mengambil kotak obat yang di pegang umi Fatma dan mencari plester dan obat untuk mengobati tangannya yang terluka.


"Hei ... kata Ali ...??? Oh tidak ...!!! Salha ??? Tega sekali kamu!!!" Jerit batin Fatma.


Fatma memandangi Salha yang mengobati luka di tangannya. Hatinya berkecamuk, kecewa pada Salha dan juga menyesal telah salah sangka pada Aruna.

__ADS_1


__ADS_2