Tower Of God

Tower Of God
TOWER OF GOD Ch. 1


__ADS_3

Sinar bulan tertutup awan sehingga cahayanya menjadi temaram, seorang pria dengan pakaian serba hitam terlihat berjalan menelusuri lorong panjang, langkahnya seolah menggema kala dia berjalan dengan kaki jenjangnya. Ruangan besar berpintu merah mulai terlihat di depannya diapun mempercepat langkahnya lalu berhenti tepat di depan pintu itu, kedua tangannya mengambil gagang pintu lalu membukanya.



" Yang mulia, apakah anda sudah bangun ? " ( tanya pria itu pada sebuah peti mati di depannya ).



Peti itupun perlahan membuka menampakkan seseorang dengan mata tajam yang langsung menatap ke pria yang tlah membangunkannya.



" aku sudah bangun, Bambam sudah kubilang padamu jangan terlalu formal padaku "



Pria yg di panggil Bambam itupun menjawab



" mohon maaf yang mulia, saya tidak bisa melakukannya "



" aku benci " pria itupun berbalik dan hendak tidur lagi.



" yang mulia hari ini kita ada rapat penting baginda raja sudah menunggu, anda jangan membuat pekerjaan saya semakin sulit "



Hening ....



Bambam mulai panik karna di acuhkan, diapun mengalah ..



" Baiklah Chan maafkan aku, kita hampir terlambat aku tidak punya waktu untuk bermain - main denganmu "



Kini pria yg di panggil Chan itupun langsung melompat dari peti matinya dan bergegas pergi keluar ruangannya


Bambampun hanya bisa mendengus kesal.



" kau punya kamar sendiri kenapa masih sering tidur di peti sih ? Aku yang kena marah baginda raja jika tidak bisa mengurusmu " ( gumam bambam kesal )



" memangnya kenapa ? sudah seharusnya kita ada di peti ". ucap Chan yang lalu menatap jendela melihat bulan yang mulai terlihat dari balik awan, sinarnya menerobos masuk dari jendela mengenai sosok Chan.



Seketika Bambampun berkeringat dingin saat merasa aura gelap mengelilingi tubuh chan.



" kita ini kan Vampire .. "



Untuk beberapa detik mata merah menusuk tajam itu memandang Bambam, lalu dengan cepat Chan tersenyum kemudian melanjutkan perjalanan. Bambam tak langsung mengikutinya dia sempat bergumam



" meskipun kita Vampire, kau dan aku itu berbeda "



####



Aula istana penuh dengan nuansa merah dan ornamen keemasan, beberapa orang penting telah berkumpul disana, Chan berjalan melewati orang - orang yang menatapnya dia tidak peduli dan terus berjalan menuju baginda raja yang telah menunggu salamnya di singgasana.



Bambam pun mengikutinya dari belakang lalu duduk bersama orang - orang lain yang menatap mereka.



" Salam yang mulia baginda, pangeran pertama Chan sudah hadir disini "


( ucap Chan menyilangkan sebelah tangannya di dada lalu membungkuk )



Ada dua pangeran lainnya yang telah hadir lebih dulu, pangeran kedua bersikap dingin duduk tenang di kursinya sedangkan pangeran terakhir terlihat asik dengan bonekanya dia seolah tidak peduli apapun di sekitarnya. Chan pun bergabung dengan mereka lalu duduk di kursi yang tersisa.



Orang yang di panggil Raja itupun tersenyum, kemudian diapun berkata..



" Baiklah sepertinya semua sudah hadir disini, langsung saja aku akan memulai rapat mendadak ini "



Raja memulai pidatonya semua pun bungkam memperhatikan..



" seperti yang kalian tahu bahwa akhir - akhir ini sering terjadi kejanggalan dan itu mengacaukan keseimbangan bumi, Dewa memberi kita tempat untuk tinggal berabad - abad lalu tempat dimana 4 ras mahluk bisa hidup berdampingan, kamipun tentu melakukan perjanjian lama untuk tetap menjaga menara dewa agar tetap stabil "



Raja pun terdiam sesaat, dia nampak ragu untuk melanjutkan mata hitam miliknya mulai menatap orang - orang di sekitarnya satu persatu lalu menatap ke arah para pangeran sebelum akhirnya melanjutkan kata - katanya.



" sudah berabad - abad lalu, menara memilih para Guardian untuk menjaga 4 segel stone dari menara dewa namun meskipun pemilik asli stone - stone itu adalah para Guardian, kamipun memindahkan kepemilikan sementara stone - stone tersebut kepada 4 ras "



Guardian adalah orang - orang yang sangat kuat yang di pilih langsung oleh menara, jiwa - jiwa seorang Guardian akan terus bereinkarnasi. Jiwa mereka setelah mati tidak akan bisa kembali ke nirwana mereka akan terus ada untuk menjaga menara, meski begitu ingatan dari jiwa - jiwa lalu akan terhapus saat Guardian terlahir kembali.



" ke 4 stone harus slalu terpisah dan tersembunyi karna akan ada banyak mahluk yang mengincar kekuatan dari stone tersebut, perjanjian lama 4 raspun berlaku dan membuat 4 guardian bayangan dari ras manusia, vampire, werewolf dan penyihir untuk menjaga stone dalam tubuh mereka. "



Kini sang Raja menatap para pangeran satu persatu.



" aku tahu ketiga anakku mewarisi jiwa - jiwa para Guardian terdahulu, maka dari itu aku ingin memberi mereka tugas untuk mencari ke 4 stone itu di seluruh penjuru, kita tidak punya waktu banyak mungkin hanya sampai purnama berikutnya "



Pandangan matanya kini tertuju ke arah pangeran ketiga.



" Felix aku tau kamu yang paling muda diantara ketiga pangeran lainnya, aku tahu waktumu sekarang hanya untuk belajar tapi bisakah kamu menunda itu dan membantuku untuk mencari salah satu stone yang ada ? "



Pangeran berambut putih, bermata biru yang sendari tadi berbicara pada boneka nya itupun diam lalu dia menatap lurus mata baginda raja di depannya.



" aku ingin kau mencari Air Stone, bisakah kamu menyanggupinya ? "



Lalu pengasuh Felix yang dari tadi khawatir pun menyela pembicaraan.



" yang mulia mohon pertimbangkan kembali pangeran ketiga masih terlalu muda untuk mengemban tanggung jawab itu bisakah anda .. "



" JB, aku bisa melakukannya .. " ( ucap Felix menatap mata cokelat pengasuhnya itu )



" T-tapi .. yang mulia anda .. "



" JB, aku seorang Guardian dan aku tidak lemah "



Kata - kata itupun sukses membuat JB bungkam.



" ahaha .. kau dengar sendiri apa yang anakku ucapkan bukan ? "



" B-baiklah .. hamba memohon ampun baginda "



" Aku memaafkanmu .. JB, percayalah pada Felix "



" baginda aku akan mencarinya tapi setelah Fire stone & Earth stone Di temukan " ( ucap Felix kemudian yang langsung membuat seisi ruangan gaduh )



Rajapun mengangkat satu tangannya agar semua diam.


" Baiklah jika itu maumu .. "



Suara Gaduh pun kembali terdengar ..


Para bangsawan pun mulai berkomentar ..



" yang mulia baginda bagaimana bisa anda membiarkan dia berbicara seperti itu ? "



" benar baginda kita tidak tahu dimana Stone - stone itu berada bisa - bisanya dia berkata dengan angkuh seperti itu "



" apa karna dia masih berumur belasan dia bisa menganggap mudah semua hal ? "



" ini bukan sebuah permainan "



Felix pun berdiri ..



" heee .. tapi aku lebih suka bermain - main " ( ucapnya nampak menyerigai )



Mata birunya pun menatap semua bangsawan vampire yang menghujatnya, seketika mereka merinding dibuatnya.






" CUKUP HENTIKAN !!! "


suara Raja menggema ..



" tidak ada yang boleh merendahkan anakku, dia memang masih kecil tetapi dia adalah seorang Guardian kalian yang lancang akan mendapat hukuman "



" Ayah tenanglah .. " ( ucap Chan berusaha menenangkan )



" mari kita dengarkan alasannya dulu ". Lanjut Chan kemudian, netranya kini menatap sinis bocah berambut putih di ujung barisan.



" Aku punya rencanaku sendiri Baginda, Slama kedua Stone itu belum di temukan aku tidak akan bergerak dari tempatku " ( jawabnya kemudian )


Diapun kembali duduk dengan tenang ..


Rajapun nampak menghela nafas ..



" Baiklah, jika itu memang maumu .. "



Keteganganpun memudar, lalu Rajapun beralih ke pangeran kedua ..



" Lee know, aku tahu kau lebih banyak berada diluar istana mengurus wilayah disana tapi aku akan mempercayakan pencarian Earth Stone padamu "



" Dengan senang hati, hamba akan menerima tugas ini "



Lee know pun membungkuk hormat ekspresinya dingin seperti biasa diapun kembali duduk ke kursinya.



Kini netranya menatap lekat Chan, chan pun memberi tanda hormat pada sang Raja.



" Chan, anak tertuaku aku mempunyai dua tugas untukmu ". Ada jeda diantara ucapan Raja padanya.



" Tentu saja aku ingin kau mencari Fire Stone akan tetapi ada hal yang lebih penting yang juga harus kamu temukan "



Raja terlihat menimbang - nimbang perkataannya sebelum akhirnya melanjutkan pembicaraan..



" Aku ingin kau juga mencari Water Stone dan pemilik aslinya "



" Baik yang mulia hamba telah menerima tugas ini ". Ucap Chan yang langsung membungkuk hormat diapun kembali ke tempatnya semula.



Rajapun mengakhiri rapat tersebut, semua bangsawan dan pangeran keluar dari aula istana untuk kembali ke rumah mereka masing - masing. Namun hanya Chan yang tetap berdiam diri di kursinya, saat suasana mulai sepi Raja pun angkat bicara.



" Diantara ketiga anak - anakku, kamulah yang paling peka terhadap sesuatu rupanya sifatku ini menurun padamu Chan, kemarilah duduk di sebelahku ". Perintah sang Raja.



Chan menurut dan langsung berjalan ke sisi sang Raja.



Dia nampak ragu hingga akhirnya diapun berbicara..



" aku mengerti mengapa ayah menugaskanku untuk nencari Fire Stone, slain batu itu juga sama dengan elemen sihirku aku bisa mencarinya tetapi bagaimana dengan tugas kedua ku ? Apakah Guardian Water Stone belum di temukan ? "



Pertanyaan beruntun Chan langsung menghujani ayahnya.



Raja sempat berfikir sejenak, lalu menjawab dengan pandangan lurus ke depan..

__ADS_1



" Raja dari 3 ras menitipkan amanah padaku semenjak perjanjian lama berlaku mereka semua sudah tiada, bahkan bangsa Werewolf sudah punah dari dunia ini. kami para Vampire punya hidup yang abadi lalu Ras dari 3 raja terdahulu memberiku amanah serta tanggung jawab pada menara Dewa "



Diapun terdiam sejenak, Chan masih belum menyelanya dia memilih mendengarkan jawaban ayahnya hingga selesai.



" ada kemungkinan Water Stone ada pada bangsa Werewolf karna pemilik asli Stone itu dari dulu adalah bangsa itu sendiri, kau tahu werewolf pandai bersembunyi dari dunia, akan susah untuk melacak mereka "



" masalahnya adalah mereka sudah punah dari dunia ini dan tidak di ketahui lagi kabarnya, aku bingung kenapa ayah menugaskanku untuk mencari sesuatu yang bahkan telah hilang dari dunia ini ? ".



" Aku memang bilang bahwa mereka punah, tapi beberapa dari mereka tetap ada untuk menjaga batu itu, Werewolf pintar menyamar seperti manusia biasa kekuatan sihir mereka tidak terdeteksi sama sekali, jika bangsa itu benar - benar lenyap Water Stone akan mengamuk dan menenggelamkan daratan dengan laut "



Chan sedikit membelalakkan matanya



" Water Stone itu istimewa di bandingkan dengan Stone lain yang bisa berganti pemilik, sejak dulu Water Stone hanya dimiliki satu orang dari ras Werewolf dan kurasa dia masih hidup di suatu tempat "



" Vampire adalah mahluk abadi sejarah bilang begitu tetapi, Guardian Water Stone adalah mahluk paling abadi di bandingkan vampire pure blood "



" Dia sudah hidup sebelum kita ada kemungkinan dia yang mengusulkan perjanjian 4 ras dan menjaga menara dewa sebelum di serahkan ke bangsa Vampire "



" Ayah, apakah ayah bisa melacak jejaknya atau Water Stone nya sedikit saja aku tahu mereka pandai menyembunyikan diri tapi pasti ada jejak sihir yang tersisa, mereka juga pasti menggunakkan sihir untuk bertarung dan bersembunyi kan "



" terakhir kali itu sudah 1 abad yang lalu aku mendeteksinya dia ada di hutan terlarang daerah barat lalu menghilang sekarang aku tidak tahu dia dimana, dan lagi saat itu hanya dirinya saja yang terdeteksi aku tidak mendeteksi Water Stone di dalam tubuhnya "





" Baiklah aku mengerti, aku akan berusaha mulai besok .. ".



" maafkan aku Chan, aku memberimu tugas yang sulit di bandingkan adik - adikmu "



" itu sudah tanggung jawabku ayah .. "



Rajapun mengelus surai merah Chan lembut.



" satu hal lagi, aku ingin kau tetap mengawasi pangeran ketiga, aku merasa ada yang aneh dengannya "



Chan tersentak namun ekspresinya berhasil dia kendalikan.



" Aku tidak tahu dia mendapat informasi darimana, karna aku baru mengumumkannya hari ini namun dia tahu bahwa aku akan menugaskannya dan yang lain mencari Fire stone, Earth Stone & Air stone "



Raja pun mendekatkan dirinya ke telinga Chan ..



" bisa jadi kekuatan ramalannya turun dari mendiang ibumu ". ( ucap sang Raja sambil tersenyum )



" meski begitu kekuatan ramalan adalah hal yg langka di luar sana akan banyak pemburu yg mengincarnya, mungkin kau bisa meninggalkan salah satu bayanganmu padanya "



" baik yang mulia akan saya pikirkan, saya pamit undur diri dulu Ayah "


Chan pun pamit pergi meninggalkan Raja yang masih menatap kepergiannya.



#####






Drap .. Drap ... Drapp ...



" Pergi kalian jangan mengejarku .. "



Seseorang pemuda berlari tergesa - gesa dari incaran hewan - hewan buas yang mengejarnya, tubuh kurus pemuda itu di penuhi luka dan lebam kakinya pun terantai dengan pemberat dia terus berlari masuk ke dalam hutan rombongan anjing liar itu tidak berhenti mengejarnya sampai akhirnya.



" KUBILANG BERHENTI .. !!! "



Teriak pemuda itu, wajahnya lusuh tertutup rambutnya yang panjang warna rambutnya pun putih dan kotor terkena tanah, pemuda itu nampak terengah - engah mengatur nafasnya lalu jatuh terduduk.



BRUGH ...



Anjing2 liar itu masih terus mengejarnya, diapun menunduk dan bergumam.



" kalian tidak mematuhiku baiklah terima hukumannya "



Aura di sekitarnya berpendar burung2 nampak berlarian, hanya sepersekian detik rombongan anjing2 liar yang mengejarnya mati kaku dengan tubuh yang mengering.



Bersamaan dengan jatuhnya pemuda tersebut, rambut putih panjangnya pun perlahan mulai menghitam kembali, sempat terlihat bulir2 air mata menetes di pipinya.



" cukup !! Aku tidak ingin mengambil hidup siapapun lagi ". Gumamnya terisak. Pemuda itupun pingsan di tengah bangkai anjing2 liar tadi..





Udara pagi begitu lembab dan dingin, namun sinar matahari itu terlihat menusuk mata membuat seseorang yang terlelap membalikkan badannya ke arah lain, 5 menit berselang seorang pelayan tiba - tiba mengetuk pintu kamar orang yang sendari tadi tengah gusar.



" selamat pagi tuan, sudah waktunya untuk bangun tuan muda, anda sudah di tunggu oleh tuan besar di meja makan "



" ugh ... hmm 5 menit lagi yaa, aku sangat lelah, bilang pada ayah tidak perlu menungguku "



" T-tapi .. tuan, saya tidak bisa ... "




Suara keras yang datang dari seseorang yang dia rindukan cukup lama sukses membuat pemilik mata onyx ini kaget dia pun menyeka selimutnya gusar dan berteriak.



" Mark .. !!! ".



Dengan cepat diapun berlari dan memeluk Mark.



" Kau tumbuh sangat cepat Seungmoo, anak anjing yg menggemaskan "


Mark mengelus kepala Seungmin, namun dia tepis dengan kasar.



" Mark hyung .. jangan memanggilku seperti itu "



Mark hanya tersenyum gemas sambil mencubit pipi tembem Seungmin ..



" Hari ini adalah pelantikanmu, kau sudah melewatkan sarapan dengan tuan besar dia pasti marah kalau kau juga tidak datang ". ( ucap Mark sambil merapikan dasi yang di pakai Seungmin )



" Hyung aku tidak menyukai acara ini sejujurnya aku ingin kabur deng- .. "


Belum sempat melanjutkan kalimatnya Mark menaruh telunjuk di mulut seungmin.



Kemudian dia dengan cepat mengecup kening Seungmin singkat.



" aku akan menculikmu setelah pelantikannya selesai .. ". Mark pun tersenyum jahil sambil mengedipkan satu matanya.



Wajah Seungmin yang memanas hanya bisa diam dengan kaku lalu dia akan langsung berjalan cepat meninggalkan Mark sendirian, Mark pun hanya terkekeh pelan melihat Seungmin yang buru2 kabur dari dirinya.



" Kim Seungmin, Dengan ini aku melantikmu menjadi kepala keluarga Duke selanjutnya "



Pelantikkan pun selesai di barengi dengan sorak - sorai tamu yang hadir saat itu.



" Seungmin kemarilah, ayah akan menyerahkan cincin kepala keluarga duke padamu ".



Seungmin berjalan mendekati ayahnya lalu dia menyodorkan tangan kirinya, ayahnya pun memasangkan cincin itu di ibu jarinya.



Cincin itu terpasang sempurna namun sedetik kemudian cahaya merah darah keluar dari cincin itu, orang - orang di sekitar merasa ketakutan.



Cahaya itu nampak membesar menyilaukan mata orang - orang yang menatapnya.



" ugh ... mmh, akhhh !! ". Seungmin mengerang kala cahaya itu masuk menerobos kulit2 nya rasanya seperti masuk ke dalam api besar yang menyala, namun itu tidak berlangsung lama energi sihir Seungmin langsung menyerapnya hingga cahaya merah itu menghilang masuk ke dalam dirinya.



Seungminpun ambruk sesaat dengan peluh menetes, dia jatuh terduduk kakinya terasa lemas tak bertenaga.



" aku berhasil .. ayah ". Ucapnya sambil tersenyum.



" Salam hormat untukmu, kepala keluarga duke yang baru ". Ucapan selamat dari para bangsawan yang hadir silih berganti di terima, seungmin nampak begitu lelah duduk di pojokkan ruangan, Markpun menghampirinya.



Diapun merebut gelas wine yang akan dia teguk itu.



" akh .. hyung aku masih mau minum ". Rengek Seungmin ke Mark.



" tidak boleh kau sudah sangat mabuk, akan ku antar kau ke kamarmu ".


Seungmin pun di papah oleh Mark yang cukup kewalahan menghadapi orang mabuk.



BRUGH ...



Mark melemparkan tubuh Seungmin ke kasur.



" aishh .. kau ini ternyata sangat berat .. ". Gumam Mark, diapun membetulkan posisi Seungmin dan memberinya selimut.



" tidurlah, aku akan kembali ke ruanganku kau sudah cukup bersimpati tadi ". Ucapnya yang lalu mengecup kening Seungmin.


Mark ingin meninggalkannya namun tangannya di tahan oleh Seungmin.



" Mark .. aku menyukaimu ". Ucapnya pelan namun matanya kini menatap Mark lurus.



Perlahan Mark menurunkan tubuhnya mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir pink seungmin mengecupnya perlahan, Tetapi Seungmin menyesapkan lidahnya.



Mark kaget namun membiarkannya, ciuman itu berlangsung cukup lama hingga Mark memutuskan untuk menarik diri, benang - benang saliva pun menetes dari sudut bibirnya.


Diapun mengusap surai hitam itu dengan lembut.



" aku ingin kau mengatakannya lagi disaat kondisimu sadar 100%, night seungmoo ". Diapun mengecup singkat pipi putih Seungmin yang mulai terlelap lalu meninggalkannya.







Pertama kali bikin cerita BL rasanya itu


Nano - nano


😅


Sebisa mungkin detail tapi


Namanya pemula harap di maklumi




__ADS_1


######




Bau embun basah tercium dari luar, aromanya mampu menenangkan pikiran.


Sudah 1 bulan berlalu semenjak Seungmin menjadi kepala keluarga Duke di kediaman Kim yang baru.



" jadi bagaimana apakah ada perkembangan soal bangsawan yang korupsi di gudang kita ? ".


Suara uniknya terdengar menggema di seluruh ruangan. Jari lentiknya mengetuk2 meja perlahan.



" aku sudah menemukan semua bukti yang anda minta tuan ". Ucap seseorang berpakaian serba hitam di balik kursi tempat seungmin duduk.



" hmm .. its show time ". Ucap Seungmin menyerigai.



BRAKK !!!


" Seungmooo, aku punya kabar buruk tolong dengarkan aku ".



Suara dari seseorang yang dia kenal menerobos masuk ruangan kerja Seungmin, bersamaan dengan itu seseorang di belakang Seungmin pun menghilang entah kemana.



" Hyung, ketuk pintu dulu "



" ah .. itu tidak penting, aku ingin bilang padamu bahwa jangan pergi kemanapun malam ini "



" kenapa ? "



" hutan di arah gudang bahan baku keluarga duke di serang mahluk2 sihir, mereka A rank, ini berbahaya aku mohon kau jangan kesana "



" hyung, apa kau lupa kenapa aku bisa ada disini ? "



" aku tidak lupa, tapi hewan2 ini belum ada laporan dan kemampuan khususnya belum terdeteksi, kau memang penyihir hebat tapi dengarkan aku dan tundalah dulu pekerjaanmu "



" orang - orang yang kelaparan tidak bisa menunggu terlalu lama, para babi2 gendut itu akan punya cukup waktu untuk kabur, maaf Hyung aku tidak bisa menuruti perintahmu "



" seungmoo .. ini de- "



" keluarlah, aku harus bersiap ".



Matanya terbelalak kaget, dia tidak menyangka seungmin tidak akan mendengarnya. Mark dengan kecewapun keluar dari ruangan itu.



Malam ini terasa sangat sunyi, hanya terdengar suara derit kereta kuda yang melaju di jalanan sunyi.



GGRRRROAHH...


terdengar suara erangan keras di dalam hutan, kuda yang kaget sontak mengerem mendadak membuat Seungmin terdorong ke belakang.



" ada apa ? "



" mohon maaf tuan, kami tidak bisa masuk lebih dari ini, ada lingkaran sihir di depan sini "



Mendengar hal itu Seungmin pun turun dari keretanya.



" hahhh .. ternyata memang tidak semudah itu, aku merasa aneh jika Mark langsung membiarkanku begitu saja " . Mata hitamnya mencoba menelusuri lingkaran sihir itu, diapun menyentuhkan tangannya ke tanah.



" jika ku hancurkan dia akan tau, jika ku terobos mereka akan terpanggang, huh benar2 menyebalkan ". Gumamnya dalam hati.



" Hyung ada di sekitar sini, kalian tunggulah disini, aku akan kembali "



" T-tapi tuan, kami tidak bisa membiarkan anda pe- .. "



" ikut saja jika kalian mau jadi daging panggang ". Bersamaan dengan ucapan itu Seungminpun menghilang.



Semakin dalam masuk menuju hutan, suara2 raungan itu semakin jelas terdengar. Seungmin bergerak dengan sangat cepat diantara pepohonan rindang manusia biasa tidak akan ada yang bisa melihatnya.



Lalu dia berhenti sejenak. Dan menoleh ke belakang.



" keluar kau jangan bersembunyi ".



Saat sedang menggunakan sihir teleportasi, tubuh Seungmin akan sangat peka terhadap sekitar benda2 akan bergerak sangat lambat di matanya dan pendengarannya akan menajam, sedikit dia merasakan aura seseorang hanya sepersekian detik aura itu menghilang.



" benar2 luar biasa, seolah2 dia tidak pernah ada disini, aku harus cepat menyelesaikannya. Smoga mahluk2 berisik itu tidak melihatku disini ". Ucap seungmin dalam hati lalu diapun kembali melesat dengan cepatnya.



Seseorang dengan jubah hitam bertudung muncul dari balik semak2 orang itu terdiam lalu seperti asap diapun menghilang.



Sebuah pondokkan kecil tersembunyi pun terlihat Seungmin mengepalkan tangannya, cincin merah di ibu jarinya pun bercahaya seketika gubuk itu meledak dan terbakar, langkahnya santai berjalan menelusuri gubuk itu dia tidak menemukan apapun.


Hanya sebuah lukisan tua yang ada disana, lalu diapun tersenyum.



" Trik murahan tidak akan bekerja padaku, pelindung ini memang cukup kuat. Aku tidak akan menarik kalian keluar ". Dia mengelus permukaan lukisan itu lalu dengan tangan kirinya api pun muncul, segel sihir di lukisan itu perlahan memudar di makan sihir api yang seungmin keluarkan.



" disini terlalu dingin, aku ingin kalian tetap hangat di neraka ". Diapun tersenyum kecil.



Saat lukisan itu lenyap sebuah pintu bawah tanah terbuka, emas2 berserakan di dalamnya, Seungminpun memanggil hewan sihir peliharaannya


Seekor anjing datang dan mengitari lubang tersebut sedetik kemudian emas2 tadi menghilang.



" pergilah mong - mong ". Anjing itupun berlari lalu menghilang begitu saja.



Diapun segera berbalik untuk kembali namun tiba2 ..



BRUAGHHH !!!


DRAGHH ..


Seungmin pun terpental cukup jauh, punggungnya menabrak pohon dengan luka cakaran di dadanya. Diapun batuk darah.



" Tch ... butuh usaha untuk membuatku terluka kau lumayan juga ".


Di depannya ada seekor anjing berkepala 3 dengan mata merah menyala mulutnya pun terlihat ada kobaran api kecil di dalamnya, cakarnya tajam dan runcing badannya hitam pekat. Anjing itu ada di depannya bersiap untuk menyerang. Namun seungmin sudah lebih dulu mengeluarkan sihirnya.



Duri2 runcing keluar dari bawah tanah, anjing itupun tercabik2 badannya tertusuk2 duri2 yang keluar, sejenak anjing itupun tidak bergerak



" kau memilih lawan yang salah uhuk .. uhuk ... ".



Anjing itupun kembali mengerang dengan keras, seungminpun reflek membakarnya namun yang terjadi justru tubuh anjing itu semakin membesar,


Anjing itu siap menyemburkan api dari mulutnya. Seungmin bersiap untuk menghindar namun badannya tidak bisa bergerak.


Matanya kini terbelalak.



" jadi ini kemampuan khusus yang Mark bilang. "



" tidak aku tidak boleh mati disini, meski tidak ada celah aku masih bisa membuat segel "



Seungminpun bersiap menggunakan tangan kirinya lagi, namun seseorang dari arah samping membawanya pergi.



" uhuk .. uhuk .. siapa kau ? Turunkan aku hey "



Orang itu tetap diam, dia terus membawa pergi Seungmin. Kesal karna di abaikan diapun menendang orang tersebut dan terjatuh.


Orang itupun ikut terjatuh namun dia segera berdiri. Berjalan perlahan ke arah Seungmin, diapun menjadi waspada.



Kini orang itu tepat berada di depannya. Lalu mengulurkan tangannya.



" hanya manusia bodoh yang menyerang Cerberrus dengan api "



" siapa kau ? Ahh kau yang tadi mengikutiku kan ? "


Uhuk .. uhuk ..



Seungmin kembali memuntahkan darah, orang di depannya sedikit menggigil melihat darah Seungmin yang di muntahkannya.



" kau vampire "


Seungmin ingin menyerang mahluk di depannya namun tangannya sudah lebih dulu di kunci.



" Jika kau terus menggunakkan sihirmu, kau akan mati. Tenanglah aku tidak berniat melukaimu ".



Mata merahnya kini menatap bola mata hitam Seungmin lalu. Vampire itupun mengangkat tangannya, burung dari api pun datang entah darimana lalu mengelilingi Seungmin, luka2 di dadanya pun perlahan menutup dan menghilang.



" Terima kasih " . Ucap Seungmin singkat masih menatap lekat sosok di depannya yang matanya sudah kembali normal.



Angin berhembus kencang menyibak tudung hitam yang di kenakan, wajah misterius itu kini terlihat.


Surai merah sewarna darahpun sangat kontras dengan kulit pucatnya, tatapan matanya seperti malam, benar2 sosok yang rupawan.


Seungmin pun terbius akan keindahan mahluk di depannya.



" minumlah, cakar Cerberrus beracun jika tidak kau minum besok kau akan membusuk ". Ucap sosok itu menyodorkan sebuah tabung kecil kepada Seungmin.



" aku tidak akan minum jika ini racun, aku juga tidak berencana mati besok ".



Vampire yang kesal langsung memasukkan tabung kecil itu ke mulut seungmin, dia pun terbatuk2.



" uhuk .. uhuk .. sialan berani2 nya kau berbuat seperti itu, kau ingin mati ya "



" kau tidak bisa membunuhku, karna kita akan jadi teman "



" siapa juga yang mau berteman denganmu ? "



" Chan, itu namaku .. Seungmin .. "


Seungmin terkejut. Setelah tau bahwa vampire itu tau namanya.



Rasa pusing yang hebat menyerang kepalanya pandangannya pun kabur, diapun ambruk dengan aesthetic..



Diapun membawa Seungmin pergi ke suatu tempat dan bersembunyi disana, dia mendudukkan Seungmin di sofa tua, lalu Chan memegang tangan kiri Seungmin kemudian menariknya.



" Fire Stone, syukurlah aku menemukannya. Sangat sulit menerobos sihir pelindung di kediaman Duke "



" ahh .. aku juga tidak suka dengan orang itu ". Lanjut Chan sambil menatap darah kering di telapak tangan seungmin, diapun lalu menjilatnya.



" Manis ... "



Tangannya kini meraih leher putih Seungmin memiringkannya, taring nya mencuat keluar dengan mata berwarna merah darah, dia ingin menggigit leher putih itu namun niatnya pun terhenti.



" huhhh .. aku tidak ingin merubahmu .. "


Dia lalu mengecup punggung tangan Seungmin.



" Ini cukup buruk, karna dia seorang penyihir energi sihirnya yang besar memanglah cukup kuat untuk menahan kekuatan Stone, namun berbeda dengan pemilik asli yang mampu mengendalikannya pemilik sementara Stone hanya akan menjadi pedang bermata dua baginya .. "



Sepanjang malam Chan hanya menjaga Seungmin di sisinya ..


__ADS_1



__ADS_2