Tower Of God

Tower Of God
TOWER OF GOD Ch. 14


__ADS_3

Jolt ..


Jolt ..


Jolt ...


Drip .. drtt ... drrttt ...



" ngh .. ah ... humm .. "



Cum ..



Drt ...



" mmhh ... ngh .. "



" kau sangat menikmatinya ya ? "



" Aku lupa kau tidak akan mendengar suaraku, karna pengaruh dari sihirku cukup kuat "



" di banding Vampire lain aku adalah vampire yg tidak suka bertarung jadi aku melakukan ini sebagai alternatif dari pertarungan, tapi sepertinya kau sangat menikmatinya "



Drrt ... jolt ... ssrtt .. cum ..



" sudah berapa banyak kau keluar tapi kau tetap keras kepala ya .. "



" R-ra .. chel .. nghh .. ah .. "



" ah .. kau sedang memikirkannya yah, hmm .. mainan mana lagi yg harus ku coba ya ? Hari ini boneka2 ku mengirimku banyak mainan padaku .. "



" mungkin aku akan mencoba semuanya sampai kau tak sanggup lagi berdiri .. ah ada satu yg besar bagaimana jika ini bergetar di dalam tubuhmu .. "



Drip ...


Jolt ..


Drrrrt .. srrrtt ...



" akh ... hahh ... ngh .. ah .. Ra .. chel .. "



" hihi .. menarik .. kau menikmatinya sambil membayangkan kakakku benar2 tidak tau diri ... "



Swicth Pull .. drrtttt ....


Cum ..



" arrgh ... ha ..."



" Cinta dan kekuatan .. kau memilih kekuatan dan membuang cintamu padahal kakakku sangat mencintaimu, mungkin jika kau berhianat dia akan bersamamu sekarang ..



" Rachel .. ma.. af .. "



" haha .. dia tidak akan mendengarmu .. kutukan para pemburu untuk pureblood memang mengerikan tapi berkatmu aku bisa bebas .. "



DRRRTTT ...


drrrtt ....



" nghh .. ah ..."



Changbin tidak berdaya saat vibrator itu bergetar di rektum nya. Entah sudah berapa kali dia keluar hingga lantai di ruangan itu terasa lengket. Aroma cum darinya sangat kuat. Membuat felix juga merasa aneh dengan tubuhnya.



Diapun mendekati leher Changbin sambil menunjukkan taringnya.



" haa .. "



Seketika tindakannya terhenti dia ingat kata2 kakaknya dulu bahwa pemburu yg satu ini adalah orang yg sangat dia sayang dan dia tidak akan pernah merubahnya menjadi Vampire.



" bahkan setelah kematiannya dia tetap menyayangimu .. "



KREKK .. KRANGG .. PRAK ..



Amarah Felix membuat rantai2 yg mengikat kedua tangan Changbin terlepas. Ekspresi mengerikan itu membuat seisi ruangan bergetar.



Diapun menarik penutup mata Changbin dengan kasar membuat kedua netra coklat itu menatap lurus dirinya. Felix mencengkram belakang kepala Changbin dengan tangannya hingga Changbin terpaksa mendongak ke arahnya.



" APA KAU PUAS SEKARANG ? MENGAMBIL SEORANG NYAWA YG BAHKAN TIDAK ADA DI DALAM DAFTAR BURUAN !!! BUKANKAH SEHARUSNYA CHAN YG MATI KENAPA JUGA HARUS KAKAKKU YG LEMAH ITU ? "



Huh ... ha .. haaah ..



" Kau tau seberapa menderitanya kami saat pemburu mengutuk Pureblood, apa kau tau penderitaan dari tubuh ini ? Setiap saat dia harus mempertahankan kesadarannya melawan monster yg ada di dalam dirinya demi orang2 yg dia sayang "



" Tapi kau malah membunuhnya !!! "



Felix berteriak dengan amarah, kesabarannya sudah mencapai batas yg bisa dia tahan dia meledak sejadi2 nya. Changbin bergeming tidak menjawabnya.



Dia mengambil belati pemburu yg ada di samping meja lalu menodongkannya ke leher Changbin, darah segar sedikit menetes dari goresan belati itu.



" Jika.. kematianku ...bi..sa membuatmu memaafkanku .. kau boleh mengambil nyawaku & Air Stone di tubuhku .. "



Felix tidak mendengar dia kembali menekan pisau itu hingga goresannya semakin dalam.



" Rachel .. sa..ngat me..nyayangimu .. dia yg memilih untuk melindungimu .. asosiasi pemburu sudah lama mengincar jantungnya .. tapi hari itu dia memintaku untuk menghancurkan jantungnya .. "



" Kau sudah tau itu tapi tidak berusaha menyelamatkannya ? "



" saat itu aku tidak dalam kondisi yg cukup kuat, membunuh pureblood adalah syarat agar bisa memperoleh Air Stone "



Felix terdiam, dia tak lagi menekan pisaunya.



" Chan saat itu juga tidak bisa melakukan apapun karna kekuatannya belum bangkit, dia adalah putra mahkota kami para pemburu punya aturan tentang keluarga pureblood mana yg bisa kami bunuh "



" karna perjanjian lama melarang kami membunuh Raja Vampire & putra mahkota .. "



" meskipun kami pure blood hanya karna kami berbeda ibu dan garis keturunan kalian dengan seenaknya memburu kami "


__ADS_1


" hari itu Chan & aku tidak memiliki pilihan lain, agar terbebas dari tuduhan penghianatan .. kami harus mematuhi asosiasi & demi perjanjian lama kami tidak bisa membunuh putra mahkota "



PRANG ... GGRT



Suara pisau jatuh memecah keheningan di ruangan itu, kesadaran Changbin kembali sepenuhnya meski begitu tubuhnya terlalu lemah untuk melawan, dia hanya terduduk sambil menatap Felix di hadapannya.



" Yang mulia pangeran ketiga .. aku tidak akan memintamu untuk memaafkanku .. "



Felix menjilat darah yg menetes di leher Changbin.



" aku juga tidak berniat mengampuni pendosa sepertimu .. "



Dia memposisikan bokongnya ke junior Changbin lalu memasukkannya ke hole miliknya.



" ugh .. yang mulia a..pa yg kau lakukan ? "



" kh ... "



Jolt .. srrurtt ..



" akh .. ternyata lebih sakit dari yg ku kira .. "



" Yang .. mu.. lia .. ngh .. "



Dia mulai menaik dan turunkan pinggulnya perlahan, lubangnya basah & terasa ketat.


Changbinpun demikian dia nampak menikmatinya.



" ha .. hahhh ... apa senikmat itu ? Bukankah kau sedang membayangkan melakukannya dengan kakakku ? Sayang sekali jika tidak sesuai harapanmu "



Changbin menarik Felix mendekat, dia memeluk tubuh Felix erat, dan mempercepat gerakannya.



Sang dominan terus menumbuk hole ketat itu, suara nafas mereka saling memburu satu sama lain.



" ngh .. mmmph .. akh .. "



" haa .. ngh ... ha .. "



Jolt .. jolt ..



" a... aku mau keluar .. tarik benda itu sekarang bodoh .. !! "



Changbin tidak mendengar suara Felix dia malah semakin menarik Felix erat dan menahan tubuhnya.



" akh ... ti.. dak .. ja..ngan di da..lam .. nghh ah ... ha .. ah .. "



Jolt ..


Jolt ...


Faster ..



Jolt ... srrt ... Cum ..




Felix ambruk di atas tubuh Changbin namun Changbin menarik lehernya dan mencium bibirnya.



" haa.. ugh .. "



" mu.. ah .. tugasku sudah selesai .. Air Stone sudah di dalam tubuhmu .. "



Bersamaan kalimat itu, Changbin menghembuskan nafas terakhirnya.


Felix terdiam menatap Changbin yg tidak lagi bergerak atau bahkan menatapnya diapun bangkit dari atas tubuh Changbin, terlihat lelehan cum mengalir di antara kedua pahanya.



" sudah waktunya .. ku harap besok berjalan lancar .. "



Diapun berjalan ke arah cermin besar di sudut ruangan.



" Dunia ini sudah rusak dan perlu pembentukan ulang .. saat hari itu tiba dunia ideal yg aku impikan akan terwujud .. "



Felix menatap tangan kanannya ..



" Dunia dimana tidak akan ada yg terluka atau di khianati .. dunia yg di bentuk dari kegagalan .. "



SRING ....Nnggg ..



SREKKK ..



Sebuah kristal es terbentuk, Felix menusuk dadanya dengan es itu.



JLEB ...



-


-


-


-


-





" ugh .. huekk .. uhuk .. uhuk .. "


Crrrtt ...


Ha.. haa ..



" Sial .. dia sudah mulai rupanya .. "



Darah segar mengalir di mulut Jeongin, dia memegangi dadanya yg terasa sakit.



" Jeongin kau tidak apa2 ? "



Tanya Hyunjin yg saat itu menemaninya.


Sudah 3 hari semenjak Hyunjin pulih dari racun menticore dan sudah sejak saat itu Jeongin tidak sadarkan diri, dia terlihat panik saat Jeongin batuk dan memuntahkan banyak darah.

__ADS_1



" hah .. Yang mulia kenapa anda ada .. disini ? "



" seharusnya aku yg bertanya kenapa kau banyak memuntahkan darah ? "



" apa racun Menticore merusakmu ? Kau menyerap racun itu ke dalam tubuhmu kan ? "



" apa yang mulia takut saya mati ? "



Hyunjin terdiam menatap Jeongin.



" aku tidak menyerap racun Menticore karna Water Stone bisa menetralkannya, ini hanya efek samping yg ku terima dari menyembuhkanmu Yang mulia "



Jeongin tersenyum, tapi saat itu Hyunjin tau bahwa dia sedang berbohong. Hyunjin pun melepaskan kalung blue crystall di lehernya itu lalu memberikan kalung itu pada Jeongin.



" ambil lah .. aku kesini ingin menepati janjiku .. ".



Ekspresi Jeongin berubah murung ..



" kau mengembalikannya tanpa persetujuanku, bahkan kau tidak mendengarkan permintaanku saat itu, Hyung .. terkadang aku tidak mengerti dirimu "



" bukankah permintaanmu adalah stone .. aku menepati janjiku mengembalikannya pada pemilik aslinya "



Jeongin mendekat ke arah Hyunjin, jari2 nya memegang dagu Hyunjin..



" Aku mau kau jadi milikku "



Hyunjin menepis tangan Jeongin kasar. Melihat reaksi itu jeongin tidak menyerah dia mencium Hyunjin dengan paksa.



CUP ..


-


-



Melihat Hyunjin tidak menolaknya Jeongin menggigit bibir bawah Hyunjin agar dapat akses masuk menjelajahi mulutnya, bertukar saliva & menautkan lidahnya.



" ugh .. ngh ...mmph .. "



" Lihat kau menolakku tapi tidak menolak ciumanku, Hyung sebenarnya kau tidak membenciku kan ? "



Sepasang netra biru itu menatap serius ke arah Hyunjin.



" Jika kau diam saja ku anggap iya, apa kau ingin aku melanjutkannya ? "



" T-tidak .. "



" Benarkah ? Padahal di bawah sini sudah basah, kau terangsang hanya karna ciumanku Hyung ? "



" TIDAK .. !! "



Hyunjin mendorong jauh tubuh Jeongin diapun jatuh terduduk. Diapun bergegas pergi namun sebelum sukses meraih gagang pintu sebuah suara membuatnya berhenti.



" Berhenti disana Hwang Hyunjin .. "



Suara dingin itu sukses membuat Hyunjin terhenti & tak bergerak ..



" J-jeongin .. apa yg kau lakukan ? Cepat lepaskan aku "



" aku akan melepaskanmu jika kamu mau jadi milikku .. "



" M-maaf tapi aku tidak bisa .. jika kau punya permintaan lain seperti Harta, tempat tinggal atau kebebasan aku bisa mengabulkannya untukmu .. "



" hahahah .. aku tidak butuh itu karna tidak ada gunanya bagiku, aku hanya mau dirimu .. "



Kini dirinya tepat berada di belakang Hyunjin.



" ah ya .. jika kau terus menolakku aku hanya perlu memaksa dirimu & aku tidak perlu persetujuanmu, jika kau tidak bisa memilikinya kau hanya perlu merebutnya bukan ? "



" Siapa kau sebenarnya ? "



" hihihi .. bukankah itu prinsip kalian ? Kekuatan ada untuk menaklukkan yg lemah "



" ukh .. ugh .. "



" percuma saja melawan sihirku, dirimu yg sekarang tidak sebanding denganku "



Jeongin menarik Hyunjin ke ranjangnya lalu menindihnya dia mengunci kedua tangan Hyunjin di atas kepalanya, wajah dinginnya memberi smirk lalu menatap Hyunjin & mulai menciuminya kembali..



-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Fokus banget sampe lupa vote 😭 ..


Aku gak maksa sih, kalo suka ceritanya bolehlah kasih aku vote ..



Gomawo ..





Ayo vote sebelum ayen ngambek


🐼



__ADS_1


__ADS_2