Tower Of God

Tower Of God
Bala Bantuan


__ADS_3

Badai Petir menghilang dan tubuh Eden tinggal kerangka saja—sehingga Osasa sangat sedih melihatnya, belum lagi Puluhan Nie telah terbang ke arah selatan Peternakan, tempat Rohit dan yang lainnya kabur.


Dengan tertatih-tatih, Osasa menggendong tubuh Li Jian dan tiba-tiba ia melihat jari-jari tangan Laila masih bergerak—yang menandakan wanita dari Arab Saudi itu masih hidup.


“Laila... bangun! Ayo kita kabur!” seru Osasa, tetapi tak ada respon dari Laila yang dipenuhi luka-luka tersebut.


“Ada satu Manusia yang cukup tangguh, Jenderal!” kata bawahan Jenderal Sirte sembari menunjuk ke arah Osasa satu-satunya manusia yang masih bisa berdiri walaupun sedang terluka.


“Bunuh dia dan lanjutkan memindahkan tubuh mereka ke Balaine!” sahut Jenderal Sirte sudah bosan menonton pertunjukan yang membuatnya sedikit terhibur. “Ah, Pemimpin Suci pasti akan memarahiku karena banyak daging yang rusak serta hangus akibat pertunjukan kecil tadi ha-ha-ha .... ” Dia hendak pergi, tetapi ia segera menengadah menatap langit—karena ada Balaine tak dikenal yang mendekat ke arah Peternakan.


“Controller!”


Bonar muncul di udara dengan sayap Teofani yang membuatnya tampak seperti Malaikat bersayap putih dalam film fantasi, setelah ia merapalkan mantera tersebut; tiba-tiba seluruh benda-benda yang terbuat dari logam melayang di udara.


Puluhan Nie yang hendak menuju arah selatan Peternakan terpaksa berhenti dan mereka ingin menembak Bonar dengan senapan serbu, akan tetapi Senjata di tangan mereka malah terbang ke arah Bonar, membuat para Prajurit Lemurian tercengang.


“Dia adalah Manusia yang mencuri darah Rataka Yang Agung, berhati-hatilah!” teriak salah satu Prajurit Lemurian—mengenali wajah Bonar dari poster buronan yang diterbitkan oleh Polisi Lemurian dan bounty Bonar adalah Seratus Milyar Tael Emas—yang menjadikannya buronan termahal sepanjang masa.


Prajurit Lemurian langsung panik, mereka telah mengetahui kebrutalan Bonar dalam menghadapi Polisi Lemurian akhir-akhir ini—karena Polisi setempat melakukan live streaming ketika serangan dari Bonar terjadi.


“Trall... ada satu Manusia di belakang, kita akan menjadikannya sebagai sandera. Kalian lindungi aku saat aku menangkap Manusia itu!” seru salah satu Prajurit Lemurian sembari melirik Osasa.


“Baik, kami akan mengalihkan perhatiannya!” sahut Trall segera merapalkan mantera Sihir melawan Bonar.


Balaine yang dikemudikan oleh Lerenia mendarat di selatan Peternakan dan barulah Alex, Hinata, Asep, Sonia, dan Hayati keluar. Mereka ditugaskan oleh Bonar untuk mengevakuasi Manusia yang selamat ke dalam Balaine.

__ADS_1


Rohit telah bersiap-siap menembak ke arah Balaine dan ia terkejut sekaligus senang yang keluar dari sana ternyata Manusia dari Bumi juga.


“Cepat kemari!” seru Alex melambaikan tangan pada Rohit dan yang lainnya. “Apakah ada yang terluka?” tanyanya lagi mendekati mereka sembari bersiap-siap menembakkan Laser Api bila ada Prajurit Lemurian yang mendekat.


“Maaf hanya kami yang masih hidup, yang lainnya ....” Rohit langsung sedih—karena yakin Eden dan yang lainnya telah mati.


“Baiklah, cepat naik ke dalam Balaine, karena musuh yang lebih menakutkan akan segera tiba. Kita tak bisa berlama-lama di sini!” sahut Asep yang maksudnya adalah Pasukan khusus militer Lemurian Divisi Ke-13 yang dipimpin oleh Jenderal Randal.


Rohit memindahkan Aisyah, Maria dan Clarence ke dalam Balaine, kemudian Alex dan yang lainnya segera masuk lagi ke dalam Balaine. Lerenia kemudian menerbangkan Balaine di ketinggian seratus kaki.


Aisyah bersembunyi di belakang Clarence—karena takut melihat Sonia yang memiliki tanduk di kepalanya sebab ia adalah Ras Succubus.


Rohit, Maria dan Clarence juga heran mengapa ada Ras selain Manusia di Balaine ini, tetapi mereka tidak berani bertanya karena mereka telah diselamatkan dan sangat tidak sopan bila menanyakan privasinya.


“Dia adalah Bos kita di sini dan jangan khawatir, kekuatannya mungkin setara dengan Lemurian yang paling kuat, bahkan mungkin setara dengan Pemimpin Suci mereka!” sahut Asep dengan seulas senyum cerah.


Rohit dan yang lainnya terkejut mendengarnya, ucapan Asep seperti hiperbola saja. Namun, yang mereka heran kan adalah kru Balaine ini tetap bersikap tenang dan membiarkan Bos mereka yang mengatasi masalah di luar.


“Ikut kami ke ruang kontrol, di sana kita bisa berkomunikasi dengan Bos Bonar melalui Lerenia; Lemurian wanita yang menjadi Pilot kita!” kata Asep lagi.


Clarence dan Maria saling berpandangan, kru Balaine ini benar-benar sangat aneh, multi Ras. Apakah Bonar akan mengembangkan Pasukan antar Galaxi, itulah yang ada dibenak mereka saat ini.


“Kami telah menyelamatkan empat Manusia, satu Pria Dewasa, satu gadis kecil dan dua wanita dewasa,” kata Lerenia berkomunikasi dengan Bonar melalui audio yang hanya terhubung ke Balaine mereka saja—sehingga komunikasi mereka tidak bisa diretas pihak Militer Lemurian.


“Tunggu sebentar, masih ada satu orang lagi yang masih hidup!” sahut Bonar langsung menutup komunikasi mereka—karena Lerenia pasti akan memarahinya sebab Divisi ke-13 telah membuntuti mereka sejak dari tanah terlarang.

__ADS_1


Prajurit Lemurian yang akan menjadikan Osasa sebagai sandera tiba-tiba berhenti berlari, karena kakinya dililit oleh gumpalan pasir.


“Trall segera kabur ke tembok!” teriak Prajurit Lemurian itu—tetapi sebelum Trall dan rekan-rekannya kabur, tiba-tiba Senapan-Senapan serbu yang melayang di udara memuntahkan Peluru bermaterial Nuklir yang membuat mereka tewas seketika.


Bonar segera terbang mendekati Osasa yang masih menangis—karena sedih rekan-rekan yang lain tewas.


“Wangun!”


Bonar merapalkan mantera Sihir yang mengubah semua logam yang melayang disekitarnya menjadi piringan besi yang sangat lebar agar bisa menjadi tempat duduk Osasa, dan Li Jian yang pingsan di gendongan Osasa.


“Cepat naik, mereka pasti sangat marah oleh ulahku ini!” seru Bonar sembari menatap Jenderal Sirte yang menatap tajam ke arahnya.


“Baik-baik... tetapi Laila, wanita itu masih hidup!” sahut Osasa yang telah diterbangkan oleh Bonar melalui Sihir Controller menuju Balaine.


Bonar menatap Laila yang terbaring di tanah dan dipenuhi luka-luka berat. Namun, sayap kupu-kupu di punggungnya masih ada, dan Bonar segera menggendongnya. Namun, tiba-tiba dari langit jatuh Meteoroid yang sangat besar, lebih besar dari Balaine.


“Radar bahaya muncul di Layar Virtual Balaine, sehingga Lerenia langsung menerbangkan Balaine menjauh dari Peternakan.


Osasa yang baru saja memasuki Balaine langsung terjungkal, begitu juga dengan Alex yang membukakan salah satu pintu.


“Woi, Lemurian kampret! Apakah kamu ingin membunuh ....” Alex yang sedang memaki-maki Lerenia langsung tercengang—melihat satu meter dari Balaine muncul Meteoroid yang nyaris menghantam Balaine. “Sial! Itu sangat mengerikan, apakah ini Sihir juga?” Alex berkeringat dingin.


“Itu Sihir dari Jenderal Sirte!” sahut Osasa.


Alex menggertakkan giginya dan ia takut Bonar tak sanggup menangkis Meteoroid itu, sehingga ia membuka kacamata hitamnya—kemudian menggunakan Laser Api mencoba membelah Meteoroid itu.

__ADS_1


__ADS_2