
“Ha-ha-ha... Bos Bonar sudah melakukan kekacauan tanpa menunggu kita lebih dulu. Aku tak boleh ketinggalan juga,” kata Alex setelah Skiff yang dipiloti Sili mendarat di tempat aman yang tak jauh dari markas militer Bangsa Lemurian. “Rohit, bawakan aku ke garis depan. Aku akan membakar para makhluk terkutuk itu!”
Rohit tersenyum dan menenteng senapan serbu, kemudian merangkul tangan Alex. “Pegangan yang erat, jangan sampai kau terpental!”
“Hei, hei! Jangan tinggalkan aku, dong!” Li Jian melompat ke punggung Rohit.
“Aku bukan alat transportasi!” gerutu Rohit dengan terpaksa membawa keduanya di garis depan medan perang. “The Flash!”
Setelah ia merapalkan mantera Sihir, ketiganya langsung menghilang—meninggalkan yang lainnya.
Hinata Ozawa tak mau ketinggalan dan merapalkan mantera Sihir, “Inazuma No Suteppu!” Yang membuatnya bergerak sangat cepat, walaupun tak secepat Rohit.
__ADS_1
“Ya, kita berjalan santai saja, karena kita hanya kelompok pendukung dari belakang!” kata Asep dengan senyum lebar.
“Tidak, kita harus bergerak cepat juga, karena Pasukan Revolusioner bangsa Bunian mungkin sudah banyak yang terluka!” sela Clarence.
Asep mengangguk pelan, setuju dengan ucapan Clarence—kemudian mereka mempercepat langkah, sedangkan Sili kembali mengudara untuk melakukan serangan dengan menembakkan rudal ke arah markas militer Bangsa Lemurian.
Puluhan ribu Nie atau sepeda motor terbang tiba-tiba berhamburan dari markas militer bangsa Lemurian dan langsung melakukan rentetan tembakan ke arah Pasukan Revolusioner.
Bonar yang berada paling depan segera merapalkan mantera Sihir, “Controller!”
Layar Virtual mereka kemudian memunculkan pesan dari Lori—tangan kanan Jenderal Randall, yang memerintahkan mereka menghancurkan Nie masing-masing dengan Sihir mereka—agar Bonar tak menggunakan Nie itu untuk melakukan serangan balik.
__ADS_1
Bonar tersenyum karena tak menyangka Prajurit Lemurian akan melakukan hal itu. Namun, ia masih bisa menggunakan Sihir Wangui untuk mengubah Nie yang dihancurkan itu menjadi Puluhan ribu Tombak.
“Bonar sangat hebat sekali, dia menggunakan berbagai jenis Sihir tanpa takut akan kelelahan akibat terlalu banyak menguras energinya!” gumam Ratu Lamura dari ruang kendali Robot Humanoid.
Dia tak ingin hanya menjadi pelengkap saja, dia memimpin Robot-Robot Humanoid lainnya menuju ke arah tim tujuh, Divisi ke-13 militer bangsa Lemurian yang menggunakan Sihir Angin Tornado ke arah mereka. Namun, berkat Tameng Hefaistos yang mampu memantulkan Sihir, mereka berhasil merangsek maju mendekati tim tujuh.
Bonar yang melayang seratus meter dari permukaan tanah—segera menggerakkan puluhan ribu tombak ke arah Prajurit Lemurian yang langsung melakukan serangan balasan dengan Sihir mereka.
Sebagian Prajurit Lemurian mampu menangkis tombak tersebut, tetapi sebagian kecil—Sihir mereka tak bisa menangkisnya, sehingga korban jiwa dari Prajurit Lemurian tak terelakkan.
Serangan Sihir juga hampir mengenai Bonar, tetapi Ratusan Tameng Hefaistos berjejer mengelilinginya—sehingga tak ada Sihir yang mengenainya.
__ADS_1
Puluhan pesan muncul ke Layar Virtual dari Jenderal Randall, keningnya mengkerut membaca pesan-pesan itu.
“Lemurian tua sialan itu, hanya bisa mengeluh saja!” umpatnya—karena anggota Dewan Parlemen Lemurian memarahinya akibat banyaknya korban jiwa yang berjatuhan di pihak militer bangsa Lemurian—padahal selama ini militer bangsa Lemurian selalu menaklukkan Planet lain dengan korban jiwa sangat sedikit. Namun, Perang kali ini sangat berbeda, apalagi anggota Dewan Parlemen Lemurian tak melihat Perwira tinggi militer terlibat dalam Perang tersebut dalam tayangan live streaming.