
Sebuah pedang panjang terbuat dari sihir air tepat berada di belakang leher seseorang.
SYUUUUUTT Krkk...
" Hei .. coba ceritakan padaku sebenarnya siapa dirimu ? "
Nada dingin yang keluar dari mulutnya seakan mampu membekukan daerah sekitar, angin berhembus menyapa surai berwarna biru itu.
Pria itu tidak bergerak dia hanya terus menundukkan kepalanya.
" seseorang yang baru melihat penjaga negeri ini akan merasa sangat takut, tapi aku melihatmu bereaksi biasa saja. Ini hanya dugaanku bahwa kau pernah melihatnya "
Pemuda itupun kemudian berbalik perlahan. Lalu menatap mata sang raja ekspresi wajahnya kini mendingin.
Diapun membuang nafas panjang ..
" Bukankah dari awal kau sudah tahu bahwa aku bukanlah budak biasa ? "
" aku tahu, tapi dugaanku saat itu kau adalah seorang mata - mata yang dikirim musuh "
" yah .. bukan salahmu jika punya pemikiran seperti itu, kenyataannya kan memang mencurigakan "
Raja terdiam tetapi dia tidak menurunkan sikap siaganya sedikitpun.
" baiklah aku menyerah .. tidak mudah membodohi Raja yang satu ini, jika saja kau berpura2 tetap diam mungkin saja aku yang menyerangmu.. "
Ujung pedang itu menekan leher dari pemuda berambut biru muda, darah segar tampak mulai menetes dari leher putihnya.
" hei yang mulia .. mau ku ceritakan kisah yang sedikit menarik, ah mungkin akan membosankan pada orang2 di era ini "
" dahulu kala setelah dewa menciptakan dunia ini dan menara dewa perjanjian 4 Ras berlaku, Manusia, Vampire, Penyihir, dan Werewolf bersatu di atas sebuah perjanjian darah untuk menjaga menara dewa & perdamaian "
" aku tahu cerita itu, bahkan buku tentang itu ada di perpustakaan kerajaan .. kau tak perlu menceritakannya kembali, jika kau jujur siapa kau sebenarnya mungkin aku tidak akan membunuhmu "
Pemuda berambut biru itupun tersenyum.
" kau tidak akan bisa membunuhku baginda .. "
Mendengar hal itu Raja marah dan semakin menekan pedangnya hingga sedikit lebih dalam darah mulai semakin deras keluar.
Pria itu kemudian menunjuk kalung yang di pakai sang Raja, kalung yang nampak bercahaya mengeluarkan cahaya biru itu.
" Jika kau membunuhku, Kalung itu akan menyembuhkanku segera "
" apa kau punya hubungan dengan kalung ini ? "
" Water Stone .. milik menara dewa & milik bangsa Werewolf "
" A-apa kau bilang ? "
" orang - orang dari kerajaan kalianlah yang membantai habis suku Werewolf dari dunia ini, ahh ya .. manusia memang punya sifat serakah .. "
" Kau mungkin tidak tahu bahwa pusaka kerajaanmu adalah hasil dari merampas milik orang lain, berapa banyak jiwa dan darah yg di korbankan hanya untuk sebuah kekuatan "
" haahhh .. rasanya aku masih bisa mendengar suara jeritan mereka "
" apa kau salah satu dari mereka yg tersisa ? "
" entahlah .. menurutmu apakah aku terlihat seperti mereka ? "
" hmm .. auramu sedikit mirip, t-tunggu !! .. tidak kau berbeda dengan mereka "
Jeongin tersenyum lalu tangannya sekali lagi mengarah ke arah sang Raja. Kalung itu terlepas dari lehernya.
" bahkan jika aku mau aku bisa dengan mudah mendapatkannya .. "
ssriinggg ...
Cahaya semakin kuat keluar, kini keadaan jadi berbalik. Hyunjin mulai merasa sesak di dadanya.
" Ugh ... kh ... !! "
Pedang biru tadi menghilang, kini dia duduk bersimpuh meremas dadanya yang semakin sakit.
" kau lihat sendiri kan .. Water Stone tidak menolakku bahkan dia langsung mematuhiku saat aku memberi perintah tanpa mantra padanya "
" khh .. akhhh ... "
" J-jadi .. K-k..au .. "
BRUGH ..
Diapun berjalan mendekati Raja yang sudah pingsan itu.
" efek sampingnya mulai bekerja yaa .. jika manusia biasa menggunakkannya dengan berlebihan, sekalipun dia seorang pemilik sementara itu bisa saja sangat fatal "
" Water Stone berbeda dari 3 Stone lainnya .. Kau pasti tahu itu kan ? "
Kini matanya menatap tajam ke arah pepohonan yang rimbun, wajahnya terlihat sangat marah.
Sesosok pria dengan tudung hitam muncul di balik pohon2 besar.
Sihir air nampak langsung menyergap tubuhnya membuat pria misterius itu tidak bergerak.
__ADS_1
Jeongin mengangkat tubuh Hyunjin dalam gendongannya.
" G-Guardi..an .. w-a..ter .. ssto..ne .. yang .. mu..lia ma..a..sih me..nunggumu .. un..tuk berga..bung .. de..ngan ka..mi, ha..rap i-ikut .. dengan sa..ya "
Ucapan pria misterius itu nampak terputus2 karena sihir air yang terus menerus menjeratnya.
" sudah ku bilang .. aku tidak tertarik memenuhi undangannya .. dan jangan muncul lagi di hadapanku "
Sihir air itu menguat .. berubah menjadi gelembung air yang mebungkus pria berbaju hitam tadi menenggelamkannya lalu sedetik kemudian gelembung itu pecah & hanya menyisakan darah dari pria tadi.
" seharusnya jika berniat mencariku kau harus datang sendiri padaku bukan mengirimkan boneka manusia .. ternyata kau begitu pengecut untuk menghadapiku "
" Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya lagi .. " gumamnya kemudian.
Diapun berjalan menuju istana menggendong Raja di lengannya.
#####
Pagipun menjelang, sinar matahari yang masuk melalui jendela sukses membuat orang yang tengah tertidur merasa terganggu, diapun mengerutkan dahinya. Perlahan dia pun membuka matanya.
" Selamat pagi yang mulia .. " . Sapa suara seseorang yang sudah tepat berada di depan wajahnya
Dengan senyum lebar dan mata yg menghilang itupun sukses membuat, Hyunjin membuka lebar matanya.
" YAAAAA .. sejak kapan kau disini ? "
" Sejak 5 hari lalu .. "
" hah .. aku pingsan slama 5 hari ? "
Dia nampak memegangi jidatnya yang terasa pening.
" Hahhhh .. aku tidak punya tenaga bahkan untuk marah padamu, tubuhku terasa berat dan sulit bergerak, ah ya disini kami menyebut Water Stone dengan nama Crystal Blue "
" hee .. nama lain ya .. tidak buruk juga mereka yg haus kekuatan sudah sangat familiar dg nama Water Stone, nama lain jg bisa di gunakan demi melindungi batu itu hmm "
" sekarang sudah hampir tengah hari, aku harus kembali bekerja, tugas2 ku pasti sudah sangat menggunung "
Diapun cepat2 bangkit dari tempat tidur namun tubuhnya linglung sebelum jatuh ke lantai, Jeongin yg daritadi di sebelahnya reflek menangkapnya.
GREPP ...
" sudah ku bilang kan efek sampingnya masih ada, kau harus hati2 bisa - bisa kejang ototnya lebih parah "
Nyeri mulai terasa, semua badannya terasa sakit hingga gemetar.
" Energi Water Stone memang besar, meski dia mudah di kendalikan, menggunakannya terus - menerus bisa sangat merusak tubuh, kau sudah tau itu tapi nekat menggunakannya terus menerus "
" berisik ..!! Jangan menceramahiku sialan .. "
Hyunjin nampak merasa kesakitan.. nafasnya pun terengah2..
" water Stone hebat dalam menghancurkan tapi dia lemah dalam menyembuhkan, dia butuh mengkonsumsi energi lebih banyak membuat penggunanya pulih dlm waktu singkat namun itu berefek jangka panjang "
" jika kau sudah selesai ceramah aku akan pergi "
Raja berusaha berdiri dengan susah payah, namun pinggangnya masih kuat di rangkul Jeongin.
" Aku bisa menyembuhkanmu, tapi mungkin caraku tidak akan kau sukai .. "
" aku tidak peduli cara apapun yg kau gunakan jika bisa mengurangi efeknya meski sedikit saja aku akan sangat bersyukur .. "
" Baiklah kau sudah setuju .. "
Jeongin bangkit dari posisi duduknya sekarang posisinya sudah sejajar dg Hyunjin, meski tinggi mereka hanya beda beberapa Cm saja. Jari2 lentiknya meraih belakang kepala Hyunjin dan ..
CUP ..
Sepersekian detik hingga Hyunjin benar2 sadar bahwa dirinya sedang dicium oleh pria berambut biru di depannya.
Tangannya ingin memberontak namun langsung di kunci olehnya, diapun mendorong Hyunjin jatuh ke kasur dan menindihnya mengunci kedua tangannya di atas kepala.
Hyunjin bungkam mulutnya rapat, jeongin nampak kesal lalu dia menggigit bibir pink itu hingga mulutnya terbuka karna kaget, memanfaatkan kesempatan itu diapun memasukkan lidahnya, menautkannya di dalam sana dan bertukar saliva, membuat seseorang yang tengah berada di bawahnya tidak sengaja tersedak.
" ugh ..uhuk ... mmmh .. "
__ADS_1
Jeongin tidak peduli dengan suara batuk yg dia dengar hanya suara desahan saja di akhir.
Dia terus mengecupnya lebih dalam, ********** bergantian..
Bibir Hyunjin kini terasa bengkak karna terus di hisap & di *****, Dia baru mengetahui bahwa ternyata budak yang satu itu sangat pandai mencium seseorang.
Perlahan kesadarannya mulai di ambil oleh kecupan panas itu, nafasnya mulai memburu cukup lama hingga akhirnya Hyunjin pasrah dengan seorang yang lebih dominan darinya.
TOK .. TOK .. TOK ...
" Yang mulia apakah anda sudah bangun ? "
Tanya seseorang dari sebrang pintu, seakan tuli Hyunjin tidak bergeming sama sekali.
" Yang mulia aku akan masuk ke dalam "
Hyunjin reflek mendorong Jeongin menjauh, dia sontak menghentikan kegiatannya.
" ahh .. dasar pengganggu .. "
Umpat Jeongin yang mau tidak mau melepaskan tautannya.
Benang2 saliva tercipta saat dia menarik bibirnya menjauh, luka di bibir Hyunjin terlihat berdarah.
Diapun mengusap darah itu perlahan lalu menjilatnya.
" transfer energi selesai yang mulia .. "
Diapun tersenyum dengan liciknya
" yang mulia kenapa wajahmu jadi semerah tomat, ahh lucunya .. "
" yang mulia, kita harus rapat ada laporan menda- .. hei apa yg kau lakukan di kamar yang mulia ? "
Tanya Jackson kaget mendapati jeongin ada di kamar Hyunjin pagi ini.
" tentu saja aku disini untuk menye- .. "
Seketika mulutnya langsung di bungkam oleh tangan Hyunjin yang sudah tidak lagi di tahan.
" aku akan ke ruang kerjaku sekarang Jackson .. "
Diapun bergegas turun dari ranjangnya dan menyusul Jackson.
" Jeongin ah .. A-apa sihirmu memang seperti itu ? " . Tanya Hyunjin sebelum benar2 pergi suaranya nyaris tidak terdengar.
" hmm .. yah memang seperti itu hmm .. aku perlu menci-.. "
" cukup jangan di lanjutkan, Kau berbahaya !!! .. "
Diapun bergegas pergi dengan wajah yang masih memerah parah.
Dia menyusul Jackson dengan langkah yg terburu2.
" Yang mulia apa anda masih demam ? Kalau anda masih sakit aku yang akan menggantikan anda pada rapat nanti "
" Tidak Jackson aku baik2 saja "
" tapi bukankah bibirmu terluka ? Apa karna efek sampingnya kau jadi menggigit bibirmu "
" bukan .. dan abaikan saja .. "
" T-tapi itu terlihat bengkak yang mul- .. "
" KU BILANG ABAIKAN SAJA !!! "
" umh .. baiklah .. "
" ah ya .. tolong siapkan es untuk kompres & bawa ke ruanganku "
" Baik yg mulia "
Merekapun berjalan di koridor dengan keheningan & kebingungan Jackson.. hingga tiba di ruang kerja
Aku buat Karakter I.N sedikit agresif & berani, sedangkan Hyunjin sedikit dingin & polos ..
menukar kepribadan mereka adalah hal yang slalu ingin ku coba .. 😊
-Shin Sara_
########
__ADS_1