Tower Of God

Tower Of God
Menuju Planet CC-077


__ADS_3

Balaine langsung terbang dengan kecepatan cahaya menuju arah sebaliknya dari arah kedatangan Balaine Divisi ke-13 Militer Khusus Bangsa Lemurian.


Hayati membawa Laila ke ruang medis di Balaine, sedangkan Bonar segera menuju ruang kontrol dan berkenalan dengan kru barunya. Dia sangat sedih karena hanya dapat menyelamatkan Tujuh Manusia saja dari Jutaan orang yang dulunya tinggal di sana sebelum Bangsa Lemurian memutuskan mengeksekusi mereka.


“Kita tak memiliki tempat pelarian lagi karena Pangkalan Militer dari berbagai sisi di Dunia ini telah mengerahkan Balaine serta Skiif mereka mengejar kita,” kata Lerenia sembari menatap Bonar dengan ekspresi wajah datar. “Oh, ya... kita juga membutuhkan seorang mekanik Balaine, apakah diantara kalian ada seorang mekanik?” tanyanya lagi.


“Kalau membual sih, aku ahlinya, tetapi urusan kerjaan aku hanya ahli menjadi mandor saja!” sahut Bonar duduk di sebelahnya—sehingga Lerenia mengerutkan keningnya dan ingin menampar mulutnya. Namun, keinginan itu segera ia tahan karena hanya Bonar satu-satunya pelindungnya agar tidak dihukum mati oleh Polisi Lemurian—karena bounty buronannya kini termahal kedua sepanjang sejarah dan setingkat dibawah Bonar saja.

__ADS_1


Semua orang kemudian menatap Rohit karena biasanya orang-orang India yang merantau ke mancanegara sangat hebat dalam ilmu teknologi, tetapi Rohit menggelengkan kepala.


“Bukankah Jerman lebih maju teknologinya?” Rohit menatap Alex yang juga menggelengkan kepala. “Aku hanya jago melatih otot agar terlihat seperti binaragawan!” canda Alex.


Kini laki-laki yang belum ditanyakan hanya Asep saja yang langsung tersenyum menatap mereka, karena ia tahu mereka ingin bertanya pada dirinya. Namun, ia langsung berkata, “Aku jago menggoreng tempe atau Nasi liwet saja, mungkin sesekali memasak karedok juga oke sih!”


“Umm... aku ingat ada Planet CC-077 tak jauh dari Planet Lemurian ini, menurut data yang tertera di Layar Virtual; hanya butuh satu minggu saja ke sana,” kata Lerenia tersenyum cerah.

__ADS_1


“Bukannya penghuni Planet itu telah dimusnahkan oleh bangsa kalian atau memperbudaknya?” Apalagi Planet itu cukup dekat dengan Planet Lemurian—makanya Bonar terkejut mendengar ucapan Lerenia.


“Ya, biasanya Bangsa Lemurian akan menghabisi semua makhluk hidup setiap menginjakkan kaki ke suatu Planet yang berpenghuni, tetapi Planet yang satu ini dihuni oleh Ras Bunian—Ras dengan tubuh pendek dan mungil seperti anak kecil. Namun, teknologi mereka sangat canggih dan mereka bahkan melakukan perlawanan sengit ketika Bangsa Lemurian menginvasi Dunia mereka. Robot tempur, drone serta teknologi Militer mereka mampu membuat Prajurit Lemurian kewalahan, tetapi sama seperti Planet lainnya—di minggu ketiga mereka pun tumbang juga, tidak seperti Bumi yang hanya mampu melakukan perlawanan selama Dua hari saja.”


Bonar sangat terkesan mendengar penjelasan dari Lerenia dan berpikir tak ada ruginya ia menjadikannya sebagai kru-nya, karena informasi yang ia berikan sangat berharga sekali dan tak akan mudah didapatkan bila ia hanya mengajak Manusia saja sebagai anggota kru-nya.


“Baiklah, kita ke sana saja dan mencari sisa-sisa Ras Bunian!” sahut Bonar yang sebenarnya tak memiliki stategi lain—selain menunggu masukan dari Lerenia.

__ADS_1


Namun, Lerenia mengerutkan keningnya saat melihat di radar Layar Virtual yang menunjukkan sebuah Skiif telah membuntuti mereka sejak tadi.


__ADS_2