Tower Of God

Tower Of God
Markas Pasukan Revolusioner


__ADS_3

Ratu Lamura sangat senang mendengar kedatangan Ras Manusia tersebut dan langsung membatalkan rapat dengan penasihat militer.


“Mari kita sambut mereka, panggil juga para Komandan Pasukan Revolusioner dari tempat lain. Katakan pada mereka, bahwa penyerbuan ke ibukota akan dilakukan sesegera mungkin!” seru Ratu Lamura pada penasihat militer.


“Baik Yang Mulia Ratu!” sahut penasihat militer meletakkan tangan kanannya di dada dan menundukkan sedikit wajahnya.


Ratu Lamura segera berkaca dan dengan tergesa-gesa merapikan pakaiannya, sehingga Jojo tersenyum melihat tingkahnya yang biasanya tak peduli dengan penampilannya karena fokus dalam mengerjakan tugasnya sebagai Kepala Negara Bangsa Bunian.


“Apakah aku kelihatan cantik, Jojo?” kata Ratu Lamura merasa penampilannya masih kurang rapi.


Jojo menggelengkan kepala dan berkata, “Anda selalu cantik Yang Mulia Ratu... jangan terlalu lama di depan kaca itu, nanti mereka malah menunggu kita terlalu lama!”

__ADS_1


“Ya, ya... aku akan berangkat segera!” sahut Ratu Lamura berjalan di sebelah Jojo dan Selusin Pasukan Revolusioner mengikutinya dari belakang dengan Senapan serbu di tangan mereka.


...***...


Aluaso membawa Bonar dan krunya memasuki ruang bawah tanah yang sangat luas dan lebar dan di sana berjejer berbagai macam Robot Humanoid serta ribuan mekanik Bunian sedang bekerja memperbaiki Robot Humanoid tersebut.


Bonar tercengang melihatnya, ia merasa seperti melihat film Sci-fi saja dan bingung bagaimana Bunian yang bertubuh mungil membuat tempat yang sangat luas di perut gunung Batu tersebut.


Suara wanita dewasa terdengar dari arah kanan rombongan Bonar dan mereka langsung menoleh ke sumber suara itu, kemudian Aluaso dan bawahannya segera bertekuk lutut sembari menaruh tangan kanan mereka di dada.


“Yang Mulia Ratu!” sapa Aluaso.

__ADS_1


Bonar juga segera meletakkan tangan kanannya di dada untuk menunjukkan rasa hormat, walaupun ia tidak bertekuk lutut seperti Aluaso.


“Senang bertemu Anda, Yang Mulia Ratu Bunian... aku adalah Bonar perwakilan dari Ras Manusia!” sapa Bonar.


Ratu Lamura tersenyum hangat walaupun ia sempat kaget karena ada Ras Lemurian yang datang bersama Bonar, begitu juga dengan Ras Succubus. Namun, ia tidak bertanya kenapa ada dua Ras asing itu bersama mereka—karena itu tidak sopan sekali, lagi pula Bonar sudah menunjukkan bahwa mereka sangat membenci Bangsa Lemurian dengan bertarung melawan Prajurit Lemurian di lembah Raspur.


“Senang bertemu dengan Anda, tuan Bonar. Tidak perlu bersikap formal begitu, lebih baik bersikap seperti biasanya saja—karena kita adalah mitra yang akan menghancurkan Bangsa Lemurian ha-ha-ha ....” Ratu Lamura justru merasa, dirinya lah yang seharusnya bersikap hormat pada Bonar—karena ia memiliki Sihir yang hebat seperti Bangsa Lemurian yang meluluh lantakan negerinya. “Oh ya, Komandan Aluaso silahkan beristirahat. Tamu-tamu dari Bumi ini biarkan aku saja yang menemani mereka!”


“Baik Yang Mulia Ratu!” sahut Aluaso. “Tuan Bonar, kami undur diri lebih dulu. Sampai jumpa lagi!” Dia meletakkan tangan kanannya di dada serta menundukkan sedikit wajahnya untuk menunjukkan rasa hormat.


“Tentu saja, aku tak sabar Anda akan menunggangi Robot besar itu!” sahut Bonar sembari menunjuk Robot Humanoid yang sedang di servis oleh mekanik Ras Bunian.

__ADS_1


“Ini hanya Robot Humanoid peninggalan masa lalu Bangsa Bunian atau bisa disebut teknologi lama lah dan berkali-kali ikut dalam pertempuran melawan Prajurit Lemurian. Namun, kini hanya tinggal Ratusan saja dan sebagian terpaksa dipreteli onderdil-nya untuk dipasangkan pada Robot Humanoid yang masih layak digunakan!” sahut Ratu Lamura sembari berjalan ke arah para mekanik yang sedang sibuk bekerja dan Bonar serta krunya pun mengikutinya—serta mendengar cerita Ratu Lamura tentang sejarah Bangsa Bunian.


__ADS_2