
Angin berhembus menerbangkan dedaunan pohon, udara sejuk merasuk dalam paru2 memberi ketenangan di tengah bencana ..
Seorang bersurai biru duduk di sisi sebelah pohon, senyumnya yang lebar terlihat mempesona dia tertawa dengan hewan kecil yang berlarian di sekelilingnya ..
Dari arah yang berlawanan seseorang datang, jubah merah nya tersibak rambut blonde sebahunya pun nampak berkilauan terkena cahaya matahari.
" kau terlihat bahagia dengan anak anjing itu .. "
" ya .. dia sangat lucu, saat aku bermain dengannya dia terlihat mirip denganmu "
" hah .. apa maksudmu ? Kau menyamaiku dengan anak anjing itu ? "
" Kkami .. namanya .. aku tidak menyamakanmu, ku bilang kau terlihat mirip yg ku maksud adalah sifatmu "
Hyunjin yg sendari tadi berdiri mulai mendekati jeongin dan bersandar di pohon yg sama.
" kkami itu galak dan dingin pada smua orang, tetapi jika dia sudah mengenalnya kkami sedikit jinak .. ku pikir awalnya Yang Mulia juga seperti itu .. kau dingin & kejam pada siapapun tetapi kau bersikap hangat pada bawahanmu yg slalu mengikutimu kemanapun .. "
" ahh .. jackson, aku sudah mengenalnya sejak kecil dia adalah orang yg ku percayai .. "
" itu yg ku pikirkan tentang anda yang mulia .. "
Jeongin terdiam tangannya mengelus2 pelan bulu kkami yg berwarna hitam putih itu.
" hei .. apa aku boleh minta pendapatmu tentang suatu hal ? "
" apa pendapat budak bisa berguna Yang Mulia ? "
Jeongin menoleh ke arah Hyunjin yg terlihat kesal mendengar jawabannya, dia pun lalu tersenyum.
" slama itu bukan masa lalu ku, kau boleh bertanya apapun padaku Yang Mulia .. "
Hyunjin nampak menghela nafas berat ..
" mungkin kau sudah dengar kasus yg menimpa rakyatku akhir2 ini bukan .. sampai saat ini aku masih belum bisa menyelesaikannya, aku memikirkan banyak cara & mencobanya tetapi belum ada yg berhasil, apa menurutmu ini bencana biasa ? Atau memang ada suatu penyakit yg baru muncul dan belum di temukan penawar nya di jaman ini "
" hmm .. apa Yang mulia pikir ini hanya bencana biasa ? Jika itu adalah suatu penyakit seharusnya itu sudah muncul dari jauh2 hari sebelum ada laporan korban pertama seharusnya gejalanya sudah ada .. "
" namun saksi tidak menemukan gejala apapun, sampai jatuhnya korban pertama .. "
" yang mulia bukankah ada pengecekkan berkala kondisi masyarakat setiap minggunya ? "
" yaa .. petugas disana selalu mencatat data kesehatan masyarakat tanpa terkecuali satu orangpun, slain itu petugas disana slalu rutin mengecek sumber2 air setiap harinya bahkan sebelum kabut itu ada .. "
" bagaimana jika saya bilang penyebabnya adalah satu orang .. "
" apa maksudmu ? Yang terinfeksi itu hampir sebagian wilayah .. tunggu .. apakah itu mahluk sihir ? "
" bisa di bilang dia juga salah satu mahluk dari menara, tetapi sedikit berbeda karna mahluk ini mengambil tubuh manusia sebagai inangnya dan menginfeksi manusia lainnya "
" apa mahluk itu menginfeksi melalui kontak pertama kali ? "
" tidak .. mahluk itu menginfeksi lewat udara .. "
Mendengar hal itu Hyunjin membelalakan matanya..
" apa mungkin .. - "
" iya .. ada kemungkinan pasukanmu yg berjaga disana juga sudah terinfeksi, mulai sekarang jangan biarkan mereka masuk istana dan melapor "
" tapi mungkin Jackson sudah menerima laporan dari salah satu ketua pasukan yg bertugas disana .. "
" kalau begitu kita harus bertindak cepat .. "
" tunggu .. apa kau bisa melihat mahluk itu ? Kenapa kau bisa yakin bahwa ini di sebabkan oleh mahluk dari menara ? "
" ini adalah siklus dari masa lalu, di beberapa waktu tertentu menara akan mengambil beberapa energi dari mahluk yg hidup di sekitarnya untuk dirinya sendiri .. "
" sayangnya ini diluar kendali, seharusnya energi yg di ambil dari para korban bencana alam sudah cukup untuk menara tetapi mahluk sihir itu malah tidak lenyap dan tetap ada itu artinya dari awal mahluk itu memang sudah ada disana, dia menginfeksi manusia & mengambil energinya untuk memperbanyak inang agar dia bisa terus hidup dan berkembang biak tanpa harus kembali ke menara "
" jadi satu orang yg kau maksud adalah inang yg di rasuki mahluk itu ? "
" Manticore mahluk yg licik, karna manusia biasa bahkan penjaga stone sekalipun tidak akan menyadari keberadaannya .. "
" jika dia hanya ada satu akan sedikit sulit mencarinya di antara penduduk wilayah Timur & Barat, terlebih jika dia sudah berbaur dengan manusia2 itu di penampungan .. "
Jeongin kini bergeser ke arah Hyunjin yg duduk bersandar tepat di belakangnya, tangan putihnya terulur menyentuh pipi Hyunjin lalu menatapnya.
" Hyung .. aku bisa membantumu jika kau memenuhi satu syarat dariku .. "
Hyunjin terdiam, mata mereka saling menatap satu sama lain ..
" Aku bisa menemukan manticore untukmu & membunuhnya bila itu perintahmu .. tapi itu jika kau menerina satu syaratku .. "
Jeongin nampak mendekatkan dirinya, semakin dekat hingga wajah mereka hanya berjarak 5 cm. Dari jarak sedekat itu mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.
" B-Baiklah .. aku tau syarat darimu .. besok kita akan berangkat ke wilayah Timur .. "
Hyunjin mendorong keras tubuh Jeongin membuat tubuhnya jatuh terduduk ke belakang, dia menundukkan kepalanya.
" aku belum mengatakan syaratku bukan .. "
" Aku tau .. jika wabah ini bisa berakhir seperti yg kamu katakan tadi kau boleh mengambil kembali Crystall Blue dariku .. "
" A-apa .. Bu- ... "
" ah ya .. sebelumnya aku ingin minta maaf atas kesalahan bangsaku di masa lalu pada Ras Werewolf .. sebagai gantinya kau boleh mengambil milikmu kembali .. "
Hyunjin melangkah pergi meninggalkan Jeongin yang terdiam di belakangnya .. mata birunya menatap sendu ke arah punggung Hyunjin yg mulai menjauh ..
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
-
-
♥️
SRAKKK ....
" Lapor yang mulia kami sudah menemukan target yang mencurigakan di pos penampungan 3 .. target tersebut merupakan seorang ibu2 dengan seorang balita yg sedang di gendong nya "
Hyunjin berjalan ke arah pasukan pemantau dia melihat situasi di pos 3 tersebut melalui sihir air.
Terlihat seorang wanita paruh baya yg memaksa menerobos masuk barikade pasukan dan hendak menyerang seorang diri. Perempuan itu nampak menggila dengan hidung yg berdarah2.
" Yang mulia apa perintah anda ? "
" jangan menyerangnya Jackson, ada yg aneh .. "
" B-baginda warga yg ada di pos 1 & 2 kini berjalan ke arah kita baginda, mereka sudah terinfeksi dan mereka tidak mau mendengarkan perintah "
" Jackson tolong kau amankan pos 4 & 5 bawa regu penyihir kesana dan buat segel pelindung di area itu "
" baik yang mulia .. "
" Yang mulia, mereka yg terinfeksi oleh manticore tidak bisa di selamatkan lagi .. "
" Baiklah kalau begitu tembak semua warga yang mendekat .. "
Mata elangnya fokus dengan regu pasukan di baris depan.
" anak kecil .. "
" YANG MULIAA DIA .."
Secepat kilat Hyunjin berlari sebelum aba2 tembakan di lepaskan, dia merampas seorang anak kecil yg di gendong oleh korban terinfeksi.
" beruntung aku tepat waktu "
Dia berhasil menyelamatkan anak itu dan membawanya ke tempat aman di pinggir danau.
Jeongin yang sendari tadi juga bersamanya terlihat panik dan bergegas mengejar Hyunjin ke danau.
" hiks .. hiks .. eomma ... hiks "
" tenanglah kau sudah aman sekarang .. "
" T-tapi .. eomma ... "
SRINGG .. JLEB .. crack ..
" Uhuk ... eomma ... uhuk ... "
Tes
Tes
Tidak ada lagi tangisan, anak itu meninggal dengan tragis di tangannya.
" Hosh .. hosh .. Y-yang muliaa .. "
Jeongin tiba di lokasi menatap Hyunjin dengan ekspresi dinginnya.
Aura yg dia keluarkan benar2 berbeda dari biasanya. Namun saat itu juga dia sadar bahwa Water Stone membantunya.
" ternyata kau tidak butuh bantuanku .. "
Hyunjin tersenyum, dia berbalik berjalan ke arah Jeongin.
" Yang Mulia awas ... "
SYUT .... JLEB .. JLEB ...
" huhh .. sudah kuduga tidak akan semudah itu "
Bahu kirinya terluka terkena duri2 yang tiba2 mencuat keluar dari jasad anak tersebut.
Membuat Hyunjin & Jeongin reflek mundur ke belakang.
" Yang mulia duri2 dari manticore beracun anda jangan menggunakan sihir air terlebih dahulu .. "
" tch .. racun yg membatasi magi merepotkan !!! Tentu saja aku masih bisa bertarung tanpa sihir, jangan meremehkanku mahluk sialan "
" anda harus memanggil pasukan anda Yang mulia .. "
" tidak bisa, stone memberitahuku bahwa manticore sudah berada di dalam tubuh semua pasukanku, mereka akan menyerang satu sama lain jika manticore menghubungkan pikirannya "
" kalau begitu aku akan mencoba menyegelnya, Yang Mulia tolong tahan dia "
GROAAAAAAHHHHHHH ...
Mayat anak kecil tadi mulai berevolusi, tubuhnya berkumpul menjadi satu melahirkan wujud baru yg mengerikan, kedua kakinya terdiri dari 2 ekor ular besar dan ular2 naga menjadi lengan tangannya, kepalanya pun seperti singa dengan surai dan taring menyeramkan.
Berbeda dari mahluk sihir lainnya, Manticore bisa berbicara dia adalah mahluk dengan otak yg licik & cerdas.
" hahaha .. sudah sejak lama ada manusia yg menyadari keberadaanku .. ggrrr .... "
Jeongin mencoba merapal beberapa mantra sihir untuk menyegelnya.
Sementara Hyunjin berusaha menyerang dengan memotong banyak kepala naga yg menyemburkan api di lengan Manticore namun usahanya sia2. Kepala2 naga itu tetap tumbuh dari tempat dia di tebas.
" ughh ... uhuk .. racun .. "
Hyunjin mencoba menahan nafasnya ..
" HEHEHE .. ternyata ada manusia yg juga bisa menyadari racunku yaa, sepertinya kau akan cocok menjadi inang ku selanjutnya "
" ughhh .. kh .. itu tidak akan terjadi .. "
BRUGH .. SLASHH .. BYUURR ...
__ADS_1
" hahaha .. mencoba melawanku tanpa sihir adalah tindakan yg sia2 "
Syuuut .. bluupp ..
" kh ... segel air ini .. apakah kau ? "
" matilah kau !!! .. "
Jeongin membekukan air itu dan menghancurkannya bersama dengan Manticore di dalamnya, raut wajahnya terlihat lelah dan marah. Sudah sejak lama dia tidak mengeluarkan energi sihir sebesar itu.
" Yang muliaaaa !!! "
Jeongin panik setelah Hyunjin tidak kembali muncul setelah jatuh ke danau.
Diapun menceburkan diri menyusul Hyunjin.
" ah jadi ini adalah akhirku .. "
SYUTT .. SET ..
Sulur2 dari tubuh utama menticore berusaha menarik Hyunjin ke dasar.
" ugh .. akh .. aku kehabisan nafas, racun ini masih bekerja sial .. "
Dia merapal mantra namun itu tidak bekerja. Tekanan dasar danau sangat kuat, tubuh utama menticore tidak banyak bergerak di bawah air meskipun begitu tetap saja dia berbahaya.
Kesadaran Hyunjin mulai hilang perlahan saat sulur Menticore melilit tubuhnya semakin erat.
SLASHHHH .. BLUP ..
CRINGG .... SYUUU ..
" ummhh .. "
Kesadarannya kembali saat dia merasa seseorang memberinya nafas kembali. Water stone bercahaya terang di dalam danau yg gelap, begitupun dengan sepasang mata berwarna biru langit yg meneduhkan ..
Sekuat tenaga Jeongin membawa tubuh Hyunjin ke permukaan.
" UWAHHHH ... "
" uhuk .. uhuk .. ternyata disana tubuh aslinya aku harus cepat .. Hyu- ng "
Dia menoleh ke arah Hyunjin yg sudah tidak sadarkan diri setengah tubuhnya mulai membiru, luka dari sulur2 menticore mulai membusuk.
" ternyata memang benar itu adalah anda .. "
" kau tidak berubah yaa .. dasar penghianat .. "
" HAHAHA .. aku sempat tidak menyadari jika itu dirimu, apakah mungkin ini hanya bagian dari dirimu ? "
" .... "
" ah .. bocah itu juga shadow yaa pantas kau bersamanya, hehehe .. aku paham kau juga sama sepertiku .. "
" jangan samakan aku dengan monster sepertimu !! "
" sifat naif mu tidak berubah, kau & aku lahir dari tempat yang sama .. harusnya kau ada di pihakku .. "
" DIAM KAU ... !!! "
Udara mendadak berpendar, netra biru itu menatap ke arah danau. Tangannya menyentuh air danau.
KRRRRKKKK ... SINGGGG ... RRRK
GROAAAHHHH ...
" MEMBEKULAH SELAMANYA .. !!! "
Seluruh danau membeku menjadi es, tubuh Menticore pun tersegel sepenuhnya.
" Aku tidak bisa membunuhnya, mana ku tidak cukup untuk melakukan itu tapi setidaknya segel kuno ini bisa menahannya selamanya .. danau inipun akan terus membeku seterusnya .. "
" Hyung ... "
Jeongin segera memenjarakan Hyunjin di dalam gelembung airnya.
" dengan kondisiku saat ini akan memakan waktu untuk menetralkan racun Menticore di tubuhnya. "
" aku sudah lama sekali tidak berkomunikasi dengan roh air .. tapi sepertinya Water Stone tidak menolakku .. "
DRAP .. DRAP .. DRAP ...
" Yang mulia .. pos penampungan sudah aman dan situasi sudah terkendali .. hah .. yang mulia anda .. "
" mohon jangan mendekat tuan .. "
" apa yang kau lakukan padanya hah ? Dia bisa mati !! Cepat keluarkan Yang Mulia dari sana "
" tidak bisa tuan .. yang mulia terkena racun Menticore .. sihir penjara air saya bisa memperlambat penyebaran racunnya mohon di mengerti "
" A- APA ? Apa kau bisa menyembuhkannya ? "
" tuan aku .. "
Jackson mencengkram erat bahu Jeongin.
" ku mohon .. jika kau bisa menyembuhkannya tolong selamatkan baginda kami .. "
" baiklah .. aku akan mencoba menyembuhkannya tapi sebelum itu aku minta satu ruangan netral di istana, ruangan yg terpisah dari yang lainnya dan jangan biarkan orang lain masuk ke ruangan itu slain kau dan aku "
" tabib pun tidak boleh ? "
" ya .. apa kau bersedia memenuhi syarat dariku ? "
" baiklah akan aku penuhi semua kebutuhanmu .. "
" satu hal lagi .. aku butuh tabung yg besar untuk meletakkan tubuhnya, jika dia terus menerus di dalam sihirku itu akan berdampak buruk untukku. "
" baik akan saya siapkan .. "
__ADS_1