
Osasa tak menanggapi ucapan Alex, tetapi ia sangat kagum dengan evolusi pada Bonar yang dapat menggunakan berbagai Sihir—seperti karakter cheat pada game saja atau protagonis cerita isekai dalam anime, di mana karakter utama mendapatkan kekuatan Over Power yang sangat plot armor sekali.
Sangat sulit mencari keberadaan Bonar di area Peternakan—karena ledakan Nuklir dengan meteoroid yang membuat tempat itu hancur berkeping-keping serta mempersempit jarak pandang.
Osasa sendiri menggunakan Sihir Sabit Angin untuk menghilangkan asap tebal yang mendekati Balaine—sehingga mereka dapat melihat Skiif musuh atau Rudal nuklir yang mendekat.
...***...
Sadon berkeliaran di area Peternakan seperti bunglon yang berkamuflase pada tanaman yang ia hinggapi—sehingga tak ada yang menyadari keberadaan Sadon. Namun, ia kesulitan mencari keberadaan Bonar di area Peternakan yang cukup luas tersebut.
Sadon berpikir mungkin benar ucapan Jenderal Sirte kalau Bonar memiliki Sihir lain yang membuatnya berhasil menghindari atau kabur dari hantaman meteoroid.
__ADS_1
Dia memutuskan melompat keluar dari tembok Peternakan dan menatap kawasan hutan di luar tembok yang sedang terbakar akibat beberapa Rudal Nuklir jatuh ke sana.
“Darah?”
Sadon menyentuh setetes darah yang berada di tembok dan menjilatnya.
“Ini adalah darah ternak itu ....”
Jenderal Sirte melompat tinggi ke udara, keluar dari kobaran api di area Peternakan dan ia mendarat di atas tempat duduk Nie, sepeda motor terbang yang mirip jetski di Bumi. Dia juga memerintahkan bawahannya untuk menghancurkan Balaine, sementara Prajurit Lemurian senior mengikutinya berburu Bonar yang kabur melewati tembok Peternakan. Dia juga sangat penasaran Sihir apa yang digunakan Bonar sehingga bisa berpindah tempat ke sana, padahal tadi Bonar berada di tengah-tengah area Peternakan.
...***...
__ADS_1
“Seperti dugaan Anda, Jenderal... Jenderal Sirte mengacau lagi,” kata Lori yang memperhatikan live streaming kejadian di area Peternakan dan sikap Jenderal Sirte yang justru terkesan bermain-main dengan para Manusia yang seharusnya disembelih dengan cepat untuk dipindahkan ke mesin pendinginan di Balaine yang telah disediakan. Dengan kejadian ini maka banyak daging manusia yang hancur atau hangus, dan tak bisa dikonsumsi lagi—sehingga Bangsa Lemurian juga yang rugi karena mereka adalah Ras Karnivora atau pemakan daging saja.
Jenderal Randal hanya mengerutkan keningnya dan ingin menurunkan pangkat Jenderal Sirte, akan tetapi itu bukan otoritasnya—karena pangkatnya setara dengan Jenderal Sirte dan hanya Dewan Lemurian yang bisa memutuskan itu. Namun, dengan kejadian ini—kemungkinan besar Dewan Lemurian akan memanggilnya dan melakukan sidang etik padanya karena telah menimbulkan kerugian besar pada negara.
“Si bodoh itu memang susah diatur, makanya dia ditaruh menjaga Peternakan—karena ketika ia memimpin Perang ke Planet Succubus, ia malah menghancurkan Dua Pertiga Populasi Planet itu padahal tujuan kita melakukan invasi adalah mengumpulkan sumber makanan dan mempelajari teknologi mereka,” sahut Jenderal Randal. “Berapa lama lagi kita akan sampai ke Peternakan, Claf?” Dia bertanya pada ahli komputer serta yang menjadi Pilot Balaine Divisi ke-13.
“Lima Belas menit lagi, Jenderal!” sahut Claf.
Jenderal Randal menghela nafas panjang, itu adalah waktu yang sangat lama. Jenderal Sirte pasti akan membuat kerusakan yang lebih parah lagi pada area Peternakan dan sekitarnya.
“Lori... nanti langsung hancurkan Balaine mereka, karena bawahan Jenderal Sirte tak becus melawan satu Balaine saja, padahal jumlah mereka sangat banyak. Namun, sangat pengecut sekali!” gerutunya—kesal Lerenia cukup lihai mengendalikan Balaine-nya sehingga masih terbang hingga saat ini di dekat area Peternakan.
__ADS_1