Tower Of God

Tower Of God
TOWER OF GOD Ch. 2


__ADS_3

" SERANG .. !!! "


Suara para prajurit menggema di ikuti dengan alunan bunyi pedang disana sini.



Prakkk ... syut .. brughh


Tring .. prakk ..



" Ugh ... tidakk .. brugh .. uhukk .. "



Seseorang dari atas kuda dengan gagah terus menari dengan pedangnya, menumbangkan banyak pasukan lawan. Darah2 segar terciprat melumuri zirah perangnya, dia terus melesat dan menerobos pasukan lawan tanpa henti.



" Hukuman terakhir untuk kalian .. ".


Ucap seseorang yang penuh darah di zirahnya, telunjuknya terangkat keatas, gemuruh dari langitpun menderu. Petir mulai menyambar2.



Melihat tanda2 itupun pasukan ksatria mundur dengan cepat ke atas bukit.



JEDARRRR ....


GROAAAHHHHH ..GRRR ..


BYURRRR ..



Naga besar yang terbuat dari air pun turun dari langit menyapu pasukan di bawahnya, tepat saat air2 itu menenggelamkan mereka sengatan listrikpun menjalari tubuh mereka, pasukan ksatria lawanpun tewas seketika.



Sorak - sorai kemenangan pun terdengar dari atas bukit.



" Dengan ini, wilayah kerajaan Clover menjadi bagian dari kerajaan Heart .. "



" Hidup baginda Raja, Hidup kerajaan Heart "



Pasukan berkuda putih itu kembali dengan membawa sedikit korban perang, istana tengah ramai menyambut rombongan kaisar tiba.



" perhatian .. !!! Baginda Raja akan memasuki istana, bersiap memberi hormat "



Semua rakyat & bangsawan dengan patuh membungkuk, dengan menyilangkan satu tangan di dada.



Raja dengan jubah merah menjuntai bertahta berlian dan permata dengan mahkota di kepala itupun menaiki singgasananya.



" Terima kasih untuk semua doa dan dukungan dari Rakyatku, kini wilayah kerajaan Heart semakin meluas aku harap kalian akan semakin makmur dan rukun "



" hidup baginda Raja .. hidup kerajaan Heart .. sang dewa memberkati "



Pesta rakyatpun di gelar dengah megah dan mewah, Semua orang menikmatinya namun Raja yang menjadi tokoh utama pesta itupun merasa bosan.


Seorang pendamping Raja yang sudah ada disisinya dari awal sangat tahu dengan sifat Rajanya itu.



" Baginda, saya sudah mendapatkan semua budak2 yang akan di perjual belikan oleh kerajaan clover sebelumnya. Mereka saya tempatkan di sel bawah tanah, anda ingin saya melakukan apa dengan budak2 itu ? "



" Mereka pasti sudah di beri racun oleh raja itu percuma saja memperkerjakan mereka "



" tapi mungkin aku bisa sedikit membunuh kebosanan ini, Jackson antar aku ke sel bawah tanah sekarang "



" baik, Baginda .. "



Lorong2 sempit dan berliku terlihat gelap dan berkelok2, akses menuju sel bawah tanah seperti labirin dan sangat terbatas hanya pasukan khusus yang di pilih Raja saja yang tahu tentang jalur itu, di dalam area bawah tanah tidak ada jalan keluar lain slain jurang yang mengarah langsung ke laut. Pusaran air di dasar jurang mampu membunuh siapapun yg nekat menceburkan diri disana.



Bawah tanah adalah penjara khusus, orang2 yang di tahan di sana biasanya akan langsung di eksekusi.


Dinding2 nya penuh dengan sihir smua narapidana yang masuk sekuat apapun sihir mereka dinding2 penjara akan menyerapnya dengan cepat, banyak juga dari mereka mati sebelum eksekusi karna kehabisan energi & sihir tetapi dinding itu tidak akan menyerap sihir kaisar dan orang2 yang mendapat perlindungan sihirnya.



Setiap kali mengunjungi bawah tanah, Raja hanya akan membawa 3 orang pendamping di sisinya.



" Kita sampai yang mulia .. ". Ucap jackson yang berhenti di salah satu sel.



Jackson membuka pintu sel itu, bunyi derit besi yang bertabrakan memecah kesunyian sel gelap itu, Jackson pun membuat bola api untuk penerangan.



Semua budak mata mereka di tutup kain, tangan dan kaki mereka di rantai mereka terduduk di dalam sel dengan badan yang gemetar.



" hee .. lumayan banyak juga, nasib kalian cukup sial untuk berada disini .. "


" B-baginda .. T-tolong .. s-ssela..mat kan sa...yaa .. B-bagi .. nda t-tolong, sa..ya ak..an laku..kan apa..pun untuk B-bagin..da ". Suara lirih seorang budak terdengar disaat Jackson menyoroti mereka dengan bola cahaya.



" sudah seharusnya seorang budak menuruti perintah majikan mereka, baiklah aku akan membuat mereka terbebas .. " .



Kaisar merapal beberapa mantra, cahaya redup nampak keluar dari tubuh para budak, seketika mereka mengerang dan menjerit.



" aaakkhhh .. tidak .. j-jang..an ssa..ya mo..hon ba..gindaaa khuk ... "



" Racunnya mulai bereaksi .. " diapun tertawa dengan sinisnya, menikmati teriakan setiap teriakkan jiwa yang sebentar lagi akan kembali ke nirwana.



" Raja kalian yg kalian agungkan tlah mati, aku tau kalian sangat mencintai Raja itu makanya aku akan baik hati mengirim kalian juga kesana "



Para budak2 itu meronta2 dengan hebat, berusaha lepas dari sihir sang raja mereka mencoba menggapai pintu keluar sel, sayangnya sihir pelindung malah menyerap energi mereka dengan cepat. Semuanya pun mati mengering seketika.



" disaat seperti ini hanya diri sendirilah yang bisa menolong ".



" Baginda, mereka sudah mati semua, mau kita apakan dengan mayat2 ini ? "



" mungkin bagus di jadikan pupuk tanaman sihir kerajaan ".



" Baik, yang mulia akan saya laksanakan "



Merekapun bergegas pergi namun baru 10 langkah meninggalkan sel, Sang Raja berbalik dengan cepat diapun mengeluarkan pisau sihir dari tangannya.



Syutt ... cring ..


BRUGHHH .... KHH..



" Akhh ... !!! "



Tangan kirinya langsung menahan pergerakan budak di depannya, tubuhnya menindih budak itu, tangan kanannya tepat mengacungkan belati di wajahnya.



" Siapa kau ? "



Budak itu tidak bergeming, matanya tidak terlihat karna tertutup rambutnya yg panjang.


Tangan yang tadi menahan pergerakkannya kini tergerak menyibak wajah yang terhalang rambut itu.



" A-ampuni .. sa..ya b-baginda .. ". Ucapnya pelan kemudian ..



" Jackson, bawa budak ini ke istana, bersihkan dia lalu potong juga rambutnya "



Jackson terdiam dengan kagetnya.



" Jackson ... "



" B-baik .. yang mulia .. "





######




" Saya tidak mengerti kenapa Baginda membawa budak itu ke istana ?, slain dia masih hidup memang terasa aneh padahal tadi semua budak sudah mati "



" akupun punya pertanyaan yg sama, namun saat itu kristal biru milikku menyala, aku yakin dia bukan budak biasa ? "



" bukankah itu jarang terjadi ? Baginda aku khawatir dia akan membunuh anda "



" itu masih belum pasti, statusnya masih sebagai budak yang di tahan, aku hanya akan mengganti rantainya bukan melepasnya "



TOK .. TOK .. TOK



suara pintu di ketuk menghentikan percakapan mereka, Jackson pun pamit undur diri. Sebelum sempat meninggalkan sang Raja, Rajapun berkata.



" Racun itu menghilang dari tubuhnya "


Seakan paham maksud dari Sang Raja, Jacksonpun hanya mengangguk pelan lalu meninggalkan sang Raja.



Seorang pria berpakaian piyama putih masuk ke dalam ruangan Raja, cahaya dari ruangan itu remang2, ruangan itu cukup besar dan mewah, di sisi kamar terdapat banyak rak - rak buku dan meja kerja kecil di depannya.



Dia melangkah dengan ragu2 mendekati sang Raja.



" apa yang kau lakukan disitu ? "


Ucap sang Raja tanpa menolehkan pandangannya dari buku yang dia baca, jarinya sibuk membuka lembaran demi lembar halaman buku itu.



" Huhh .. aku tidak suka mengulangi pertanyaanku .. kemarilah .. "


Diapun menutup bukunya dan mulai berjalan ke arah tempat tidur.



" B-baik .. Baginda .. "



" Siapa namamu ? "



" mereka memanggil saya I.N "



" ah kode nama yaa .. hmm baiklah mulai sekarang namamu Jeongin, dan sini duduklah di sebelahku "



Dia menepuk2 tempat kosong di sebelahnya.



" B-baik .. Baginda, saya akan melakukannya dengan b-baik, smoga baginda tidak kecewa ". Jeongin mulai membuka tali piyamanya



" hah .. T-tung..gu .. tunggu, siapa yang menyuruhmu melayaniku, tidak bukan .. bukan itu ". Raja mulai panik melihat tubuh jeongin telanjang dada.



Diapun reflek menarik Jeongin, lalu membenarkan bajunya.



" pasti kepala pelayan sialan itu, yg menyuruhmu huhh "

__ADS_1



Jeongin menatap Raja itu dengan tatapan polos.



" aku memintamu datang bukan untuk melayaniku .. ". Dia membenarkan piyama Jeongin kembali.



" lalu apa yang harus saya lakukan baginda ? Saya seorang budak dan ini juga bagian pekerjaan saya "



Raja muda itu nampak memijit kepalanya pening.



" pertama2 panggil aku Hyunjin, aku tidak nyaman jika kau terus memanggilku baginda, aku juga punya namaku sendiri kau mengerti Jeongin ? "



" baiklah aku mengerti, Hyunjin Hyung "



" ah .. itu lebih baik ".



Hyunjinpun kini merebahkan dirinya di pangkuan Jeongin. Matanya terpejam dan merasa nyaman, Jeongin yang kaget hanya bisa diam mematung.



" aku memanggilmu hanya ingin mendengarkan ceritamu .. "


Matanya kini kembali terbuka, tangannya pun menyentuh pipi Jeongin yang memerah.



" hanya karna aku seorang kaisar, mereka tidak pernah tinggal disisiku .. meski dikelilingi orang banyak yang setia atas perintahku, semenjak ibuku meninggal aku slalu merasa sendirian di dunia ini "



Jeongin diam tidak berkomentar ..



" manusia itu rapuh, begitupun raja sepertiku.. terkadang aku ingin seseorang mendengarkanku .. "



" Bukankah kau memiliki segalanya ? Hyung ? Seharusnya kau punya satu orang yg mencintaimu, mereka pasti mendengarmu "



Hyunjin terdiam sejenak ..



" benar, dulu memang ada yang seperti itu sayang nya itu tidak abadi .. "



" kenapa ? "



Hyunjin terlihat enggan menceritakannya, raut wajahnya nampak gusar.



" maafkan aku Hyung, aku tidak akan bertanya lagi .. "



Jari telunjuknya dengan cepat menyentuh bibir jeongin..



" aku pernah mencintai seseorang, tetapi orang itu tidak mencintaiku .. aku juga pernah menggunakkan kekuasaanku untuk memilikinya .. "



Tatapannya kini sedih ..



" Tapi .. yang kulakukan malah membunuhnya, sebegitu bencinya dia padaku sampai matipun lebih baik daripada bersamaku "



Tangan jeongin kini menutupi mata Hyunjin



" Hyung kau boleh menangis jika ingin aku akan berpura2 tidak melihatnya .. "



Hyunjin dia tidak menjawab namun Jeongin bisa merasakan rasa hangat dan basah di telapak tangannya.



Beberapa menit berselang, berjalan dalam keheningan Hyunjin tidak lagi menangis tapi matanya terlihat bengkak.



" Hyung, kenapa kau percaya aku tidak akan menyerangmu ? "



" aku budak dari negara musuh, aku bisa saja membunuhmu sekarang mengingat kau juga ingin membunuhku waktu itu ? "



" aku yakin kamu tidak akan melakukannya .. "



" kenapa seyakin itu ? Kau kan tidak tahu diriku ? "



" jika aku tidak tahu tentangmu, kau yang harus menceritakannya padaku dan aku slalu mempercayai apa yang kristal biru percaya "



" aku tahu kau membutuhkanku .. tapi aku tidak tau alasannya .. dan .. kau tidak akan memberi tahu nya sekarang .. "



Setelah mengucapkan kalimat itu Hyunjinpun tertidur dengan lelap



" Ternyata kau tidak bodoh, hmm .. yah aku memang membutuhkanmu karna suatu alasan .. ". Gumamnya



Lalu tangannya yang tadi mengelus pelan surai blonde itu perlahan turun dan berhenti di dada, meraba sesuatu di balik bajunya yang nampak berkilauan.



" Water stone, memang tidak akan pernah salah memilih tuan hanya saja nasibmu kurang baik karenanya .. "



Dia menggenggam kalung itu dengan kuat hingga cahaya birunya meredup ..



Diapun membelai bibir Hyunjin pelan



" hahhh .. aku juga kena sial karna ada disini, seharusnya aku yang membunuh Raja sialan itu .. berkat bocah ini aku gagal mendapatkan energi miliknya .. "




" nghhh .. hahh .. ternyata benar aku tidak bisa menyerap energi miliknya "



#######



❤❤❤❤



DAENGGG .. TENG .. TENG ...



Bunyi bel gereja tua bergema kencang tanda bahwa waktu bermain telah usai,



Seorang pria muda terlihat berbicara dengan seorang anak kecil.



" Hei nak .. kenapa kau tidak bergegas kembali dan malah menangis disini ? "



Anak itu tidak menjawab dan masih terus menangis, jari telunjuknya hanya menunjuk sebuah balon yang tersangkut di ranting pohon. Dengan sigap pria itupun melompat mengambil balon itu.



" ini .. sekarang kembalilah, kau sudah di cari oleh Brudermu "



*Bruder = perawat laki - laki



Anak itu segera mengangguk dan berlari kepada seorang yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.



Pria yg melihat Biarawan itu terkejut lantaran mata dari biarawan itu di tutupi kain dan di ikat meski begitu dia tidak kesulitan berjalan bahkan tidak menggunakan tongkat.



" Jun darimana saja kamu ? Ayo kembali sudah waktunya makan malam, teman - temanmu sudah menunggu disana "



" Baik, Hyung .. "


Anak kecil itu kemudian berlari masuk.



" Jun, jangan berlari .. "



" iya .. iyaa ... "



Seketika Bruder itu berbalik kini dia menghadap ke arah pria yg sendari tadi memperhatikannya dari kejauhan.



Bruder tersebut kemudian tersenyum, dan membungkukkan badannya tanda memberi hormat, diapun pamit lalu berbalik.



Pria yang sendari tadi menatapnya cukup kaget, dia bahkan hampir menyembunyikan keberadaannya namun Bruder itu menyadarinya.



" apakah dia benar - benar buta ? "


Dia meragukan pernyataan itu..



Pria itu masih tetap menatap Bruder itu yang sudah sedikit lagi memasuki gereja, dia melihat seekor kucing mengekorinya masuk. Namun sebelum sempat kucing itu masuk dia menoleh ke arah pria tersebut. Mata jambrud miliknya nampak misterius, kucing itupun masuk lebih dulu di bandingkan Bruder tersebut.



Angin tertiup menggugurkan daun - daun kering beberapa daun menerpa wajah rupawannya.



" benar - benar aneh, aku kesini karna merasakan keberadaan Earth Stone di desa ini .. "



" akan tetapi .. dimanapun aku menatap diseluruh pelosok desa ini punya aura Earth Stone. Warna hijau itu bahkan ada pada hewan, batu, pepohonan, langit bahkan orang - orang yang ada disini .."



" sepertinya tidak akan semudah itu .. mungkin DIA sudah menemukan Fire Stone lebih dulu, untuk sementara waktu aku akan disini lebih dulu "



Pria itupun kemudian berubah menjadi burung gagak lalu menghilang ..



########




Pagi hari itu cuaca sedang tidak bersahabat, hujan deras dengan angin kencang beserta petirpun menyambar - nyambar di luar.


Seseorang yang sendari tadi sibuk mondar - mandir menyajikan sarapan pun nampak gelisah.



" ah .. kentangnya tidak cukup jika hanya segini ". Ucap seorang Burder yang hendak membuat sup kentang



" Jinyong hyung ada apa ? "


" ah Han, aku butuh bantuanmu, yang lain sibuk aku minta tolong please "


Tatapan Jinyoung memelas pada Han



" apa yg bisa ku bantu ? "



" bisakah kau pergi ke gudang belakang gereja untuk mengambil stok kentang ? Kurasa ini tidak akan cukup untuk anak - anak yg kelaparan sejak tadi "



" baiklah, aku ambil jas hujan dulu Hyung kau masak saja dulu yang ada, aku akan kembali dg cepat "



" baiklah, hati2 jalan di belakang agak licin sihirmu melemah saat hujan kan "



" hyung kau cerewet sekali .. aku pergi "


__ADS_1




Tanah di belakang gereja sedikit berlumpur dan licin, Han berjalan dengan berhati - hati. Kucingnya berjalan di depannya.



" Dori .. pelan .. pelan, ini adalah kelemahanku aku bisa tergelincir "



" meong .. "



Diapun tiba di dalam gudang, gudang tersebut gelap terpaksa Han harus meraba sesuatu di depannya.



" ah .. suara hujan ini benar2 mengacaukan inderaku .. " . Umpatnya kemudian



Tangannya terus bergerak menelusuri setiap rak - rak yang tertata .



" ah ketemu .. " . Diapun tersenyum



BRUGH ..



" Siapa itu ? .. Dori kau kah itu ? "



Hening ..


Han mulai waspada, diapun berjalan pelan - pelan ke sumber suara, keadaan gelap gudang di tambah inderanya Yang sedang kacau kini membuatnya takut.



" Ku harap bukan sesuatu yang buruk ". Gumamnya pelan, namun tiba2 kakinya tersangkut sesuatu diapun kehilangan keseimbangan & jatuh menindih seseorang.



" ugh .. ". Suara erangan itu menyadarkan Han, dia reflek ingin berdiri namun sebuah tangan memegangi lengannya.



" M-ma..af kan .. s-saya .. saya tidak sengaja, maaf anda siapa ? K-kenapa ada di gudang kami ? A-apa anda pencuri ? ". Tanya Han beruntun ..



Sosok itu terdiam, diapun bangkit dan duduk di sebelah Han



" Apa kau benar2 buta ? "



" ah.. iya, aku sudah lama tidak bisa melihat, maaf anda belum menjawab pertanyaan saya tadi "



" ahhahahahh ..kh ..hihi .. "



" kenapa anda tertawa ? Apa saya melakukan kesalahan ? "



" tidak .. ku pikir kau bisa melihatku meskipun dengan kain yg menutup matamu .. "


Han nampak kebingungan ..



" Aku seorang pengembara, karna cuaca buruk dan aku tidak bisa menemukan penginapan jadi aku langsung masuk ke rumah ini "



" aku tidak tau jika rumah ini gudang penyimpanan, lalu kau datang tadinya aku bersembunyi di sebelah Rak kentang disana "



" hah .. kau sudah disitu daritadi ? Ahhh .. kenapa aku tidak menyadarinya, indera pendengarku tidak peka disaat hujan seperti ini tch .. "


Gerutunya kesal.



" indera ? "



" hmm .. iya, panca inderaku membantuku melihat sekitar, meski mataku buta tapi semenjak itu inderaku yg lainnya jd sensitif dan aku tidak memerlukan tongkat untuk berjalan "



" apa kau tidak kesulitan ? "



" tentu saja tidak .. di mataku memang terlihat gelap, tapi meski begitu aku bisa merasakan benda2 yg ada di sekitarku, ah kadang aku juga bisa merasakan emosi orang lain "



" benarkah ? Kalau begitu apa kau bisa merasakan emosiku ? "



" Biar ku tebak ... "



Kedua tangan Han di letakkan di dada pria itu. Pria tadi merasa kaget namun tetap memperhatikan.



" apa kau sedang marah ? "



" ahahaha .. tebakkanmu meleset ya "



" Tidak .. aku merasakannya, hatimu mengirim sinyalnya padaku "



" hati ? Bukankah jantung ? "



" emmmh .. tidak, kau tidak memiliki detak jantung karna kau bukan manusia "



" kau tau itu tetapi tidak merasa takut padaku ? ". Pria itu nampak sangat terkejut mendengar kata2 Han.



" umh .. itu karena emosi kemarahanmu tidak tertuju padaku .. "



" Baiklah .. kau menang, apa kau tidak ingin kembali ? Mungkin manusia yg bernama Jinyoung itu kini mencarimu "



" ah .. aku lupa, baiklah tuan aku pamit undur diri dulu "



" aku akan membantumu membawa kentang2 ini "



" hmm .. kalau begitu apakah anda mau menginap disini untuk sementara ? Anda bisa pakai kamar tamu di asrama "



" baiklah jika itu tidak merepotkanmu "



Han pun tersenyum lebar dan langsung membimbing pria tersebut mengikutinya.



Sesampainya di dapur, Jinyoung menyadari kedatangan mereka berdua diapun reflek menarik tangan Han membuatnya hampir kehilangan keseimbangan.



" whoaaa ... Hyung aku hampir jatuh "



" Han .. siapa orang yg di belakangmu ? Sepertinya dia bukan orang yang baik "



" ah .. hyung tenang saja, orang ini adalah seorang pengembara tadi dia membantuku di gudang "



Mata Jinyoung menyipit, raut wajahnya nampak ragu - ragu.



" A-aku .. bisa jamin Hyung dia bukan orang jahat dan lagi malam ini dia ku bolehkan menginap di kamar tamu "



" apa kau sudah lapor ke kepala gereja ? "



" hehe .. belum Hyung, tapi tolong bantu aku ya .. yaa ... "


Jinyoung yang melihat muka memelas Han itupun luluh.



" huhh .. Baiklah sebagai gantinya DIA menjadi tanggung jawabmu, Kau mengerti ITU kan .. ". Han tertunduk lesu



" ah .. iya Hyung aku akan MENJAGA nya slama dia disini "



*MENJAGA = mengawasi



" baiklah tuan ikuti aku, akan aku antarkan ke kamar tamu di asrama ini "



Pria itu hanya menurut dan tidak menjawab sepatah katapun. Dia terus mengekori Han hingga tiba di sebuah ruangan.



Han lalu membukakan sebuah pintu dan menyuruh pria itu masuk.



" Tuan, disini adalah ruanganmu jika kau butuh sesuatu kau bisa mencariku atau Jinyoung hyung .."



" saat ini aku tidak membutuhkan apapun, kamar ini terasa nyaman Terima kasih Han "



" Emh .. tuan boleh ku tau siapa namamu & melihat wajahmu ? "



" aku lino, dan bagaimana caramu melihat kau kan buta ? "



Han pun mengangkat kedua tangannya, dan mulai meraba wajah Lee know perlahan jari2 nya yang lentik mulai menelusuri garis2 tegas yang ada di wajahnya.



" kau punya sudut mata yg lancip, mirip mata kucing hehe .. "



" ah .. kau punya hidung yg mancung, punya pipi tirus, geraham yg tegas dan .. "



" Dan apa ? .. "



Jarinya kini berhenti di bibir lino, semburat merah terlihat di pipi Han yg chuby. Diapun bersuara pelan



" K-kau punya bibir tipis dan berisi, cukup sexy .. aah maaf b-bukan begitu maksudku k-kau punya bibir yg bagus "


Ucap Han terburu2 dan segera menarik tangannya.



Lee know yg melihat tingkah menggemaskan itu hanya bisa menahan tawanya diam2.



" hmm sudah selesai, aku sudah ingat wajahmu, beristirahatlah Tuan Lino "



Han pun bergegas pergi. Namun langkahnya terhenti saat lino memanggilnya dari jarak beberapa cm.



" Han .. terima kasih "


Ucapnya yang langsung di sambut senyuman oleh Han.







Dilema nya itu di saat kepala terisi imajinasi, namun terkadang sulit menyampaikan dalam bentuk tulisan


😅


Aku akan berusaha !!! 🔥🔥🔥



__ADS_1


__ADS_2