
Skiif Jenderal Sirte akhirnya terbakar habis di udara, tetapi ia berhasil keluar dari Skiif bersama Lima Prajurit Lemurian lainnya—tubuh mereka menghantam lembah Raspur dengan keras.
Namun, ia dan bawahannya baik-baik saja dan mereka segera berlari ke arah Bonar—karena mereka melihat Laila terbang ke arah berlawanan dari tempat mereka jatuh.
“Kami akan menyerahkan Manusia ini padamu, Jenderal!” seru Vlo—karena Bonar melayang sepuluh meter dari permukaan tanah seperti akan menghadang mereka agar tidak mengejar Asep dan yang lainnya.
Jenderal Sirte berhenti berlari dan melambaikan tangannya—tanda agar bawahannya tetap berlari mengejar manusia yang kabur dari titik pendaratan Balaine.
Bonar tersenyum menatap Jenderal Sirte dan hujan meteoroid telah berakhir—tak ada meteoroid yang berhasil mencapainya, karena Golem Pasirnya berhasil mementalkan semua meteoroid yang melesat ke arahnya.
“Hei, kalian mau ke mana?” Bonar menjentikkan jari tangannya dan merapalkan mantera Sihir, “Wangun!” Sehingga Balaine tiba-tiba meleleh—kemudian menjadi ribuan tombak. “Controller!” Dia merapalkan mantera Sihir untuk mengendalikan ribuan rombak besi tersebut.
Vlo dan empat Prajurit Lemurian lainnya berhenti berlari, mereka mengerutkan kening. Sepertinya mereka harus membunuh Bonar lebih dulu agar bisa mengejar Manusia yang telah kabur cukup jauh.
...***...
__ADS_1
Aluaso dan bawahannya muncul di bukit batu dan menatap ke arah lembah Raspur.
Mereka sangat terkejut Ras Alien yang akan mereka jemput ternyata sedang melawan Prajurit Lemurian, dan yang membuat mereka tercengang adalah ada Satu Alien yang berhadapan dengan Enam Prajurit Lemurian sekaligus.
“Apa dia sengaja mengorbankan dirinya agar rekan-rekannya selamat, Komandan?” tanya Sili—karena Alien lainnya berlari meninggalkan satu Alien yang memiliki sayap putih di punggungnya.
“Mungkin itulah yang terjadi, tapi kita bagaimana cara kita menyelamatkan mereka? Karena mereka berlari ke arah yang berbeda dengan kita!” Aluaso kebingungan—apalagi tubuh Bunian itu pendek dan kecil, sehingga mengejar mereka sangat mustahil sekali.
“Gunakan lampu senter saja!” sahut Sili. “Cahaya dari meteoroid telah menghilang, mereka pasti akan melihat tanda dari kita.”
...***...
Vlo merapalkan mantera Sihir yang membuat area disekitarnya menjadi dingin dan ratusan es berbentuk Pisau juga melayang di atas kepalanya.
Dia ingin merusak konsentrasi Bonar agar tidak fokus menangkis hujan Meteoroid yang dibuat oleh Sihir Jenderal Sirte.
__ADS_1
Vlo menjentikkan jari tangannya dan ratusan Pisau Es tersebut melesat ke arah Bonar. Namun, Tombak besi Bonar juga melesat ke arahnya yang langsung menghancurkan Pisau Es-nya.
Vlo sudah tahu Sihirnya pasti akan kalah dari Tombak Besi Sihir Bonar, sehingga ia langsung mengeluarkan Tameng Hefaistos untuk menangkis Tombak yang akan mengenainya.
“Controller!”
Setelah Bonar merapalkan mantera Sihir, Tameng Hefaistos di tangan Vlo seperti memiliki kesadaran sendiri dan meronta-ronta dari tangannya sehingga Vlo panik, Tombak besi akan menusuk ke arahnya.
“Hellfire qui brûle tout!”
Prajurit Lemurian di sebelah Vlo merapalkan mantera Sihir yang mengeluarkan kobaran api neraka—yang membuat Tombak besi dari Sihir Bonar meleleh.
Vlo menghela nafas lega, padahal ia sempat berhenti bernafas dan detak jantungnya berdegup tak karuan. “Terimakasih senior Bas,” katanya dengan nafas ngos-ngosan.
“Lupakan tentang basa-basi itu, fokuslah melawan Manusia itu, Vlo!” sahut Bas—menatap tajam ke arah Bonar yang melayang di udara.
__ADS_1
Vlo menganggukkan kepala dan mundur beberapa langkah sembari mengamati apa kelemahan Bonar—sementara Bas dan yang lainnya melakukan serangan balik pada Bonar.