
Reruntuhan bangunan yang melayang di udara oleh kendali Sihir Jenderal Randall hampir mengenai Alex, Hinata dan Li Jian. Namun, tiba-tiba Robot Humanoid yang dikendalikan oleh Ratu Lamura muncul di depan mereka—memblokir reruntuhan kota tersebut dengan Tameng Hefaistos raksasa.
Namun, Robot Humanoid itu terdorong mundur karena tanah pijakannya bergetar hebat seperti gempa bumi besar saja.
Robot Humanoid yang dikendalikan oleh Ras Bunian lainnya sebagian terhempas dan dihancurkan oleh Sihir dari Prajurit Lemurian, terutama Prajurit dari Divisi Ke-13 yang merupakan Pasukan khusus terhebat militer Bangsa Lemurian.
“Gawat, sepertinya mereka kesulitan menghadapi serangan Sihir Jenderal Randall!” Clarence panik, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu rekan-rekannya yang berada di garis depan medan Perang.
Maria yang tidak diketahui apa sebenarnya kemampuan Sihirnya setelah mengalami Evolusi mengepal tangannya. Dia sebenarnya sangat penakut, tetapi Bonar yang menjadi tulang punggung mereka di medan Perang sedang berjibaku menahan hujan meteoroid Sihir Jenderal Sirte—sehingga Maria berpikir ia harus menggunakan Sihirnya untuk membantu mereka.
“Paman Asep tolong bawa aku ke dekat Bos Bonar, Aku akan menggunakan Sihir yang membuat kekuatannya akan melonjak Dua Kali lipat. Namun, Aku harus dekat dengannya agar Sihirku bekerja!” seru Maria.
Asep, Clarence dan Hayati terkejut mendengarnya.
Asep berpikir sejenak, Sihirnya hanya bisa mengubah benda menjadi makanan dan itu harus disentuh dulu. Bagaimana cara ia melindungi Maria nantinya, sedangkan beladiri silat atau yang lainnya ia juga tidak bisa. Ini sebenarnya sama saja ia membawa Maria menuju kematian saja.
“Kang Asep... Hayati akan ikut melindungi kalian!” sahut Hayati yang juga belum menunjukkan Sihirnya setelah mengalami Evolusi.
__ADS_1
“Ya, aku akan ikut juga karena tidak mungkin aku dan Aisyah bersembunyi di sini!” Clarence tersenyum masam, karena ia hanya memiliki Sihir Penyembuhan. Namun, Aisyah sebenarnya memiliki Sihir yang hebat, tetapi ia masih anak-anak sehingga ia tidak bisa memaksimalkan kemampuan Sihirnya.
“Yeay... kita akan membantu Om Bonar!” Aisyah segera merapal mantera Sihir dan Seratus Robot Humanoid seukuran Pria Dewasa atau 195 Cm muncul di depan mereka.
Robot Humanoid tersebut bersenjata Pedang yang langsung bergerak melindungi mereka—maju ke garis depan medan Perang.
...***...
Lampu indikator tanda kerusakan pada Robot Humanoid berbunyi di ruang kendali—sehingga Ratu Lamura panik. Namun, ia tidak bisa mundur, kalau ia mundur maka rekan-rekan dari Ras Manusia-nya akan menghadapi bahaya yang mengerikan dari Sihir Jenderal Randall.
“Hmm, dia hebat juga, padahal Robot Humanoid yang dikendalikan Pasukan Revolusioner tidak dapat menahan Sihir-ku!” Jenderal Randall tersenyum.
Bangunan-bangunan kota yang melayang di udara tiba-tiba bergabung membentuk Golem Raksasa yang jauh lebih besar dari Robot Humanoid Ratu Lamura.
Sili yang menerbangkan SKiff melihat Ratu Lamura akan dihantam tangan besar Golem yang tiba-tiba muncul di dekatnya.
“Aku sebenarnya hampir mati sekali, tetapi tuan Bonar menyelamatkanku.” Sili menghela nafas panjang dan teringat dengan sahabatnya Valana yang tewas tertimpa reruntuhan batu saat mereka melarikan diri melewati jalan cacing di dalam perut gunung. “Valanaaaaaaaaaaaa... Aku datang!”
__ADS_1
SKiff yang diterbangkan Sili menukik ke bawah dan tujuannya adalah menabrak kendaraan terbang mirip Pesawat Tempur di Bumi tersebut ke arah Jenderal Randall yang mengendalikan Golem Raksasa.
Karena medan Perang yang kacau, ledakan dan asap di mana-mana sehingga tidak ada yang menyadari tindakan nekat Sili.
SKiff meluncur dengan kecepatan tinggi dan melewati Bonar yang melayang di udara dengan Sayap Teofani-nya. Dia terkejut karena merasa mengenali SKiff tersebut.
“Apa itu SKiff yang dikendarai oleh Sili? Namun, kenapa ia nekat sekali terbang rendah di tengah-tengah zona Perang?” gumam Bonar yang langsung fokus menahan hujan Meteoroid Sihir Jenderal Sirte.
Prajurit yang berada di sebelah Jenderal Randall terkejut melihat kemunculan SKiff di depan mereka. Dia segera melompat ke depan Jenderal Randall dan merapalkan mantera Sihir.
Permukaan tanah langsung naik ke atas, tetapi gundukan tanah itu masih kurang tinggi menahan hantaman SKiff—sehingga Prajurit Lemurian tersebut masih terkena ledakan SKiff.
Jenderal Randall merapalkan mantera Sihir yang membuat Pintu besi Pangkalan militer berpindah ke depannya—sehingga ia tidak terkena dampak ledakan SKiff tersebut.
Namun, tindakan bunuh diri Sili itu membuat Jenderal Randall kehilangan momentum menggerakkan Golem Raksasa dan Ratu Lamura telah mundur sejauh Satu Kilometer bersama Alex, Hinata, Li Jian, Osasa dan yang lainnya.
Moral Prajurit Lemurian naik seketika saat melihat Pasukan Revolusioner Bangsa Bunian telah kocar-kacir menghadapi serangan Sihir Jenderal Randall. Dengan semangat menggebu-gebu, mereka mengejar Pasukan Revolusioner yang mundur mendadak dan membunuh Bunian yang tidak bisa ikut mundur karena terluka.
__ADS_1