Tower Of God

Tower Of God
Meteoroid Jatuh Dari Langit


__ADS_3

Alex terkejut karena Laser Api-nya tak bisa membelah atau menghancurkan Meteoroid yang melesat ke arah Bonar. Osasa juga tak menyangka Meteoroid yang ini lebih besar dari Meteoroid yang menimpa mereka tadi.


Osasa berpikir Bonar akan bernasib sama dengan Eden serta yang lainnya—karena mustahil menangkis Meteoroid yang sangat besar tersebut.


Sonia menggertakkan giginya dan teringat kalau yang menghancurkan dunianya adalah ribuan meteoroid yang jatuh dari langit—walaupun Ras Succubus memiliki Sihir Api, tetapi mereka tidak mampu menahan ribuan meteoroid tersebut yang mengakibatkan Dunia-nya hancur, serta Succubus yang tersisa dijadikan budak oleh Bangsa Lemurian.


Tubuh Sonia tiba-tiba dipenuhi kobaran Api dan ia mengigit ujung jarinya—yang kemudian memunculkan Pedang Darah, senjata bertarung para Succubus.


“Sonia... kamu mau ke mana?” tanya Hayati segera menarik tangan Sonia—tetapi ia segera menjauhkan tangannya dari tangan Sonia, karena tangannya hampir terbakar—untung saja Clarence langsung menggunakan Sihir penyembuhan yang membuat sensasi terbakar di tangannya menghilang.

__ADS_1


“Kita harus menolong Bos Bonar, meteoroid itu adalah Sihir milik Jenderal Sirte dan dia jugalah yang menghancurkan Dunia kami!” Sonia sangat panik.


“Jangan ke sana Sonia, kamu hanya akan menghambat pergerakan Bonar saja dan akan mencelakai kalian berdua!” sela Lerenia yang sebenarnya juga tak yakin Bonar mampu menghindari meteoroid itu—walaupun ia mewarisi kekuatan Rataka Yang Agung, tetapi masalahnya Bonar belum mahir menggunakan Sihirnya.


Rohit, Clarence dan Maria terkejut melihat reaksi dari Sonia—mereka heran, kenapa Ras lain bisa begitu peduli pada Ras Manusia, apakah Pria Indonesia bernama Bonar itu sangat baik seperti Pahlawan dalam film fiksi?


...***...


Bonar mengerutkan keningnya melihat meteoroid yang jatuh dari langit sangat besar sekali, dia kemudian merapalkan mantera Sihir Seth—yang membuat pasir-pasir disekitarnya berkumpul dan membentuk pusaran seperti badai.

__ADS_1


Jenderal Sirte sangat terkesan melihatnya karena tak menyangka kekuatan Sihir dari Rataka Yang Agung cukup hebat sekali—karena sebelumnya Bonar telah menggunakan Sihir Sayap Teofani, Controller dan Wangun, entah Sihir apa lagi yang akan ia gunakan sebab Rataka Yang Agung itu memiliki Tujuh jenis Sihir.


Badai Pasir yang sangat besar bertransformasi menjadi sosok Manusia Raksasa seperti dalam cerita mitologi Mesir, sebagai penikmat film anime fantasi—tentu Bonar telah melihat berbagai mitologi berbagai negara telah difilmkan.


Sosok Manusia Pasir itu menahan meteoroid yang sangat besar tersebut dengan tangan besarnya, tetapi Bonar malah memuntahkan seteguk darah karena ia mengalami fluktuasi Sihir—sebab terlalu memaksakan penggunaan kekuatan Sihirnya yang belum stabil akibat tubuhnya masih dalam proses beradaptasi dengan evolusi yang ia alami.


“Bah... kuat kali batu api ini!” gerutu Bonar dengan logat bataknya—karena Sosok Manusia Pasirnya tekah terkikis oleh Meteoroid. “Seandainya Rataka Yang Agung itu punya Sihir Air juga. Kan, tinggal kusemprot saja batu api ini hingga padam dan batunya kulempar pada Lemurian terkutuk yang cengar-cengir itu, bikin dongkol saja muncungnya itu!” Bonar menatap tajam ke arah Jenderal Sirte yang senyum-senyum menatapnya.


Bonar berpikir bila ia bertahan maka akan menghabiskan kekuatan Sihirnya saja, kemudian ia memutuskan menghilangkan mantera Sihir Seth, sehingga orang-orang yang ada di Balaine terkejut melihat tindakannya dan mereka mengira Bonar mungkin telah kehilangan Sihirnya makanya badai Pasir yang menahan Meteoroid menghilang.

__ADS_1


__ADS_2