
Ratu Lamura masuk ke ruang kendali Robot Humanoid setinggi Dua Puluh Lima meter tersebut, kemudian Robot Humanoid menggerakkan tangannya seperti Manusia dan melangkah keluar dari dalam gua gunung Batu, tempat persembunyian Pasukan Revolusioner Bangsa Bunian.
“Hebat sekali!” Mata Aisyah berbinar-binar melihat Robot-Robot Humanoid berjalan mengikuti Robot Humanoid milik Ratu Lamura. “Seandainya Sihirku juga menghasilkan Robot Humanoid sebesar itu!”
Bonar mengangkat Aisyah ke pundaknya dan berkata, “Kalau Sihirmu seperti itu, kita tak perlu takut lagi dengan Bangsa Lemurian. Kamu akan menghancurkan mereka dan kita akan pulang kampung ke Bumi he-he-he ....”
“Aisyah bersama aku saja,” kata Clarence. “Kan, Bos Bonar akan berada di garis depan medan Perang nanti. Berbeda denganku yang berada di bagian belakang sebagai tim penyembuhan dan Aisyah akan menjaga kami juga dari serangan Prajurit Lemurian.”
“Aisyah juga ingin maju ke barisan depan, karena di bagian belakang—Sihir Aisyah tak akan bisa digunakan!” sahutnya tak mau berpisah dengan Bonar.
__ADS_1
“Gadis kecil lebih baik bersama Kak Clarence saja, kamu juga akan bersama Kak Maria serta Kak Hayati!”
Bonar membujuk Aisyah agar menyetujui usulan Clarence, karena ia berpikir sangat berbahaya juga bagi anak kecil seperti Aisyah berada di garis depan—walaupun ia memiliki Sihir yang hebat.
“Betul, Om Asep juga di barisan belakang kok, he-he-he ....” Asep langsung meraih Aisyah dan menaruhnya di pundaknya.
Namun, semua orang menatapnya dengan tatapan aneh, karena ia adalah lelaki tetapi malah ikut bersembunyi di belakang—Hinata dan Laila saja tetap akan bertempur di garis depan nanti.
Bonar tertawa terkekeh dan segera memasuki Skiff milik Pasukan Revolusioner Bangsa Bunian yang akan membawa mereka ke markas militer Bangsa Lemurian di bekas ibu kota Bangsa Bunian.
__ADS_1
“Eh, Sili... ternyata Anda yang menjadi Pilot kami. Di mana Komandan Aluaso?” Bonar menyapa Sili dan duduk di sebelahnya.
“Komandan Aluaso menjadi Pilot salah satu Robot Humanoid, tuan Bonar!” sahut Sili dengan senyum cerah.
Dia diselamatkan oleh Bonar dari jalan cacing di lembah Raspur yang runtuh akibat Sihir Meteor yang mengakibatkan hujan meteoroid di sana, sehingga jalan cacing yang biasa digunakan Pasukan Revolusioner tersebut rubuh dan menewaskan rekannya, Valana.
“Baiklah, semoga kita bisa memenangkan Perang ini dan kamu juga hati-hati saat menerbangkan Skiff ini—karena semua Prajurit Lemurian itu bisa menggunakan Sihir. Kalau kamu lengah maka nyawa adalah taruhannya!” seru Bonar.
Sili menganggukkan kepala tanda setuju dan segera menerbangkan Skiff setelah semua kru Bonar menaiki Skiff.
__ADS_1
Butuh waktu Sepuluh Jam untuk mencapai markas militer Bangsa Bunian di Planet CC-077 tersebut dan mereka sampai menjelang matahari terbit.
Bonar cukup terkesan dengan kehebatan Jojo men-hack sistem Radar Militer Bangsa Lemurian, sehingga kedatangan mereka tak terdeteksi. Namun, ia yakin walaupun kedatangan mereka tak terdeteksi, militer bangsa Lemurian pasti telah memperkuat sistem keamanan markas mereka, karena telah mengetahui kalau dirinya dan krunya berada di Planet CC-077 dan suatu hari akan menyerang mereka.