
“Maaf Jenderal... Rudal Nuklir itu dikendalikan oleh Sihir Manusia!” sahut Vlo—Pilot dari Skiif berkeringat dingin, takut dimarahi oleh Jenderal Sirte.
“Cih, perlambat saja kecepatan Skiif pada jarak jangkauan Radar agar kita bisa membuntuti mereka!” sahut Jenderal Sirte tak ingin Skiif yang mereka tumpangi rusak oleh tembakan senapan mesin dari Balaine—sedangkan untuk rudal-rudal Nuklir yang mengarah pada mereka, ia cukup menggunakan Sihirnya saja untuk menghancurkannya.
Lerenia menyadari taktik yang digunakan oleh Jenderal Sirte, tetapi tak bisa berbuat apa-apa untuk menghalau mereka—karena Balaine kini terbang di ruang angkasa.
Bonar dan yang lainnya berhenti menembak Skiif karena peluru senapan mesin tak dapat menjangkaunya lagi, akan tetapi ia cukup puas Balaine berhasil menjaga jarak dengan Skiif—sehingga tidak terjadi kerusakan apapun pada Balaine.
__ADS_1
Kalau Balaine mereka rusak, maka itu akan merepotkan karena mereka tidak memiliki mekanik untuk memperbaikinya, sedangkan dirinya bisa menggunakan Mantera Sihir Wangun mengubah objek tertentu. Namun, tentu itu tetap tidak bisa memperbaiki komponen-komponen mesin serta elektronik dari Balaine.
“Kalian istirahat lah... pasti lelah berada di Peternakan dan mengalami kejadian mengerikan... ah, lupakan saja! Urusan kendali Balaine serahkan pada kami saja,” kata Bonar sembari duduk di sebelah Lerenia yang telah membiarkan Balaine terbang dalam mode Auto Pilot.
“Kalau kalian lapar, katakan saja! Aku akan memasakkan makanan spesial untuk kalian!” sahut Asep dengan senyum cerah menatap Osasa dan Rohit yang merupakan anggota baru dari Kru Bonar serta yang selamat dari tragedi di Peternakan.
Suasana menjadi hening—karena ketiganya sibuk dengan Layar Virtual masing-masing, dan Bonar sedang mencari informasi mengenai evaluasinya; berapa lama tahap evolusi itu berlangsung serta bagaimana menggunakan Sihir hebat seperti para Jenderal Bangsa Lemurian.
__ADS_1
Namun, Bonar harus kecewa karena tak ada informasi apapun tentang evolusi manusia, sepertinya militer Bangsa Lemurian tidak mempublikasikan hasil penelitian yang mereka lakukan pada Hinata dan Manusia lainnya.
Satu hal yang didapatkan Bonar dari Sihir Bangsa Lemurian itu adalah semakin banyak membunuh, baik itu terhadap Monster, binatang atau makhluk lainnya—maka Sihir mereka akan semakin kuat, makanya para Jenderal Bangsa Lemurian ikut terjun ke lapangan ketika melakukan penaklukan terhadap Planet lain.
Informasi itu sangat berharga sekali, tetapi Bonar berpikir ia akan menjadi mesin pembunuh bila mengikuti instruksi yang ada di Layar Virtual. Namun, hanya ini cara satu-satunya agar bisa kembali ke Bumi—maka mulai sekarang ia akan membunuh lebih banyak Lemurian, akan tetapi ia tetap tak akan membunuh kalangan Sipil karena itu tak sesuai dengan hati nuraninya.
“Hei, Gadis Samurai! Apakah efek Vaksin Zero yang disuntikkan padamu telah hilang sepenuhnya?” tanya Bonar—menggangu Hinata yang sedang sibuk menjelajahi Layar Virtual atau semacam internet kalau di Bumi. Hinata tampaknya sangat tertarik dengan teknologi Bangsa Lemurian yang jauh lebih canggih dari teknologi yang ada di Bumi.
__ADS_1
Hinata tak menjawab candaan Bonar, akan tetapi tiba-tiba bilah Katana mencium leher Bonar yang langsung berubah wujud menjadi Manusia Logam dan Bonar mendorong Katana itu menjauh dari lehernya, kemudian kembali ke bentuk Manusia. “Hei, kamu ingin membunuh Onii-chanmu(Kakak) yang tampan ini?” Lagi-lagi Bonar bercanda, sehingga kerutan masam terpancar dari wajah cantik Hinata.